<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pandemi Corona, Anies Minta Seluruh Umat di Jakarta Patuhi Penundaan Ibadah   </title><description>Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan meminta kepada seluruh umat untuk mentaati ditundanya kegiatan keagamaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/19/338/2185982/pandemi-corona-anies-minta-seluruh-umat-di-jakarta-patuhi-penundaan-ibadah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/19/338/2185982/pandemi-corona-anies-minta-seluruh-umat-di-jakarta-patuhi-penundaan-ibadah"/><item><title> Pandemi Corona, Anies Minta Seluruh Umat di Jakarta Patuhi Penundaan Ibadah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/19/338/2185982/pandemi-corona-anies-minta-seluruh-umat-di-jakarta-patuhi-penundaan-ibadah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/19/338/2185982/pandemi-corona-anies-minta-seluruh-umat-di-jakarta-patuhi-penundaan-ibadah</guid><pubDate>Kamis 19 Maret 2020 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/19/338/2185982/pandemi-corona-anies-minta-seluruh-umat-di-jakarta-patuhi-penundaan-ibadah-NTVgGwWO3i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/19/338/2185982/pandemi-corona-anies-minta-seluruh-umat-di-jakarta-patuhi-penundaan-ibadah-NTVgGwWO3i.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan meminta kepada seluruh umat untuk mentaati ditundanya kegiatan keagamaan di Ibu Kota, seperti Salat Jumat, Misa dan Kebaktian, selama dua pekan.
&quot;Kami dari Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya, akan menyampaikan ini kepada seluruh jajaran kita untuk membantu mengawasi dan mendisiplinkan. Hari ini bila ingin melindungi saudara sebangsa, maka tinggal di rumah, kurangi interaksi,&quot; kata Anies saat jumpa pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Anies: Salat Jumat dan Kebaktian di Jakarta Ditunda Dua Pekan Cegah Corona
Kata dia, jika hal tersebut tidak diindahkan maka virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu akan lebih mewabah di Jakarta, sehingga banyak warga yang akan terjangkit.
&quot;Jika kita tidak melakukan itu, maka membahayakan semua, yang berpotensi terjangkiti begitu banyak dan yang terpapar tak selalu menunjukan gejala. Jadi ini kesepakatan yang tadi kita dapatkan dan kita berharap kepada seluruh umat untuk ikut melaksanakan ini sebagai cara kita melindungi saudara sebangsa,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Pandemi Corona, MUI DKI Jakarta: Ibadah Bersifat Jamaah Ditiadakan Sementara
Perlu diketahui sebelumnya, jumlah pasien positif corona kembali bertambah. Sebelumnya pasien positif ada 227 orang, per hari ini Kamis 19 Maret menjadi 309 yang dinyatakan positif corona.
Sementara, pasien positif corona yang meninggal pun bertambah menjadi 25 orang. Terbanyak pasien meninggal berasal dari DKI Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan meminta kepada seluruh umat untuk mentaati ditundanya kegiatan keagamaan di Ibu Kota, seperti Salat Jumat, Misa dan Kebaktian, selama dua pekan.
&quot;Kami dari Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya, akan menyampaikan ini kepada seluruh jajaran kita untuk membantu mengawasi dan mendisiplinkan. Hari ini bila ingin melindungi saudara sebangsa, maka tinggal di rumah, kurangi interaksi,&quot; kata Anies saat jumpa pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Anies: Salat Jumat dan Kebaktian di Jakarta Ditunda Dua Pekan Cegah Corona
Kata dia, jika hal tersebut tidak diindahkan maka virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu akan lebih mewabah di Jakarta, sehingga banyak warga yang akan terjangkit.
&quot;Jika kita tidak melakukan itu, maka membahayakan semua, yang berpotensi terjangkiti begitu banyak dan yang terpapar tak selalu menunjukan gejala. Jadi ini kesepakatan yang tadi kita dapatkan dan kita berharap kepada seluruh umat untuk ikut melaksanakan ini sebagai cara kita melindungi saudara sebangsa,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Pandemi Corona, MUI DKI Jakarta: Ibadah Bersifat Jamaah Ditiadakan Sementara
Perlu diketahui sebelumnya, jumlah pasien positif corona kembali bertambah. Sebelumnya pasien positif ada 227 orang, per hari ini Kamis 19 Maret menjadi 309 yang dinyatakan positif corona.
Sementara, pasien positif corona yang meninggal pun bertambah menjadi 25 orang. Terbanyak pasien meninggal berasal dari DKI Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
