<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RS Jayapura Isolasi 1 Pasien Dalam Pengawasan Terkait Virus Korona</title><description>Rumah Sakit Dok II Jayapura menangani satu PDP terkait virus korona (Covid-19).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/16/340/2183857/rs-jayapura-isolasi-1-pasien-dalam-pengawasan-terkait-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/16/340/2183857/rs-jayapura-isolasi-1-pasien-dalam-pengawasan-terkait-virus-korona"/><item><title>RS Jayapura Isolasi 1 Pasien Dalam Pengawasan Terkait Virus Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/16/340/2183857/rs-jayapura-isolasi-1-pasien-dalam-pengawasan-terkait-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/16/340/2183857/rs-jayapura-isolasi-1-pasien-dalam-pengawasan-terkait-virus-korona</guid><pubDate>Senin 16 Maret 2020 08:53 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/16/340/2183857/rs-jayapura-isolasi-1-pasien-dalam-pengawasan-terkait-virus-korona-e6ZlCyYRg5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi rumah sakit. (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/16/340/2183857/rs-jayapura-isolasi-1-pasien-dalam-pengawasan-terkait-virus-korona-e6ZlCyYRg5.jpg</image><title>Ilustrasi rumah sakit. (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAYAPURA &amp;ndash; Rumah Sakit Dok II Jayapura mengisolasi satu pasien yang diduga terinfeksi virus korona (Covid-19). Pasien tersebut berjenis laki-laki dengan umur kisaran 45 tahun. Ia datang ke rumah sakit sejak Minggu siang kemarin.
&quot;Pasien tinggal di Tanah Hitam Abepura. Yang bersangkutan datang ke rumah sakit dengan gejala mirip korona,&quot; kata Kepala RS Dok II Jayapura drg Aloysius Giyai MKes, Senin (16/3/2020).
Ia menjelaskan, riwayat perjalanan pasien itu setelah ditelusuri. Pada 24&amp;ndash;29 Februari, dia memiliki riwayat kontak dengan pasien positif korona dari Kota Bogor, Jawa Barat.
&quot;Dengan hasil itu, maka kami langsaung menetapkan pasien tersebut dengan setatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan kita masukkan ke ruang isolasi RS Jayapura,&quot; jelasnya.
Ia mengatakan, selanjutnya untuk mengetahui pasti apakah pasien tersebut positif atau negatif virus korona, Senin pagi ini akan dilakukan pengambilan sampel untuk uji laboratorium.
&quot;Pagi ini akan diambil sampel darah untuk dikirim ke Balitbangkes. Untuk menentukan apakah positif virus korona atau tidak, setelah itu diharapkan dalam waktu 3&amp;ndash;5 hari hasilnya sudah keluar dan sampai ke kita,&quot; ucapnya.
Dia menerangkan, setelah mendapati pasien tersebut, jika kemudian hasil pemeriksaan laboratorium positif virus korona, maka akan langsung dilakukan tracking ke keluarga, kerabat, dan orang-orang yang pernah kontak dengan selang 29 Februari hingga pasien melapor ke rumah sakit.
&quot;Kita akan melaporkan kasus ini. kemudian tim dari Dinas Kesehatan Papua akan melacak kontak dengan pasien. Ada Satgas Virus Korona juga yang sudah dibentuk, sehingga nanti tracking dilakukan,&quot; paparnya.
Meski begitu, dikarenakan pasien tersebut belum diketahui hasil tes darahnya, maka pihaknya mengimbau masyarakat tidak panik. Pola hidup sehat adalah kunci terhindarnya dari virus korona.
&quot;Kami berharap jangan panik, jaga kondisi tubuh, daya tahan tubuh, makan yang teratur, istirahat yang cukup, hindari kumpul-kumpul yang tidak urgen, dan biasakan di rumah saja,&quot; imbaunya.
Kemudian, kata dia, lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat atau puskesmas jika mengalami gejala-gejala virus korona.
&quot;Meski flu biasa juga mirip, tapi bagusnya periksa ke pelayanan kesehatan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAYAPURA &amp;ndash; Rumah Sakit Dok II Jayapura mengisolasi satu pasien yang diduga terinfeksi virus korona (Covid-19). Pasien tersebut berjenis laki-laki dengan umur kisaran 45 tahun. Ia datang ke rumah sakit sejak Minggu siang kemarin.
&quot;Pasien tinggal di Tanah Hitam Abepura. Yang bersangkutan datang ke rumah sakit dengan gejala mirip korona,&quot; kata Kepala RS Dok II Jayapura drg Aloysius Giyai MKes, Senin (16/3/2020).
Ia menjelaskan, riwayat perjalanan pasien itu setelah ditelusuri. Pada 24&amp;ndash;29 Februari, dia memiliki riwayat kontak dengan pasien positif korona dari Kota Bogor, Jawa Barat.
&quot;Dengan hasil itu, maka kami langsaung menetapkan pasien tersebut dengan setatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan kita masukkan ke ruang isolasi RS Jayapura,&quot; jelasnya.
Ia mengatakan, selanjutnya untuk mengetahui pasti apakah pasien tersebut positif atau negatif virus korona, Senin pagi ini akan dilakukan pengambilan sampel untuk uji laboratorium.
&quot;Pagi ini akan diambil sampel darah untuk dikirim ke Balitbangkes. Untuk menentukan apakah positif virus korona atau tidak, setelah itu diharapkan dalam waktu 3&amp;ndash;5 hari hasilnya sudah keluar dan sampai ke kita,&quot; ucapnya.
Dia menerangkan, setelah mendapati pasien tersebut, jika kemudian hasil pemeriksaan laboratorium positif virus korona, maka akan langsung dilakukan tracking ke keluarga, kerabat, dan orang-orang yang pernah kontak dengan selang 29 Februari hingga pasien melapor ke rumah sakit.
&quot;Kita akan melaporkan kasus ini. kemudian tim dari Dinas Kesehatan Papua akan melacak kontak dengan pasien. Ada Satgas Virus Korona juga yang sudah dibentuk, sehingga nanti tracking dilakukan,&quot; paparnya.
Meski begitu, dikarenakan pasien tersebut belum diketahui hasil tes darahnya, maka pihaknya mengimbau masyarakat tidak panik. Pola hidup sehat adalah kunci terhindarnya dari virus korona.
&quot;Kami berharap jangan panik, jaga kondisi tubuh, daya tahan tubuh, makan yang teratur, istirahat yang cukup, hindari kumpul-kumpul yang tidak urgen, dan biasakan di rumah saja,&quot; imbaunya.
Kemudian, kata dia, lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat atau puskesmas jika mengalami gejala-gejala virus korona.
&quot;Meski flu biasa juga mirip, tapi bagusnya periksa ke pelayanan kesehatan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
