<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangkal Penyebaran Virus Corona, Fasilitas Publik di Kota Malang Dicek Ketat</title><description>Pasca penetapan dua pasien positif corona, sejumlah lokasi di Kota Malang dilakukan pengecekan ketat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/19/519/2185803/tangkal-penyebaran-virus-corona-fasilitas-publik-di-kota-malang-dicek-ketat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/19/519/2185803/tangkal-penyebaran-virus-corona-fasilitas-publik-di-kota-malang-dicek-ketat"/><item><title>Tangkal Penyebaran Virus Corona, Fasilitas Publik di Kota Malang Dicek Ketat</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/19/519/2185803/tangkal-penyebaran-virus-corona-fasilitas-publik-di-kota-malang-dicek-ketat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/19/519/2185803/tangkal-penyebaran-virus-corona-fasilitas-publik-di-kota-malang-dicek-ketat</guid><pubDate>Kamis 19 Maret 2020 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/19/519/2185803/tangkal-penyebaran-virus-corona-fasilitas-publik-di-kota-malang-dicek-ketat-s5k39Llsm0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Upaya Fasilitas Publik di Kota Malang Tangkal Penyebaran Virus Corona (foto: Okezone/Avirista M)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/19/519/2185803/tangkal-penyebaran-virus-corona-fasilitas-publik-di-kota-malang-dicek-ketat-s5k39Llsm0.jpg</image><title>Upaya Fasilitas Publik di Kota Malang Tangkal Penyebaran Virus Corona (foto: Okezone/Avirista M)</title></images><description>KOTA MALANG - Pasca penetapan dua pasien positif corona, sejumlah lokasi di Kota Malang dilakukan pengecekan ketat terhadap sejumlah pengunjung yang tiba.

Di Balai Kota Malang misalnya, satu per satu yang masuk ke gedung tersebut tak luput dari pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal scanner. Tak cukup di situ, Pemkot Malang juga menyediakan masker gratis bagi warganya atau tamu di depan Balai Kota.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Terpengaruh Corona, Bandara Adisutjipto Tetap Layani Rute Malaysia &amp;amp; Singapura&amp;nbsp;

Sementara itu di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sejumlah warga yang akan mengakses pelayanan di kantor terlebih dahulu melalui pengecekan suhu tubuh dan diminta untuk disemprot cairan antiseptik pencuci tangan.

Di RSUD Saiful Anwar Malang yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien corona pun demikian. Satu per satu masyarakat yang masuk ke gedung utama diperiksa oleh staf menggunakan thermal scanner.

Bahkan sejak Rabu 18 Maret 2020 kemarin, pihak rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur ini telah memberlakukan pengetatan pengunjung atau penjaga pasien.

Wali Kota Malang Sutiaji berpesan agar warganya mulai menerapkan instruksi dari pemerintah dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga jarak dalam berinteraksi guna mencegah penyebaran virus corona.

&quot;Jadi saya pesankan warga untuk tidak panik, karena bisa sembuh. Kata kuncinya adalah menjaga serta meningkatkan daya tahan tubuh. Membangun pola hidup sehat. Tentu seiring hal itu kita harus memaklumi dengan penuh kesadaran pula bahwa harus makin kita minimalisir kegiatan massal, kontak secara fisik serta karena sebarannya juga terkadang tidak berkaitan dengan mereka yang dinyatakan PDP,&quot; terang Sutiaji.

Baca Juga:&amp;nbsp;Guru Besarnya Positif Corona, UGM Pastikan Tak Ada Rekan Kerja Dikarantina&amp;nbsp;
Di Kota Malang sendiri saat ini telah terdapat total 2 pasien positif corona, satu pasien positif menjalani perawatan di RSUD Saiful Anwar.

Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan usia 21 tahun, yang merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya. Sedangkan satu pasien lainnya berjenis kelamin perempuan berusia 51 tahun dinyatakan meninggal dunia.</description><content:encoded>KOTA MALANG - Pasca penetapan dua pasien positif corona, sejumlah lokasi di Kota Malang dilakukan pengecekan ketat terhadap sejumlah pengunjung yang tiba.

Di Balai Kota Malang misalnya, satu per satu yang masuk ke gedung tersebut tak luput dari pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal scanner. Tak cukup di situ, Pemkot Malang juga menyediakan masker gratis bagi warganya atau tamu di depan Balai Kota.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Terpengaruh Corona, Bandara Adisutjipto Tetap Layani Rute Malaysia &amp;amp; Singapura&amp;nbsp;

Sementara itu di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sejumlah warga yang akan mengakses pelayanan di kantor terlebih dahulu melalui pengecekan suhu tubuh dan diminta untuk disemprot cairan antiseptik pencuci tangan.

Di RSUD Saiful Anwar Malang yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien corona pun demikian. Satu per satu masyarakat yang masuk ke gedung utama diperiksa oleh staf menggunakan thermal scanner.

Bahkan sejak Rabu 18 Maret 2020 kemarin, pihak rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur ini telah memberlakukan pengetatan pengunjung atau penjaga pasien.

Wali Kota Malang Sutiaji berpesan agar warganya mulai menerapkan instruksi dari pemerintah dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga jarak dalam berinteraksi guna mencegah penyebaran virus corona.

&quot;Jadi saya pesankan warga untuk tidak panik, karena bisa sembuh. Kata kuncinya adalah menjaga serta meningkatkan daya tahan tubuh. Membangun pola hidup sehat. Tentu seiring hal itu kita harus memaklumi dengan penuh kesadaran pula bahwa harus makin kita minimalisir kegiatan massal, kontak secara fisik serta karena sebarannya juga terkadang tidak berkaitan dengan mereka yang dinyatakan PDP,&quot; terang Sutiaji.

Baca Juga:&amp;nbsp;Guru Besarnya Positif Corona, UGM Pastikan Tak Ada Rekan Kerja Dikarantina&amp;nbsp;
Di Kota Malang sendiri saat ini telah terdapat total 2 pasien positif corona, satu pasien positif menjalani perawatan di RSUD Saiful Anwar.

Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan usia 21 tahun, yang merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya. Sedangkan satu pasien lainnya berjenis kelamin perempuan berusia 51 tahun dinyatakan meninggal dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
