<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RSHS Bandung Bantah Kabar Adanya Residen Anestesi Meninggal karena Corona</title><description>RSHS Bandung membantah kabar adanya residen anestesi meninggal karena corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/21/525/2186784/rshs-bandung-bantah-kabar-adanya-residen-anestesi-meninggal-karena-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/21/525/2186784/rshs-bandung-bantah-kabar-adanya-residen-anestesi-meninggal-karena-corona"/><item><title>RSHS Bandung Bantah Kabar Adanya Residen Anestesi Meninggal karena Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/21/525/2186784/rshs-bandung-bantah-kabar-adanya-residen-anestesi-meninggal-karena-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/21/525/2186784/rshs-bandung-bantah-kabar-adanya-residen-anestesi-meninggal-karena-corona</guid><pubDate>Sabtu 21 Maret 2020 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/21/525/2186784/rshs-bandung-bantah-kabar-adanya-residen-anestesi-meninggal-karena-corona-zqUsZvTpF8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. (Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/21/525/2186784/rshs-bandung-bantah-kabar-adanya-residen-anestesi-meninggal-karena-corona-zqUsZvTpF8.jpg</image><title>Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. (Dok Okezone.com)</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membantah kabar yang menyebutkan salah seorang mahasiswa kedokteran meninggal saat mengambil spesialis karena virus corona.

Kabar itu beredar dalam bentuk rekaman suara. Dalam rekaman itu juga disebutkan ada lima orang yang suspect corona.

&quot;Tidak benar ada residen anestesi yang meninggal karena Covid-19. Sampai saat ini tidak ada petugas kesehatan yang diisolasi dan tidak ada 5 yang suspect,&quot; kata Direktur Utama RSHS, dr R Nina Susana Dewi, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2020).

Nina menyebutkan, bagi petugas kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif, sesuai pedoman pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Kementerian Kesehatan, mereka tergolong dalam ODP (orang dalam pemantauan).

&quot;Mereka dijamin dan dipantau kesehatannya oleh manajemen RSHS. 10 orang petugas kesehatan telah dites Covid-19 dan seluruhnya negatif,&quot; ucapnya.



Mengenai pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal, pihak RSHS sudah menginformasikan kepada masyarakat melalui media massa.

&quot;Terkait pasien Covid-19 yang meninggal, sebagaimana karakteristik pasien positif yang meninggal di rumah sakit lain. Pasien di RSHS meninggal disebabkan adanya penyakit penyerta (commorbid),&quot; katanya.

RSHS telah memberlakukan pengelolaan hygiene sanitasi yang sesuai dengan standar sehingga menjamin keamanan dan keselamatan petugas dan masyarakat di lingkungan sekitar RSHS.

Baca Juga : Pekerja Migran Asal Cirebon Diminta Mematuhi Kebijakan Lockdown di Malaysia

&quot;Kami mohon agar selalu berhati-hati dalam menerima Informasi. Pastikan informasi yang didapat valid,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Pasien Positif Corona asal Purwakarta Dinyatakan Sembuh dan Dipulangkan


</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membantah kabar yang menyebutkan salah seorang mahasiswa kedokteran meninggal saat mengambil spesialis karena virus corona.

Kabar itu beredar dalam bentuk rekaman suara. Dalam rekaman itu juga disebutkan ada lima orang yang suspect corona.

&quot;Tidak benar ada residen anestesi yang meninggal karena Covid-19. Sampai saat ini tidak ada petugas kesehatan yang diisolasi dan tidak ada 5 yang suspect,&quot; kata Direktur Utama RSHS, dr R Nina Susana Dewi, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2020).

Nina menyebutkan, bagi petugas kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif, sesuai pedoman pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Kementerian Kesehatan, mereka tergolong dalam ODP (orang dalam pemantauan).

&quot;Mereka dijamin dan dipantau kesehatannya oleh manajemen RSHS. 10 orang petugas kesehatan telah dites Covid-19 dan seluruhnya negatif,&quot; ucapnya.



Mengenai pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal, pihak RSHS sudah menginformasikan kepada masyarakat melalui media massa.

&quot;Terkait pasien Covid-19 yang meninggal, sebagaimana karakteristik pasien positif yang meninggal di rumah sakit lain. Pasien di RSHS meninggal disebabkan adanya penyakit penyerta (commorbid),&quot; katanya.

RSHS telah memberlakukan pengelolaan hygiene sanitasi yang sesuai dengan standar sehingga menjamin keamanan dan keselamatan petugas dan masyarakat di lingkungan sekitar RSHS.

Baca Juga : Pekerja Migran Asal Cirebon Diminta Mematuhi Kebijakan Lockdown di Malaysia

&quot;Kami mohon agar selalu berhati-hati dalam menerima Informasi. Pastikan informasi yang didapat valid,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Pasien Positif Corona asal Purwakarta Dinyatakan Sembuh dan Dipulangkan


</content:encoded></item></channel></rss>
