<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien 95 Tahun di Italia Sembuh dari Virus Corona</title><description>Gejala Covid-19 yang biasa dilaporkan adalah demam, batuk kering, dan sesak napas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/21/18/2187037/pasien-95-tahun-di-italia-sembuh-dari-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/21/18/2187037/pasien-95-tahun-di-italia-sembuh-dari-virus-corona"/><item><title>Pasien 95 Tahun di Italia Sembuh dari Virus Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/21/18/2187037/pasien-95-tahun-di-italia-sembuh-dari-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/21/18/2187037/pasien-95-tahun-di-italia-sembuh-dari-virus-corona</guid><pubDate>Sabtu 21 Maret 2020 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/21/18/2187037/pasien-95-tahun-di-italia-sembuh-dari-virus-corona-HSHxQ9do0s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasien berusia 95 sembuh dari Covid-19. (Foto @ssaig/Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/21/18/2187037/pasien-95-tahun-di-italia-sembuh-dari-virus-corona-HSHxQ9do0s.jpg</image><title>Pasien berusia 95 sembuh dari Covid-19. (Foto @ssaig/Twitter)</title></images><description>CARPI &amp;ndash; Seorang pasien di provinsi Modena, Italia, yang berusia 95 tahun sembuh dari virus corona atau Covid-19.
Pasien perempuan yang tidak disebutkan namanya itu, terlihat gembira dari tempat tidur rumah sakit. Ia dikelilingi oleh petugas medis yang merawatnya.
Covid-19 berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sangat mematikan bagi para lanjut usia. Penyakit ini menyerang pernapasan sehingga membuat pasien meninggal.
Jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Italia meningkat 627 dalam satu hari, menjadi 4.032 kasus.
Baca juga:&amp;nbsp;Pasien Meninggal Terbanyak Akibat Corona Berasal dari Jakarta
Baca juga:&amp;nbsp;158 Kasus Virus Corona, Kolombia Ambil Kebijakan Lockdown
Sedangkan jumlah total kasus virus corona di Italia naik menjadi 47.021 dari 41.035, meningkat 14,6%, kata Badan Perlindungan Sipil Ital.
Sebelumnya, rekaman memperlihatkan truk militer Italia mengangkut jenazah ke krematorium di luar daerah karena fasilitas lokal tidak dapat menampung lagi.
Sementara secara global, data dari pusat penelitian Universitas Johns Hopkins, pada Sabtu 21 Maret, virus corona menyebabkan lebih 11 ribu kematian, menginfeksi 275 ribu orang. Sedangkan 88 ribu orang dinyatakan sembuh.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;The first recovered COVID-19 patient in the province of Modena (Italy), a 95 yr old grandmother &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Some positive news amidst the chaos &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/HKSaCCJDzw&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/HKSaCCJDzw&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Siddharth | STAY HOME &amp;#127757; (@ssaig) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/ssaig/status/1241048170978848768?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;March 20, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang disebut SARS-CoV-2, yang terkait dengan virus yang menyebabkan Sindrom Pernafasan Akut Parah, tetapi tidak mematikan, dengan tingkat kematian sekitar tiga persen. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 80 persen pasien hanya mengalami &quot;penyakit ringan&quot; dan akhirnya sembuh.
WHO menambahkan bahwa sekitar 14 persen mengalami penyakit parah sementara lima persen sakit parah.
Penyakit ini menyebar melalui tetesan dari hidung atau mulut ketika orang yang terinfeksi virus batuk atau bersin. Untuk mencegah infeksi, pihak berwenang mendesak orang untuk melakukan mencuci tangan secara teratur, menutup mulut dan hidung mereka ketika batuk dan bersin, dan menghindari kontak dekat dengan mereka yang menunjukkan gejala pernapasan.
Gejala Covid-19 yang biasa dilaporkan adalah demam, batuk kering, dan sesak napas.
</description><content:encoded>CARPI &amp;ndash; Seorang pasien di provinsi Modena, Italia, yang berusia 95 tahun sembuh dari virus corona atau Covid-19.
Pasien perempuan yang tidak disebutkan namanya itu, terlihat gembira dari tempat tidur rumah sakit. Ia dikelilingi oleh petugas medis yang merawatnya.
Covid-19 berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sangat mematikan bagi para lanjut usia. Penyakit ini menyerang pernapasan sehingga membuat pasien meninggal.
Jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Italia meningkat 627 dalam satu hari, menjadi 4.032 kasus.
Baca juga:&amp;nbsp;Pasien Meninggal Terbanyak Akibat Corona Berasal dari Jakarta
Baca juga:&amp;nbsp;158 Kasus Virus Corona, Kolombia Ambil Kebijakan Lockdown
Sedangkan jumlah total kasus virus corona di Italia naik menjadi 47.021 dari 41.035, meningkat 14,6%, kata Badan Perlindungan Sipil Ital.
Sebelumnya, rekaman memperlihatkan truk militer Italia mengangkut jenazah ke krematorium di luar daerah karena fasilitas lokal tidak dapat menampung lagi.
Sementara secara global, data dari pusat penelitian Universitas Johns Hopkins, pada Sabtu 21 Maret, virus corona menyebabkan lebih 11 ribu kematian, menginfeksi 275 ribu orang. Sedangkan 88 ribu orang dinyatakan sembuh.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;The first recovered COVID-19 patient in the province of Modena (Italy), a 95 yr old grandmother &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Some positive news amidst the chaos &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/HKSaCCJDzw&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/HKSaCCJDzw&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Siddharth | STAY HOME &amp;#127757; (@ssaig) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/ssaig/status/1241048170978848768?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;March 20, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang disebut SARS-CoV-2, yang terkait dengan virus yang menyebabkan Sindrom Pernafasan Akut Parah, tetapi tidak mematikan, dengan tingkat kematian sekitar tiga persen. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 80 persen pasien hanya mengalami &quot;penyakit ringan&quot; dan akhirnya sembuh.
WHO menambahkan bahwa sekitar 14 persen mengalami penyakit parah sementara lima persen sakit parah.
Penyakit ini menyebar melalui tetesan dari hidung atau mulut ketika orang yang terinfeksi virus batuk atau bersin. Untuk mencegah infeksi, pihak berwenang mendesak orang untuk melakukan mencuci tangan secara teratur, menutup mulut dan hidung mereka ketika batuk dan bersin, dan menghindari kontak dekat dengan mereka yang menunjukkan gejala pernapasan.
Gejala Covid-19 yang biasa dilaporkan adalah demam, batuk kering, dan sesak napas.
</content:encoded></item></channel></rss>
