<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petugas Rumah Sakit di Jateng Diminta Hitung Segala Kebutuhan APD</title><description>Petugas seluruh rumah sakit di Jawa Tengah diminta menghitung segala kebutuhan terkait alat pelindung diri (APD).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/23/512/2187553/petugas-rumah-sakit-di-jateng-diminta-hitung-segala-kebutuhan-apd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/23/512/2187553/petugas-rumah-sakit-di-jateng-diminta-hitung-segala-kebutuhan-apd"/><item><title>Petugas Rumah Sakit di Jateng Diminta Hitung Segala Kebutuhan APD</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/23/512/2187553/petugas-rumah-sakit-di-jateng-diminta-hitung-segala-kebutuhan-apd</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/23/512/2187553/petugas-rumah-sakit-di-jateng-diminta-hitung-segala-kebutuhan-apd</guid><pubDate>Senin 23 Maret 2020 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/23/512/2187553/petugas-rumah-sakit-di-jateng-diminta-hitung-segala-kebutuhan-apd-1lRKGU5JaS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi alat pelindung diri (APD). (Foto: Dok Okezone/M Aditya PP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/23/512/2187553/petugas-rumah-sakit-di-jateng-diminta-hitung-segala-kebutuhan-apd-1lRKGU5JaS.jpg</image><title>Ilustrasi alat pelindung diri (APD). (Foto: Dok Okezone/M Aditya PP)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh rumah sakit di sana menghitung segala kebutuhan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan. Terlebih lagi saat ini sebanyak 196 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di Jateng.
&quot;Berapa alat pelindung diri yang dibutuhkan. Kemudian ketika mereka melakukan pengecekan dengan swab gitu kira-kira berapa VTM (virus transport media) yang dibutuhkan, kemudian masker dan seterusnya, termasuk alat-alat yang dibutuhkan,&quot; kata Ganjar, Minggu 22 Maret 2020.
Baca juga:   APD Minim, Petugas Medis Sampai Kenakan Jas Hujan&amp;nbsp;
 
Dia menyampaikan, setelah diketahui jumlah kebutuhan APD maka akan dikomunikasikan dengan pemerintah. Selanjutnya pemerintah yang bakal memastikan ketersediaan APD sehingga petugas medis tetap fokus merawat pasien.
&quot;Semua rumah sakit kita minta menghitung, menyampaikan, kepada dinas kami dan kami akan mengikhtiarkan termasuk komunikasi dengan pusat, mencari pabrikannya, mencoba membeli di tempat-tempat yang lain atau mencarikan alternatif,&quot; bebernya.
Politikus PDIP ini pun meminta komunikasi tersebut terus dibangun antara rumah sakit dengan pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi. Sebab, sebelumnya tersiar kabar APD di rumah sakit kian menipis sehingga mengganggu kinerja petugas medis.
Baca juga:   Murid PAUD hingga SMP di Jambi Kembali Diliburkan untuk Cegah Corona&amp;nbsp;
 
&quot;Kenapa ini saya sampaikan seringkali yang seperti ini muncul ke permukaan. Umpama kemudian orang teriak-teriak kami enggak punya alat pelindung diri, tolong pemerintah sediakan,&quot; ungkapnya.
&quot;Saya minta seluruh rumah sakit di Jateng disiplin komunikasi. Jangan teriak-teriak kurang dan membuat masyarakat khawatir,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh rumah sakit di sana menghitung segala kebutuhan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan. Terlebih lagi saat ini sebanyak 196 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di Jateng.
&quot;Berapa alat pelindung diri yang dibutuhkan. Kemudian ketika mereka melakukan pengecekan dengan swab gitu kira-kira berapa VTM (virus transport media) yang dibutuhkan, kemudian masker dan seterusnya, termasuk alat-alat yang dibutuhkan,&quot; kata Ganjar, Minggu 22 Maret 2020.
Baca juga:   APD Minim, Petugas Medis Sampai Kenakan Jas Hujan&amp;nbsp;
 
Dia menyampaikan, setelah diketahui jumlah kebutuhan APD maka akan dikomunikasikan dengan pemerintah. Selanjutnya pemerintah yang bakal memastikan ketersediaan APD sehingga petugas medis tetap fokus merawat pasien.
&quot;Semua rumah sakit kita minta menghitung, menyampaikan, kepada dinas kami dan kami akan mengikhtiarkan termasuk komunikasi dengan pusat, mencari pabrikannya, mencoba membeli di tempat-tempat yang lain atau mencarikan alternatif,&quot; bebernya.
Politikus PDIP ini pun meminta komunikasi tersebut terus dibangun antara rumah sakit dengan pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi. Sebab, sebelumnya tersiar kabar APD di rumah sakit kian menipis sehingga mengganggu kinerja petugas medis.
Baca juga:   Murid PAUD hingga SMP di Jambi Kembali Diliburkan untuk Cegah Corona&amp;nbsp;
 
&quot;Kenapa ini saya sampaikan seringkali yang seperti ini muncul ke permukaan. Umpama kemudian orang teriak-teriak kami enggak punya alat pelindung diri, tolong pemerintah sediakan,&quot; ungkapnya.
&quot;Saya minta seluruh rumah sakit di Jateng disiplin komunikasi. Jangan teriak-teriak kurang dan membuat masyarakat khawatir,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
