<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seorang PDP Asal Kulonprogo di RS Sardjito Dinyatakan Negatif Corona</title><description>Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Kulonprogo, DIY negatif corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/19/510/2185673/seorang-pdp-asal-kulonprogo-di-rs-sardjito-dinyatakan-negatif-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/19/510/2185673/seorang-pdp-asal-kulonprogo-di-rs-sardjito-dinyatakan-negatif-corona"/><item><title>Seorang PDP Asal Kulonprogo di RS Sardjito Dinyatakan Negatif Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/19/510/2185673/seorang-pdp-asal-kulonprogo-di-rs-sardjito-dinyatakan-negatif-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/19/510/2185673/seorang-pdp-asal-kulonprogo-di-rs-sardjito-dinyatakan-negatif-corona</guid><pubDate>Kamis 19 Maret 2020 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/19/510/2185673/seorang-pdp-asal-kulonprogo-di-rs-sardjito-dinyatakan-negatif-corona-6EBvv8Bfyq.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/19/510/2185673/seorang-pdp-asal-kulonprogo-di-rs-sardjito-dinyatakan-negatif-corona-6EBvv8Bfyq.JPG</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>KULONPROGO &amp;ndash; Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Kulonprogo, DIY yang sempat dirawat di RSUD Wates dan dirujuk ke RS Sardjito dinyatakan negatif virus corona (Covid-19). Hasil uji sampel darah di Litbangkes, terhadap pasien yang baru pulang umrah dan transit di Malaysia itu hasilnya negatif.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan, di Kulonprogo ada dua pasien yang sempat menjalani perawatan dengan gejala mirip pasien corona. Keduanya merupakan pasien yang baru pulang umrah yang sempat transit di India dan Malaysia.
Salah satu pasien yang ada, hanya menjalani rawat jalan karena gejalanya tidak mengarah ke corona. Namun pasien tersebut tetap masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP). Satu pasien lagi menjalani rawat inap dan dirujuk ke RS Sardjito.
&amp;ldquo;Hasil uji lab pasien ini sudah keluar dan hasilnya negatif. Mudah-mudahan di Kulonprogo tidak ada kasus corona,&amp;rdquo; jelas Budi, Rabu 18 Maret 2020.
Dinas setempat, kata dia melalui puskesmas juga telah melakukan penyelidikan epidemologi. Hasilnya seluruh keluarga dari tujuh kepala keluarga dengan 15 anggota dalam kondisi sehat.

&amp;ldquo;Kita sudah lakukan penyelidikan epidemologi dan hasilnya sehat semua,&amp;rdquo; jelasnya.
Rakor ini merupakan salah satu langkah untuk penanganan Covid-19. Minimal dari seluruh OPD hingga lurah mengetahui informasi dan upaya pencegahan. Di mana yang sehat jangan sampai sakit dan yang sakit bisa disembuhkan dengan sempurna.&amp;ldquo;Melalui forum ini kita berbagi peran bagaimana pencegahan tetap sehat oleh masyarakat,&amp;rdquo; jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, gubernur sudah memberikan arahan untuk membentuk gugus tugas dalam upaya pencegahan dan dampak corona bisa diantisipasi. Sejauh ini gubernur belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB), dan masih akan melihat tahapan.
&amp;ldquo;Rakor ini menjadi ajang mengantisipasi corona dan ini sudah tersosialisasikan sampai lurah untuk diteruskan ke dukuh,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>KULONPROGO &amp;ndash; Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Kulonprogo, DIY yang sempat dirawat di RSUD Wates dan dirujuk ke RS Sardjito dinyatakan negatif virus corona (Covid-19). Hasil uji sampel darah di Litbangkes, terhadap pasien yang baru pulang umrah dan transit di Malaysia itu hasilnya negatif.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan, di Kulonprogo ada dua pasien yang sempat menjalani perawatan dengan gejala mirip pasien corona. Keduanya merupakan pasien yang baru pulang umrah yang sempat transit di India dan Malaysia.
Salah satu pasien yang ada, hanya menjalani rawat jalan karena gejalanya tidak mengarah ke corona. Namun pasien tersebut tetap masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP). Satu pasien lagi menjalani rawat inap dan dirujuk ke RS Sardjito.
&amp;ldquo;Hasil uji lab pasien ini sudah keluar dan hasilnya negatif. Mudah-mudahan di Kulonprogo tidak ada kasus corona,&amp;rdquo; jelas Budi, Rabu 18 Maret 2020.
Dinas setempat, kata dia melalui puskesmas juga telah melakukan penyelidikan epidemologi. Hasilnya seluruh keluarga dari tujuh kepala keluarga dengan 15 anggota dalam kondisi sehat.

&amp;ldquo;Kita sudah lakukan penyelidikan epidemologi dan hasilnya sehat semua,&amp;rdquo; jelasnya.
Rakor ini merupakan salah satu langkah untuk penanganan Covid-19. Minimal dari seluruh OPD hingga lurah mengetahui informasi dan upaya pencegahan. Di mana yang sehat jangan sampai sakit dan yang sakit bisa disembuhkan dengan sempurna.&amp;ldquo;Melalui forum ini kita berbagi peran bagaimana pencegahan tetap sehat oleh masyarakat,&amp;rdquo; jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, gubernur sudah memberikan arahan untuk membentuk gugus tugas dalam upaya pencegahan dan dampak corona bisa diantisipasi. Sejauh ini gubernur belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB), dan masih akan melihat tahapan.
&amp;ldquo;Rakor ini menjadi ajang mengantisipasi corona dan ini sudah tersosialisasikan sampai lurah untuk diteruskan ke dukuh,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
