<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Kasus Corona di Jabar, 21 Pasien Positif, 2 Meninggal, 3 Sembuh</title><description>Sekda Jabar mengatakan, hingga Kamis, 19 Maret 2020 sore WIB, terdapat 26 orang yang dinyatakan positif COVID-19 di Jabar</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/19/525/2186083/update-kasus-corona-di-jabar-21-pasien-positif-2-meninggal-3-sembuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/19/525/2186083/update-kasus-corona-di-jabar-21-pasien-positif-2-meninggal-3-sembuh"/><item><title>Update Kasus Corona di Jabar, 21 Pasien Positif, 2 Meninggal, 3 Sembuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/19/525/2186083/update-kasus-corona-di-jabar-21-pasien-positif-2-meninggal-3-sembuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/19/525/2186083/update-kasus-corona-di-jabar-21-pasien-positif-2-meninggal-3-sembuh</guid><pubDate>Kamis 19 Maret 2020 19:37 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/19/525/2186083/update-kasus-corona-di-jabar-21-pasien-positif-2-meninggal-3-sembuh-QMAYY55z64.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Ruang Isolasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/19/525/2186083/update-kasus-corona-di-jabar-21-pasien-positif-2-meninggal-3-sembuh-QMAYY55z64.jpg</image><title>Ilustrasi Ruang Isolasi (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, hingga Kamis, 19 Maret 2020 sore WIB, terdapat 26 orang yang dinyatakan positif COVID-19 di Jabar.
Dari data 26 tersebut, tiga orang di antaranya sudah sembuh dari virus SARS-CoV-2, sementara dua di antaranya meninggal akibat virus Corona.
&quot;Kemudian PDP (Pasien Dalam Pengawasan) totalnya 132, yang selesai 49 orang, yang masih dalam pengawasan totalnya 83 orang,&quot; kata Setiawan saat menggelar konferensi pers terkait perkembangan COVID-19 di Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (19/3/2020).
&quot;Lalu ODP (Orang Dalam Pemantauan) total 1.412 orang, selesai 594 orang, dan masih dalam pemantauan 816 orang,&quot; tambahnya.

Baca Juga: Update Kasus Corona di Bengkulu, 11 Orang ODP, 1 PDP dan 2 Sembuh
Adapun menanggapi anjuran Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menggelar rapid test dengan cakupan lebih besar, Setiawan berujar bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan mencoba menelaah kemungkinan tersebut.
&quot;Kemarin sudah dengar semua, bahwa pergeseran anggaran dilakukan dan kami memang merencanakan membeli beberapa peralatan, termasuk (test) kit, PCR (Polymerase Chain Reaction), dan alat-alat pelindung diri lainnya. Termasuk juga bantuan rumah sakit terkait ruang isolasi,&quot; ucap Setiawan.
&quot;Sudah lakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan sebagai leading sector dan juga BKAD untuk menyiapkan anggaran itu. Mudah-mudahan untuk Jabar ini bisa lancar bisa berikan peralatan secepatnya. Kami perkirakan kurang lebih 10 ribu (kit),&quot; ujarnya.Meski begitu, Setiawan menegaskan bahwa yang akan melakukan tes  adalah ODP dan orang yang didata dari hasil tracing. &quot;Pengawasan atau  testing secara proaktif terus dilakukan, itu pun ada kriterianya karena  keterbatasan anggaran dan alat, kami pilah mana yang diprioritaskan  untuk tes di tahap pertama ini,&quot; katanya.
Dalam konferensi pers  tersebut, Setiawan juga mengatakan, pihaknya telah mengatur jika  skenario terburuk penyebaran COVID-19 ini terus meningkat di Jabar.  Selain disokong oleh bantuan 90 hingga 900 bed siap pakai, Pemprov Jabar  juga sudah merencanakan akan mengubah Gedung Kemuning RSHS Bandung  khusus untuk pasien COVID-19.
&quot;RSHS akan convert, yang saat ini  Gedung Kemuning untuk pasien TB, akan memindahkan pasien TB tersebut ke  rumah sakit lain dan satu gedung itu akan digunakan pasien COVID-19.  Kami sudah menyiapkan berbagai skenario, termasuk apabila lonjakan  tinggi sekali dan harus masuk (rumah sakit) mana saja,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, hingga Kamis, 19 Maret 2020 sore WIB, terdapat 26 orang yang dinyatakan positif COVID-19 di Jabar.
Dari data 26 tersebut, tiga orang di antaranya sudah sembuh dari virus SARS-CoV-2, sementara dua di antaranya meninggal akibat virus Corona.
&quot;Kemudian PDP (Pasien Dalam Pengawasan) totalnya 132, yang selesai 49 orang, yang masih dalam pengawasan totalnya 83 orang,&quot; kata Setiawan saat menggelar konferensi pers terkait perkembangan COVID-19 di Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (19/3/2020).
&quot;Lalu ODP (Orang Dalam Pemantauan) total 1.412 orang, selesai 594 orang, dan masih dalam pemantauan 816 orang,&quot; tambahnya.

Baca Juga: Update Kasus Corona di Bengkulu, 11 Orang ODP, 1 PDP dan 2 Sembuh
Adapun menanggapi anjuran Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menggelar rapid test dengan cakupan lebih besar, Setiawan berujar bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan mencoba menelaah kemungkinan tersebut.
&quot;Kemarin sudah dengar semua, bahwa pergeseran anggaran dilakukan dan kami memang merencanakan membeli beberapa peralatan, termasuk (test) kit, PCR (Polymerase Chain Reaction), dan alat-alat pelindung diri lainnya. Termasuk juga bantuan rumah sakit terkait ruang isolasi,&quot; ucap Setiawan.
&quot;Sudah lakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan sebagai leading sector dan juga BKAD untuk menyiapkan anggaran itu. Mudah-mudahan untuk Jabar ini bisa lancar bisa berikan peralatan secepatnya. Kami perkirakan kurang lebih 10 ribu (kit),&quot; ujarnya.Meski begitu, Setiawan menegaskan bahwa yang akan melakukan tes  adalah ODP dan orang yang didata dari hasil tracing. &quot;Pengawasan atau  testing secara proaktif terus dilakukan, itu pun ada kriterianya karena  keterbatasan anggaran dan alat, kami pilah mana yang diprioritaskan  untuk tes di tahap pertama ini,&quot; katanya.
Dalam konferensi pers  tersebut, Setiawan juga mengatakan, pihaknya telah mengatur jika  skenario terburuk penyebaran COVID-19 ini terus meningkat di Jabar.  Selain disokong oleh bantuan 90 hingga 900 bed siap pakai, Pemprov Jabar  juga sudah merencanakan akan mengubah Gedung Kemuning RSHS Bandung  khusus untuk pasien COVID-19.
&quot;RSHS akan convert, yang saat ini  Gedung Kemuning untuk pasien TB, akan memindahkan pasien TB tersebut ke  rumah sakit lain dan satu gedung itu akan digunakan pasien COVID-19.  Kami sudah menyiapkan berbagai skenario, termasuk apabila lonjakan  tinggi sekali dan harus masuk (rumah sakit) mana saja,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
