<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingin Diperhatikan Orangtua, Siswi SMP Pura-Pura Diculik</title><description>Alasan si anak membuat rekayasa penculikan karena ingin diperhatikan orangtua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/609/2180785/ingin-diperhatikan-orangtua-siswi-smp-pura-pura-diculik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/10/609/2180785/ingin-diperhatikan-orangtua-siswi-smp-pura-pura-diculik"/><item><title>Ingin Diperhatikan Orangtua, Siswi SMP Pura-Pura Diculik</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/609/2180785/ingin-diperhatikan-orangtua-siswi-smp-pura-pura-diculik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/10/609/2180785/ingin-diperhatikan-orangtua-siswi-smp-pura-pura-diculik</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2020 02:09 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Amiruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/10/609/2180785/ingin-diperhatikan-orangtua-siswi-smp-pura-pura-diculik-bdvpmtWNSn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/10/609/2180785/ingin-diperhatikan-orangtua-siswi-smp-pura-pura-diculik-bdvpmtWNSn.jpg</image><title>Ilustrasi (Shutterstock)</title></images><description>MAKASSAR &amp;ndash; Anak di bawah umur berinisial SR (14) yang membuat rekayasa dirinya telah diculik tiga pelaku memakai topeng, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Ia merekayasa penculikan itu untuk menarik perhatian orangtua.

Siswi Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Pangkep itu berdalih ingin mencari perhatian orang tuanya sehingga nekat mengarang cerita seolah-olah diculik.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, mengatakan alasan si anak membuat rekayasa penculikan karena ingin mendapat simpati dari orangtua.

&quot;Ingin diperhatikan karena merasa sering dibanding-bandingkan dengan saudaranya,&quot; kata Ibrahim didampingi kedua orangtua SR di Mapolda Sulsel saat melakukan jumpa pers soal kasus tersebut.

Ibrahim menjelaskan, awalnya SR meninggalkan rumah karena hendak mencari sandal ibunya yang hilang saat digunakannya bermain-main tidak jauh dari rumahnya.

SR, kata Ibrahim sempat, ditegur oleh saudara lelakinya untuk mencari sendal ibunya, bahkan sempat disuruh pergi dari rumah karena kesalahan tersebut.

&quot;Peristiwa rekayasa terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Anak ketiga dari lima bersaudara ini dia satu-satunya perempuan dari lima bersaudara. Dia merasa sakit hati karena itu sering merasa diperlakukan tidak adil oleh kedua orangtuanya,&quot; tutur Ibrahim.

SR pun, lanjut Ibrahim, nekat mengarang cerita kalau dia diculik. Dalam pelariannya SR ternyata mengunjungi gudang beras milik tantenya yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat dia tinggal.

&quot;Secara diam-diam dia sembunyi di gudang yang disebutkan berukuran 3x5 meter tersebut dari situ. Takut pulang nanti dimarahi,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Kaget Lihat Polisi, Pria Misterius Tinggalkan Anak Kecil Sendirian dalam Mobil

Di dalam gudang, kata Ibrahim, SR langsung mengambil tali untuk mengikat sendiri tangannya. Bahkan SR sempat mengonsumsi obat seperti paracetamol sebanyak dua tablet asam mefenamat, dan antalgin agar dia bisa tertidur di dalam gudang tersebut.

&quot;Supaya kalau ditemukan, dia merasa seperti diculik,&quot; ujar Ibrahim.

Usai terbangun sekitar pukul 19.00 Wita, kata Ibrahim, SR semakin panik karena mendengar suara dari sela gudang, jika pihak keluarga tengah mencari-cari keberadaannya.

Baca Juga : Bawa Kabur Anak Angkat, Pria Ini Ditangkap Polisi

&quot;SR pertama kali ditemukan oleh salah satu keluarganya di gudang tersebut dalam kondisi tangan terikat,&quot; tutur Ibrahim.
</description><content:encoded>MAKASSAR &amp;ndash; Anak di bawah umur berinisial SR (14) yang membuat rekayasa dirinya telah diculik tiga pelaku memakai topeng, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Ia merekayasa penculikan itu untuk menarik perhatian orangtua.

Siswi Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Pangkep itu berdalih ingin mencari perhatian orang tuanya sehingga nekat mengarang cerita seolah-olah diculik.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, mengatakan alasan si anak membuat rekayasa penculikan karena ingin mendapat simpati dari orangtua.

&quot;Ingin diperhatikan karena merasa sering dibanding-bandingkan dengan saudaranya,&quot; kata Ibrahim didampingi kedua orangtua SR di Mapolda Sulsel saat melakukan jumpa pers soal kasus tersebut.

Ibrahim menjelaskan, awalnya SR meninggalkan rumah karena hendak mencari sandal ibunya yang hilang saat digunakannya bermain-main tidak jauh dari rumahnya.

SR, kata Ibrahim sempat, ditegur oleh saudara lelakinya untuk mencari sendal ibunya, bahkan sempat disuruh pergi dari rumah karena kesalahan tersebut.

&quot;Peristiwa rekayasa terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Anak ketiga dari lima bersaudara ini dia satu-satunya perempuan dari lima bersaudara. Dia merasa sakit hati karena itu sering merasa diperlakukan tidak adil oleh kedua orangtuanya,&quot; tutur Ibrahim.

SR pun, lanjut Ibrahim, nekat mengarang cerita kalau dia diculik. Dalam pelariannya SR ternyata mengunjungi gudang beras milik tantenya yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat dia tinggal.

&quot;Secara diam-diam dia sembunyi di gudang yang disebutkan berukuran 3x5 meter tersebut dari situ. Takut pulang nanti dimarahi,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Kaget Lihat Polisi, Pria Misterius Tinggalkan Anak Kecil Sendirian dalam Mobil

Di dalam gudang, kata Ibrahim, SR langsung mengambil tali untuk mengikat sendiri tangannya. Bahkan SR sempat mengonsumsi obat seperti paracetamol sebanyak dua tablet asam mefenamat, dan antalgin agar dia bisa tertidur di dalam gudang tersebut.

&quot;Supaya kalau ditemukan, dia merasa seperti diculik,&quot; ujar Ibrahim.

Usai terbangun sekitar pukul 19.00 Wita, kata Ibrahim, SR semakin panik karena mendengar suara dari sela gudang, jika pihak keluarga tengah mencari-cari keberadaannya.

Baca Juga : Bawa Kabur Anak Angkat, Pria Ini Ditangkap Polisi

&quot;SR pertama kali ditemukan oleh salah satu keluarganya di gudang tersebut dalam kondisi tangan terikat,&quot; tutur Ibrahim.
</content:encoded></item></channel></rss>
