<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Diminta Tidak Hanya Andalkan Tracking untuk Telusuri Pasien Korona</title><description>Pemerintah diimbau tidak hanya mengandalkan sistem tracking untuk menelusuri riwayat pasien positif virus korona (Covid-19).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/16/337/2183923/pemerintah-diminta-tidak-hanya-andalkan-tracking-untuk-telusuri-pasien-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/16/337/2183923/pemerintah-diminta-tidak-hanya-andalkan-tracking-untuk-telusuri-pasien-korona"/><item><title>Pemerintah Diminta Tidak Hanya Andalkan Tracking untuk Telusuri Pasien Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/16/337/2183923/pemerintah-diminta-tidak-hanya-andalkan-tracking-untuk-telusuri-pasien-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/16/337/2183923/pemerintah-diminta-tidak-hanya-andalkan-tracking-untuk-telusuri-pasien-korona</guid><pubDate>Senin 16 Maret 2020 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/16/337/2183923/pemerintah-diminta-tidak-hanya-andalkan-tracking-untuk-telusuri-pasien-korona-zr2nLspAUM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/16/337/2183923/pemerintah-diminta-tidak-hanya-andalkan-tracking-untuk-telusuri-pasien-korona-zr2nLspAUM.jpg</image><title>Ilustrasi antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penularan virus korona (Covid-19) di Indonesia makin banyak. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun menyarankan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan metode penelusuran riwayat datang dari luar negeri ataupun kontak langsung dengan pasien positif, tapi juga sistem jemput bola.
&quot;Jadi menurut saya sih sebenarnya pemerintah ini tidak lagi hanya mengandalkan tracking. Sekarang proaktif pemerintah turun tangan melakukan semacam survei ke lapangan, langsung jemput bola,&quot; kata anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, kepada Okezone, Senin (16/3/2020).
Menurut dia, dalam kondisi seperti saat ini, pemerintah diminta lebih proaktif menangani penyebaran virus korona yang penularannya acak di beberapa lokasi.
&quot;Sekarang harus aktif, karena sudah random tiba-tiba ada di sana-sini. Ini harus dicek langsung kepada masyarakat,&quot; tutupnya.
Sebagaimana diketahui, Juru Bicara Penanganan Virus Korona Achmad Yurianto mengungkapkan hingga kini terjadi penambahan jumlah orang di Indonesia yang positif terpapar Covid-19, yakni sebanyak 21 kasus baru.
Sebelumnya pasien yang positif virus korona berjumlah 96, kini menjadi 117 orang. Penambahan kasus baru tersebut tersebar di Jakarta sebanyak 19 orang dan 2 orang di Jawa Tengah.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penularan virus korona (Covid-19) di Indonesia makin banyak. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun menyarankan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan metode penelusuran riwayat datang dari luar negeri ataupun kontak langsung dengan pasien positif, tapi juga sistem jemput bola.
&quot;Jadi menurut saya sih sebenarnya pemerintah ini tidak lagi hanya mengandalkan tracking. Sekarang proaktif pemerintah turun tangan melakukan semacam survei ke lapangan, langsung jemput bola,&quot; kata anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, kepada Okezone, Senin (16/3/2020).
Menurut dia, dalam kondisi seperti saat ini, pemerintah diminta lebih proaktif menangani penyebaran virus korona yang penularannya acak di beberapa lokasi.
&quot;Sekarang harus aktif, karena sudah random tiba-tiba ada di sana-sini. Ini harus dicek langsung kepada masyarakat,&quot; tutupnya.
Sebagaimana diketahui, Juru Bicara Penanganan Virus Korona Achmad Yurianto mengungkapkan hingga kini terjadi penambahan jumlah orang di Indonesia yang positif terpapar Covid-19, yakni sebanyak 21 kasus baru.
Sebelumnya pasien yang positif virus korona berjumlah 96, kini menjadi 117 orang. Penambahan kasus baru tersebut tersebar di Jakarta sebanyak 19 orang dan 2 orang di Jawa Tengah.</content:encoded></item></channel></rss>
