<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satu Pasien Dalam Pengawasan Meninggal, Wali Kota Solo Tracing Korban</title><description>Ia meminta jajarannya melacak aktivitas pasien yang diduga terkena virus korona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/13/512/2182902/satu-pasien-dalam-pengawasan-meninggal-wali-kota-solo-tracing-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/13/512/2182902/satu-pasien-dalam-pengawasan-meninggal-wali-kota-solo-tracing-korban"/><item><title>Satu Pasien Dalam Pengawasan Meninggal, Wali Kota Solo Tracing Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/13/512/2182902/satu-pasien-dalam-pengawasan-meninggal-wali-kota-solo-tracing-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/13/512/2182902/satu-pasien-dalam-pengawasan-meninggal-wali-kota-solo-tracing-korban</guid><pubDate>Jum'at 13 Maret 2020 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/13/512/2182902/satu-pasien-dalam-pengawasan-meninggal-wali-kota-solo-tracing-korban-r3pJpJ98Yo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (Foto : Okezone.com/Bramantyo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/13/512/2182902/satu-pasien-dalam-pengawasan-meninggal-wali-kota-solo-tracing-korban-r3pJpJ98Yo.jpg</image><title>Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (Foto : Okezone.com/Bramantyo)</title></images><description>SOLO &amp;ndash; Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta warganya tak panik menyusul meninggalnya satu pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus korona di RSUD dr Moewardi Solo.

Menurut Rudy, setelah mendapatkan kabar pasien yang diduga terkena virus korona meninggal, pihaknya segera melacak. Dinas Kesehatan Kota Surakarta, lurah, dan camat daerah pasien itu tinggal langsung menggali informasi seputar pasien tersebut.

Ia meminta jajarannya melacak aktivitas pasien yang diduga terkena virus korona setelah pulang dari Bogor, termasuk bertemu dengan siapa saja sepulang dari Bogor.

&quot;Hasil tracing yang dilakukan hingga pukul 03.00 dini hari itu, menjadi petunjuk Pemkot Surakarta untuk melakukan langkah-langkah preventif,&quot; ujar FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Jumat (13/3/2020).

Menurut Rudy, hasil tracing pasien yang diduga terkena virus korona ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.



Saat ini, ungkap Rudy, pihak keluarga telah membawa jenazah  untuk dimakamkan di Magetan, Jawa Timur.

Meski hasil laboratorium belum diketahui, pihaknya  tetap akan lakukan langkah preventif. Termasuk mengajukan anggaran untuk mengantisipasi virus korona. Anggaran tak terduga itu sebagai antisipasi untuk membiayai pasien positif korona.

&quot;Ini masuk kategori darurat bencana. Saya imbau masyarakat tak perlu takut juga panik,&quot; tuturnya.

Ia pun meminta agar masyarakat melakukan tiga hal untuk mencegah  virus korona, yaitu menutup mulut dan hidup saat bersin atau batuk, cuci  tangan yang sering, dan pola hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Rudi meminta pemerintah pusat segera menyusun acuan  penanganan wabah korona di daerah. Ini perlu dilakukan agar kepala  daerah bisa segera mengambil langkah preventif penyebaran Covid-19.



&quot;Jika kami diberi kewenangan untuk pengecekan laboratorium sendiri,  tidak akan menimbulkan keresahan karena hasilnya tidak terlalu lama.  Alatnya seperti apa tinggal disiapkan biar segera saja penanganannya.  Lah ini sampel harus dikirim ke Jakarta, hasilnya  lama,&amp;rdquo; tuturnya.

Sementara itu, pihak RSUD Dr Moewardi mengaku tidak memiliki  kewenangan untuk memberikan pernyataan. Semua informasi mulai  diberlakukan satu pintu melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga : Satu Pasien Suspect Korona di RSUD Moewardi Solo Meninggal Dunia

&quot;Maaf, kami tidak bisa memberikan keterangan apapun. Semua informasi  dilakukan melalui satu pintu melalui Dinas Kesehatan Provinsi. Untuk  konfirmasi langsung ke sana,&quot; tutur Kepala Subbag Hukum dan Humas RSUD  Dr Moewardi, Eko Haryati.</description><content:encoded>SOLO &amp;ndash; Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta warganya tak panik menyusul meninggalnya satu pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus korona di RSUD dr Moewardi Solo.

Menurut Rudy, setelah mendapatkan kabar pasien yang diduga terkena virus korona meninggal, pihaknya segera melacak. Dinas Kesehatan Kota Surakarta, lurah, dan camat daerah pasien itu tinggal langsung menggali informasi seputar pasien tersebut.

Ia meminta jajarannya melacak aktivitas pasien yang diduga terkena virus korona setelah pulang dari Bogor, termasuk bertemu dengan siapa saja sepulang dari Bogor.

&quot;Hasil tracing yang dilakukan hingga pukul 03.00 dini hari itu, menjadi petunjuk Pemkot Surakarta untuk melakukan langkah-langkah preventif,&quot; ujar FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Jumat (13/3/2020).

Menurut Rudy, hasil tracing pasien yang diduga terkena virus korona ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.



Saat ini, ungkap Rudy, pihak keluarga telah membawa jenazah  untuk dimakamkan di Magetan, Jawa Timur.

Meski hasil laboratorium belum diketahui, pihaknya  tetap akan lakukan langkah preventif. Termasuk mengajukan anggaran untuk mengantisipasi virus korona. Anggaran tak terduga itu sebagai antisipasi untuk membiayai pasien positif korona.

&quot;Ini masuk kategori darurat bencana. Saya imbau masyarakat tak perlu takut juga panik,&quot; tuturnya.

Ia pun meminta agar masyarakat melakukan tiga hal untuk mencegah  virus korona, yaitu menutup mulut dan hidup saat bersin atau batuk, cuci  tangan yang sering, dan pola hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Rudi meminta pemerintah pusat segera menyusun acuan  penanganan wabah korona di daerah. Ini perlu dilakukan agar kepala  daerah bisa segera mengambil langkah preventif penyebaran Covid-19.



&quot;Jika kami diberi kewenangan untuk pengecekan laboratorium sendiri,  tidak akan menimbulkan keresahan karena hasilnya tidak terlalu lama.  Alatnya seperti apa tinggal disiapkan biar segera saja penanganannya.  Lah ini sampel harus dikirim ke Jakarta, hasilnya  lama,&amp;rdquo; tuturnya.

Sementara itu, pihak RSUD Dr Moewardi mengaku tidak memiliki  kewenangan untuk memberikan pernyataan. Semua informasi mulai  diberlakukan satu pintu melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga : Satu Pasien Suspect Korona di RSUD Moewardi Solo Meninggal Dunia

&quot;Maaf, kami tidak bisa memberikan keterangan apapun. Semua informasi  dilakukan melalui satu pintu melalui Dinas Kesehatan Provinsi. Untuk  konfirmasi langsung ke sana,&quot; tutur Kepala Subbag Hukum dan Humas RSUD  Dr Moewardi, Eko Haryati.</content:encoded></item></channel></rss>
