<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Korona, 126 WNA Ditolak Masuk Indonesia</title><description>&quot;Langsung kita deportasi. Tergantung ada pesawatnya apa tidak. Kita serahkan ke KKP,&quot; ujar Jhoni.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/12/337/2182256/waspada-korona-126-wna-ditolak-masuk-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/12/337/2182256/waspada-korona-126-wna-ditolak-masuk-indonesia"/><item><title>Waspada Korona, 126 WNA Ditolak Masuk Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/12/337/2182256/waspada-korona-126-wna-ditolak-masuk-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/12/337/2182256/waspada-korona-126-wna-ditolak-masuk-indonesia</guid><pubDate>Kamis 12 Maret 2020 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/12/337/2182256/waspada-korona-126-wna-ditolak-masuk-indonesia-P8JRMxbaa2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting (Foto: Okezone/Fahreza Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/12/337/2182256/waspada-korona-126-wna-ditolak-masuk-indonesia-P8JRMxbaa2.jpg</image><title>Plt Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting (Foto: Okezone/Fahreza Rizky)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menolak masuk 126 warga negara asing (WNA) seiring dengan peningkatan kewaspadaan penyebaran virus korona (Covid-19).
&quot;126 orang (ditolak) per 6 Februari hingga 10 Maret 2020,&quot; kata Plt Dirjen Imigrasi, Jhoni Ginting saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Jhoni merinci sebanyak 89 WNA ditolak masuk di Bandara Ngurah Rai, Bali; 22 orang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang; 7 orang Bandara Kualanamu, Sumatera Utara; 5 orang di Bandara Juanda, Surabaya; 1 orang di Bandara Hang Nadim, Batam; dan Batam Center 2 orang.

Baca Juga:&amp;nbsp;Pandemi Covid-19, Penumpang dari Indonesia Diperiksa Air Liur di Singapura Hoaks
Mereka berasal dari berbagai negara, antara lain China, Rusia, Romania, Brazil, New Zealand, Armenia, Ukraina, Inggris, Maroko, Kazakhstan, dan Amerika Serikat.
Kemudian, dari Ghana, Australia, Austria, Kanada, Uzbekistan, Jerman, Perancis, Spanyol, India, Italia, Turki, Chili, Tajikistan, Kyrgyz Republic, Peru, Swedia, Moldova, Malaysia, Mesir, Thailand, dan Singapura.
&quot;Langsung kita deportasi. Tergantung ada pesawatnya apa tidak. Kita serahkan ke KKP,&quot; ujar Jhoni.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menolak masuk 126 warga negara asing (WNA) seiring dengan peningkatan kewaspadaan penyebaran virus korona (Covid-19).
&quot;126 orang (ditolak) per 6 Februari hingga 10 Maret 2020,&quot; kata Plt Dirjen Imigrasi, Jhoni Ginting saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Jhoni merinci sebanyak 89 WNA ditolak masuk di Bandara Ngurah Rai, Bali; 22 orang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang; 7 orang Bandara Kualanamu, Sumatera Utara; 5 orang di Bandara Juanda, Surabaya; 1 orang di Bandara Hang Nadim, Batam; dan Batam Center 2 orang.

Baca Juga:&amp;nbsp;Pandemi Covid-19, Penumpang dari Indonesia Diperiksa Air Liur di Singapura Hoaks
Mereka berasal dari berbagai negara, antara lain China, Rusia, Romania, Brazil, New Zealand, Armenia, Ukraina, Inggris, Maroko, Kazakhstan, dan Amerika Serikat.
Kemudian, dari Ghana, Australia, Austria, Kanada, Uzbekistan, Jerman, Perancis, Spanyol, India, Italia, Turki, Chili, Tajikistan, Kyrgyz Republic, Peru, Swedia, Moldova, Malaysia, Mesir, Thailand, dan Singapura.
&quot;Langsung kita deportasi. Tergantung ada pesawatnya apa tidak. Kita serahkan ke KKP,&quot; ujar Jhoni.</content:encoded></item></channel></rss>
