<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakapolri Minta Masyarakat Tak Terpolarisasi Terkait Virus Korona</title><description>Wakapolri mengingatkan agar jangan menjadikan wabah virus korona untuk memperuncing polarisasi sosial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/13/337/2183000/wakapolri-minta-masyarakat-tak-terpolarisasi-terkait-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/13/337/2183000/wakapolri-minta-masyarakat-tak-terpolarisasi-terkait-virus-korona"/><item><title>Wakapolri Minta Masyarakat Tak Terpolarisasi Terkait Virus Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/13/337/2183000/wakapolri-minta-masyarakat-tak-terpolarisasi-terkait-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/13/337/2183000/wakapolri-minta-masyarakat-tak-terpolarisasi-terkait-virus-korona</guid><pubDate>Jum'at 13 Maret 2020 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/13/337/2183000/wakapolri-minta-masyarakat-tak-terpolarisasi-terkait-virus-korona-Rm7Hj7SAVZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (Foto : Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/13/337/2183000/wakapolri-minta-masyarakat-tak-terpolarisasi-terkait-virus-korona-Rm7Hj7SAVZ.jpg</image><title>Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (Foto : Sindonews)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono meminta masyarakat tidak terpolarisasi dengan berbagai isu yang hadir saat ini. Apalagi isu tersebut masih belum diketahui kebenarannya alias hoaks.
Saat berkunjung di Masjid Jami Al Aula Pondok Pesantren Al Karimiyah, Sawangan, Depok, Gatot mencontohkan isu yang paling banyak beredar belakangan ini di masyarakat yaitu mengenai virus korona (Covid-19).
&quot;Jangan jadikan meluasnya wabah virus korona untuk memperuncing dan melebarkan polarisasi sosial. Tetapi sebaliknya, mari mengambil hikmah untuk menjadikannya sebagai sarana persatuan bangsa,&amp;rdquo; kata Gatot dalam keterangannya, Jumat (13/3/2020).
Gatot meminta masyarakat tidak panik dan tetap menanamkan pola hidup sehat, seperti berolaharaga. Selain itu, ia mengatakan untuk tetap berdoa agar dijauhkan dari penyakit tersebut.
&amp;ldquo;Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan. Masyarakat juga jangan panik. Tanamkan pola hidup sehat. Terus berolah raga dan jangan lupa untuk berdoa kepada Allah Swt. Korona sebenarnya juga membawa hikmat yaitu mempersatukan bangsa-bangsa di dunia, termasuk di Indonesia,&quot; ujar Gatot.



Lebih jauh dia mengingatkan seluruh elemen masyarakat khususnya di Kota Depok yang tak lama lagi akan memiliki hajatan demokrasi.
&quot;Depok akan melaksanakan pilkada. Jangan sampai pilkada membelah masyarakat, jangan sampai terjadi konflik. Ikuti mekanismenya. Kita laksanakan hajatan demokrasi dengan suasana aman, damai, dan sejuk,&quot; ujar Gatot.
Selain itu, dia meminta agar masyarakat ikut mewujudkan salah satu dari tujuh program prioritas Kapolri yaitu pemantapan harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat).

Baca Juga : Pasien Korona yang Kabur Sudah Kembali ke RSUP Persahabatan

&quot;Mari bergandengan tangan bersama. Mulai dari pemerintah, stakeholder, masyarakat, para ulama, kiai, pemuka agama dan habaib serta seluruh umat. Dilandasi nilai agama, kemanusiaan, dan tentu ketakwaan terhadap Allah Swt. Polisi tidak bisa sendirian untuk mengamankan negara. Karena itu, ulama dan umaroh adalah kekuatan NKRI. Kalau bersatu maka semua permasalahan selesai,&quot; tutur Gatot.

Baca Juga : Soal Pasien Korona Kabur, Pemprov DKI: Poin Pentingnya Dia Sudah Kembali ke RS

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono meminta masyarakat tidak terpolarisasi dengan berbagai isu yang hadir saat ini. Apalagi isu tersebut masih belum diketahui kebenarannya alias hoaks.
Saat berkunjung di Masjid Jami Al Aula Pondok Pesantren Al Karimiyah, Sawangan, Depok, Gatot mencontohkan isu yang paling banyak beredar belakangan ini di masyarakat yaitu mengenai virus korona (Covid-19).
&quot;Jangan jadikan meluasnya wabah virus korona untuk memperuncing dan melebarkan polarisasi sosial. Tetapi sebaliknya, mari mengambil hikmah untuk menjadikannya sebagai sarana persatuan bangsa,&amp;rdquo; kata Gatot dalam keterangannya, Jumat (13/3/2020).
Gatot meminta masyarakat tidak panik dan tetap menanamkan pola hidup sehat, seperti berolaharaga. Selain itu, ia mengatakan untuk tetap berdoa agar dijauhkan dari penyakit tersebut.
&amp;ldquo;Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan. Masyarakat juga jangan panik. Tanamkan pola hidup sehat. Terus berolah raga dan jangan lupa untuk berdoa kepada Allah Swt. Korona sebenarnya juga membawa hikmat yaitu mempersatukan bangsa-bangsa di dunia, termasuk di Indonesia,&quot; ujar Gatot.



Lebih jauh dia mengingatkan seluruh elemen masyarakat khususnya di Kota Depok yang tak lama lagi akan memiliki hajatan demokrasi.
&quot;Depok akan melaksanakan pilkada. Jangan sampai pilkada membelah masyarakat, jangan sampai terjadi konflik. Ikuti mekanismenya. Kita laksanakan hajatan demokrasi dengan suasana aman, damai, dan sejuk,&quot; ujar Gatot.
Selain itu, dia meminta agar masyarakat ikut mewujudkan salah satu dari tujuh program prioritas Kapolri yaitu pemantapan harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat).

Baca Juga : Pasien Korona yang Kabur Sudah Kembali ke RSUP Persahabatan

&quot;Mari bergandengan tangan bersama. Mulai dari pemerintah, stakeholder, masyarakat, para ulama, kiai, pemuka agama dan habaib serta seluruh umat. Dilandasi nilai agama, kemanusiaan, dan tentu ketakwaan terhadap Allah Swt. Polisi tidak bisa sendirian untuk mengamankan negara. Karena itu, ulama dan umaroh adalah kekuatan NKRI. Kalau bersatu maka semua permasalahan selesai,&quot; tutur Gatot.

Baca Juga : Soal Pasien Korona Kabur, Pemprov DKI: Poin Pentingnya Dia Sudah Kembali ke RS

</content:encoded></item></channel></rss>
