<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengunjung Objek Wisata di Kota Batu Menurun Imbas Wabah Korona</title><description>Pasca-merebaknya virus korona (Covid-19) di Indonesia membuat sejumlah objek wisata unggulan di Kota Batu, Jawa Timur, mulai terdampak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/13/519/2183097/pengunjung-objek-wisata-di-kota-batu-menurun-imbas-wabah-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/13/519/2183097/pengunjung-objek-wisata-di-kota-batu-menurun-imbas-wabah-korona"/><item><title>Pengunjung Objek Wisata di Kota Batu Menurun Imbas Wabah Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/13/519/2183097/pengunjung-objek-wisata-di-kota-batu-menurun-imbas-wabah-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/13/519/2183097/pengunjung-objek-wisata-di-kota-batu-menurun-imbas-wabah-korona</guid><pubDate>Jum'at 13 Maret 2020 22:46 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/13/519/2183097/pengunjung-objek-wisata-di-kota-batu-menurun-imbas-wabah-korona-6plW8WumLA.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Objek Wisata di Kota Batu, Jawa Timur (Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/13/519/2183097/pengunjung-objek-wisata-di-kota-batu-menurun-imbas-wabah-korona-6plW8WumLA.JPG</image><title>Objek Wisata di Kota Batu, Jawa Timur (Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)</title></images><description>KOTA BATU - Pasca-merebaknya virus korona (Covid-19) di Indonesia membuat sejumlah objek wisata unggulan di Kota Batu, Jawa Timur, mulai terdampak mengalami penurunan pengunjung.
Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group, Titik S Ariyanti menyatakan, dampak begitu terasa saat memasuki akhir pekan mengingat di akhir pekan biasanya sejumlah keluarga dengan mobil pribadi berbondong-bondong datang ke objek wisata itu.
&quot;Yang saya perhatikan di minggu ini rombongan pakai bus ke sini masih banyak di weekday, di weekend kebanyakan turun. Pengunjung mulai turun, tapi untuk yang pakai bus masih ada,&quot; ungkap Titik kepada Okezone, Jumat (13/3/2020).
Menurutnya, sejumlah wisatawan yang masih berkunjung ke objek wisata yang dikelola Jatim Park Grup disebabkan sudah terjadwal dan tak bisa lagi menunda keberangkatannya. &quot;Mungkin mereka sudah terjadwal, sehingga tidak bisa cancel,&quot; imbuhnya.
Dia menambahkan, penurunan jumlah pengunjung diprediksi akan lebih terasa pasca-adanya instruksi dari pemrintah terutama bagi institusi pendidikan untuk mengurangi aktivitas pembelajaran di luar.
&quot;Imbauan dari pemerintah dalam hal ini Mendikbud tidak boleh mengadakan study tour ke luar kota bagi sekolah, kalau ini tersebar ke seluruh wilayah Indonesia otomatis akan menghentikan semua kegiatan wisata, otomatis dampaknya sangat terasa,&quot; jelasnya.
Hal ini menyebabkan pengelola wisata mulai berancang-ancang melakukan pembahasan mengantisipasi bilamana dampak terburuk terjadi.
&quot;Ya kita bisa apa, wait and see sampai regulasi pemerintah muncul lagi. Kita masih menunggu, kita belum rapatkan barisan membahas ini karena baru terima regulasinya tadi pagi. Ya tentu (rapatkan), kita butuh biaya masih belum kita bicarakan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>KOTA BATU - Pasca-merebaknya virus korona (Covid-19) di Indonesia membuat sejumlah objek wisata unggulan di Kota Batu, Jawa Timur, mulai terdampak mengalami penurunan pengunjung.
Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group, Titik S Ariyanti menyatakan, dampak begitu terasa saat memasuki akhir pekan mengingat di akhir pekan biasanya sejumlah keluarga dengan mobil pribadi berbondong-bondong datang ke objek wisata itu.
&quot;Yang saya perhatikan di minggu ini rombongan pakai bus ke sini masih banyak di weekday, di weekend kebanyakan turun. Pengunjung mulai turun, tapi untuk yang pakai bus masih ada,&quot; ungkap Titik kepada Okezone, Jumat (13/3/2020).
Menurutnya, sejumlah wisatawan yang masih berkunjung ke objek wisata yang dikelola Jatim Park Grup disebabkan sudah terjadwal dan tak bisa lagi menunda keberangkatannya. &quot;Mungkin mereka sudah terjadwal, sehingga tidak bisa cancel,&quot; imbuhnya.
Dia menambahkan, penurunan jumlah pengunjung diprediksi akan lebih terasa pasca-adanya instruksi dari pemrintah terutama bagi institusi pendidikan untuk mengurangi aktivitas pembelajaran di luar.
&quot;Imbauan dari pemerintah dalam hal ini Mendikbud tidak boleh mengadakan study tour ke luar kota bagi sekolah, kalau ini tersebar ke seluruh wilayah Indonesia otomatis akan menghentikan semua kegiatan wisata, otomatis dampaknya sangat terasa,&quot; jelasnya.
Hal ini menyebabkan pengelola wisata mulai berancang-ancang melakukan pembahasan mengantisipasi bilamana dampak terburuk terjadi.
&quot;Ya kita bisa apa, wait and see sampai regulasi pemerintah muncul lagi. Kita masih menunggu, kita belum rapatkan barisan membahas ini karena baru terima regulasinya tadi pagi. Ya tentu (rapatkan), kita butuh biaya masih belum kita bicarakan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
