<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Rawat Satu Pasien PDP Covid-19</title><description>RSSI Pangkalan Bun sedang merawat dan memantau satu orang PDP COVID-19 atau Virus Corona</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/17/340/2184432/rsud-sultan-imanuddin-pangkalan-bun-rawat-satu-pasien-pdp-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/17/340/2184432/rsud-sultan-imanuddin-pangkalan-bun-rawat-satu-pasien-pdp-covid-19"/><item><title>RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Rawat Satu Pasien PDP Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/17/340/2184432/rsud-sultan-imanuddin-pangkalan-bun-rawat-satu-pasien-pdp-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/17/340/2184432/rsud-sultan-imanuddin-pangkalan-bun-rawat-satu-pasien-pdp-covid-19</guid><pubDate>Selasa 17 Maret 2020 07:28 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/17/340/2184432/rsud-sultan-imanuddin-pangkalan-bun-rawat-satu-pasien-pdp-covid-19-oAG0DrP0Aq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Ruang Isolasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/17/340/2184432/rsud-sultan-imanuddin-pangkalan-bun-rawat-satu-pasien-pdp-covid-19-oAG0DrP0Aq.jpg</image><title>Ilustrasi Ruang Isolasi (Foto: Okezone)</title></images><description>KOTAWARINGIN BARAT - Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, sedang merawat dan memantau satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 atau Virus Corona di ruang karantina khusus.
Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, Achmad Rois, seorang PDP  itu secara khusus ditangani terkait COVID-19 di sejak Minggu 15 Maret 2020
&quot;PDP tersebut datang dengan gejala batuk dan pilek. Sebagai langkah antisipasi maka yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan dan pemantauan apakah warga tersebut positif atau negatif COVID-19,&quot; ujar Rois, Senin 16 Maret 2020 di ruang rapat Bupati Kobar.
Rois menambahkan, untuk menangani PDP COVID-19, tenaga medis masih melakukan pengambilan sampel dan akan dikirim ke labolatorium yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan.
&quot;Rencananya sampel dikirim menuju laboratorium Balai Litbang Kesehatan Banjarbaru. Semoga kasus ini bisa secepatnya terkonfirmasi, apakah PDP dinyatakan negatif atau positif tertular Virus Corona.&amp;rdquo;

Baca Juga: Corona Mewabah, KPU Belum Pertimbangkan Tunda Pilkada 2020
Menurut Rois, sesuai dengan instruksi Kemenkes, untuk penyebutan suspect atau orang yang dicurigai COVID-19 sudah ditiadakan. Saat ini pasien yang masih belum dipastikan statusnya apakah negatif atau positif Covid-19 disebut dengan pasien dalam pemantauan atau PDP.
&quot;Sedangkan terkait kabar tentang Covid-19, bila tidak terkonfirmasi kebenarannya secara langsung oleh saya yang ditunjuk secara resmi oleh Pemkab Kobar selaku juru bicara penanganan Virus Corona, diharapkan jangan langsung dipercayai dan disebarkan ke masyarakat luas.&amp;rdquo;</description><content:encoded>KOTAWARINGIN BARAT - Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, sedang merawat dan memantau satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 atau Virus Corona di ruang karantina khusus.
Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, Achmad Rois, seorang PDP  itu secara khusus ditangani terkait COVID-19 di sejak Minggu 15 Maret 2020
&quot;PDP tersebut datang dengan gejala batuk dan pilek. Sebagai langkah antisipasi maka yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan dan pemantauan apakah warga tersebut positif atau negatif COVID-19,&quot; ujar Rois, Senin 16 Maret 2020 di ruang rapat Bupati Kobar.
Rois menambahkan, untuk menangani PDP COVID-19, tenaga medis masih melakukan pengambilan sampel dan akan dikirim ke labolatorium yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan.
&quot;Rencananya sampel dikirim menuju laboratorium Balai Litbang Kesehatan Banjarbaru. Semoga kasus ini bisa secepatnya terkonfirmasi, apakah PDP dinyatakan negatif atau positif tertular Virus Corona.&amp;rdquo;

Baca Juga: Corona Mewabah, KPU Belum Pertimbangkan Tunda Pilkada 2020
Menurut Rois, sesuai dengan instruksi Kemenkes, untuk penyebutan suspect atau orang yang dicurigai COVID-19 sudah ditiadakan. Saat ini pasien yang masih belum dipastikan statusnya apakah negatif atau positif Covid-19 disebut dengan pasien dalam pemantauan atau PDP.
&quot;Sedangkan terkait kabar tentang Covid-19, bila tidak terkonfirmasi kebenarannya secara langsung oleh saya yang ditunjuk secara resmi oleh Pemkab Kobar selaku juru bicara penanganan Virus Corona, diharapkan jangan langsung dipercayai dan disebarkan ke masyarakat luas.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
