<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ayam dan Telur Senilai Rp11,2 Miliar Dihancurkan Gara-Gara Hoaks COVID-19</title><description>Kabar palsu mengenai virus korona baru itu menyebar melalui aplikasi berbagi pesan seperti WhatsApp.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/11/18/2181515/ayam-dan-telur-senilai-rp11-2-miliar-dihancurkan-gara-gara-hoaks-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/11/18/2181515/ayam-dan-telur-senilai-rp11-2-miliar-dihancurkan-gara-gara-hoaks-covid-19"/><item><title>Ayam dan Telur Senilai Rp11,2 Miliar Dihancurkan Gara-Gara Hoaks COVID-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/11/18/2181515/ayam-dan-telur-senilai-rp11-2-miliar-dihancurkan-gara-gara-hoaks-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/11/18/2181515/ayam-dan-telur-senilai-rp11-2-miliar-dihancurkan-gara-gara-hoaks-covid-19</guid><pubDate>Rabu 11 Maret 2020 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/11/18/2181515/ayam-dan-telur-senilai-rp11-2-miliar-dihancurkan-gara-gara-hoaks-covid-19-7sk17Z325z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/11/18/2181515/ayam-dan-telur-senilai-rp11-2-miliar-dihancurkan-gara-gara-hoaks-covid-19-7sk17Z325z.jpg</image><title>Foto: Okezone.</title></images><description>NEW DELHI - Wabah virus korona (COVID-19) sejauh ini belum membunuh siapa pun di India, tetapi memberikan dampak yang benar-benar mematikan bagi industri perunggasan di negara itu. Beredarnya desad-desus palsu mengenai virus tersebut telah menyebabkan seorang petani menghancurkan seluruh mata pencahariannya.
Suresh Bhatlekar, seorang peternak unggas dari Kota Dahanu di Negara Bagian Maharashtra, adalah salah satu dari banyak produsen unggas lokal yang menjadi korban kepanikan terkait dengan virus korona.
Sebuah posting media sosial yang mengisyaratkan bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui daging putih telah menyebar di India melalui platform berbagi pesan seperti WhatsApp.
Meski pun tidak berdasar desas-desus itu telah mendorong banyak orang untuk menyingkirkan ayam dan telur dari makanan sehari-hari mereka, menyebabkan penjualan unggas anjlok hingga 80 persen di seluruh India, produsen telur terbesar ketiga dan produsen ayam keempat di dunia.
Upaya-upaya oleh para profesional industri, anggota parlemen dan dokter hewan untuk meyakinkan publik sejauh ini sia-sia. Beberapa petani, berjuang untuk membayar karyawan mereka karena kurangnya permintaan, memilih langkah-langkah drastis, salah satunya adalah Bhatlekar.
&quot;Karena kerugian, pekerja saya tidak punya pekerjaan karena saya telah menghentikan produksi,&quot; kata Bhatlekar, sebagaimana dilansir Hindustan Times. Bhatlekar mengatakan bahwa dia terpaksa menghancurkan telur dan anak ayam bernilai sekira USD782.000 (Rp11,2 miliar).

Pemerintah India telah bersusah payah untuk menghentikan penyebaran  berita palsu atau hoaks tersebut. Otoritas negara mengatakan bahwa mereka akan  mendirikan apa yang disebut &quot;pesta ayam,&quot; di mana orang akan ditawarkan  untuk makan daging hidangan daging ayam.
&amp;ldquo;Produk unggas dan hidangan yang terbuat dari ayam akan disajikan  kepada orang-orang dengan potongan harga. Juga, kampanye kesadaran  tentang virus vis-a-vis industri unggas akan dilakukan,&quot; kata Menteri  Peternakan Hewan Maharashtra Sunil Kedar dalam wawancara dengan India  Today TV sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (11/3/2020).
Pihak berwenang juga berusaha untuk menuntut mereka yang pertama kali menyebarkan berita palsu tersebut.
Asosiasi Pembibitan Unggas di Pune telah mengajukan keluhan dengan  polisi yang menuduh seorang pria dari Benggala Barat sebagai sumber  desas-desus. Orang yang dituduh menipu itu kini menghadapi penangkapan.</description><content:encoded>NEW DELHI - Wabah virus korona (COVID-19) sejauh ini belum membunuh siapa pun di India, tetapi memberikan dampak yang benar-benar mematikan bagi industri perunggasan di negara itu. Beredarnya desad-desus palsu mengenai virus tersebut telah menyebabkan seorang petani menghancurkan seluruh mata pencahariannya.
Suresh Bhatlekar, seorang peternak unggas dari Kota Dahanu di Negara Bagian Maharashtra, adalah salah satu dari banyak produsen unggas lokal yang menjadi korban kepanikan terkait dengan virus korona.
Sebuah posting media sosial yang mengisyaratkan bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui daging putih telah menyebar di India melalui platform berbagi pesan seperti WhatsApp.
Meski pun tidak berdasar desas-desus itu telah mendorong banyak orang untuk menyingkirkan ayam dan telur dari makanan sehari-hari mereka, menyebabkan penjualan unggas anjlok hingga 80 persen di seluruh India, produsen telur terbesar ketiga dan produsen ayam keempat di dunia.
Upaya-upaya oleh para profesional industri, anggota parlemen dan dokter hewan untuk meyakinkan publik sejauh ini sia-sia. Beberapa petani, berjuang untuk membayar karyawan mereka karena kurangnya permintaan, memilih langkah-langkah drastis, salah satunya adalah Bhatlekar.
&quot;Karena kerugian, pekerja saya tidak punya pekerjaan karena saya telah menghentikan produksi,&quot; kata Bhatlekar, sebagaimana dilansir Hindustan Times. Bhatlekar mengatakan bahwa dia terpaksa menghancurkan telur dan anak ayam bernilai sekira USD782.000 (Rp11,2 miliar).

Pemerintah India telah bersusah payah untuk menghentikan penyebaran  berita palsu atau hoaks tersebut. Otoritas negara mengatakan bahwa mereka akan  mendirikan apa yang disebut &quot;pesta ayam,&quot; di mana orang akan ditawarkan  untuk makan daging hidangan daging ayam.
&amp;ldquo;Produk unggas dan hidangan yang terbuat dari ayam akan disajikan  kepada orang-orang dengan potongan harga. Juga, kampanye kesadaran  tentang virus vis-a-vis industri unggas akan dilakukan,&quot; kata Menteri  Peternakan Hewan Maharashtra Sunil Kedar dalam wawancara dengan India  Today TV sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (11/3/2020).
Pihak berwenang juga berusaha untuk menuntut mereka yang pertama kali menyebarkan berita palsu tersebut.
Asosiasi Pembibitan Unggas di Pune telah mengajukan keluhan dengan  polisi yang menuduh seorang pria dari Benggala Barat sebagai sumber  desas-desus. Orang yang dituduh menipu itu kini menghadapi penangkapan.</content:encoded></item></channel></rss>
