<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RSUD Moewardi Produksi APD, Ganjar: Jangan Repotkan Pemerintah Pusat</title><description>Ganjar meminta pemerintah daerah berinovasi mengatasi permasalahan pandemi corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/23/512/2187595/rsud-moewardi-produksi-apd-ganjar-jangan-repotkan-pemerintah-pusat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/23/512/2187595/rsud-moewardi-produksi-apd-ganjar-jangan-repotkan-pemerintah-pusat"/><item><title>RSUD Moewardi Produksi APD, Ganjar: Jangan Repotkan Pemerintah Pusat</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/23/512/2187595/rsud-moewardi-produksi-apd-ganjar-jangan-repotkan-pemerintah-pusat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/23/512/2187595/rsud-moewardi-produksi-apd-ganjar-jangan-repotkan-pemerintah-pusat</guid><pubDate>Senin 23 Maret 2020 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/23/512/2187595/rsud-moewardi-produksi-apd-ganjar-jangan-repotkan-pemerintah-pusat-jw7lQDEOJG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RSUD Moewardi produksi alat pelindung diri (APD). (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/23/512/2187595/rsud-moewardi-produksi-apd-ganjar-jangan-repotkan-pemerintah-pusat-jw7lQDEOJG.jpg</image><title>RSUD Moewardi produksi alat pelindung diri (APD). (Ist)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua pihak berinovasi untuk mengatasi permasalahan di daerah terkait pandemi virus corona (Covid-19), termasuk untuk mengatasi kelangkaan alat pelindung diri (APD).

Pemprov Jateng membuat APD untuk mengatasi kelangkaan di tengah pandemi corona. Dengan menggunakan bahan standar pabrikan yakni polypropylene spundbound, RSUD Moewardi mampu memproduksi 200-250 APD yang dapat digunakan untuk para tenaga medis merawat pasien corona.

&quot;Kami kemudian berinovasi mencari bahan seperti yang dibuat pabrikan. RSUD Moewardi berhasil membuat inovasi dan kreativitas dengan membuat APD sendiri yang hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah,&quot; tutur Ganjar, Senin (23/3/2020).


&quot;Kalau bisa pemerintah daerah membantu pusat, jangan hanya membebani pusat. Harus kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah sendiri. Yakinlah, dengan doa, ketekunan dan kemauan, semua pasti ada jalan,&quot; kata Ganjar.&amp;nbsp;



Menurut dia, sudah saatnya pemerintah daerah berusaha berinovasi dan berkreasi untuk menangani penyebaran virus corona. Menurutnya, pemerintah daerah hanya mengandalkan pemerintah pusat dan sebatas berpangku tangan.

&quot;Sekali lagi jangan merepotkan pemerintah, tapi mari daerah berinovasi, berkreasi, untuk membantu. Setiap usaha, ikhtiar, yang sungguh-sungguh dengan doa yang tulus, yang ikhlas, selalu ada solusi yang bisa kita carikan,&quot; katanya.

Baca Juga : Atasi Kelangkaan, RS Moewardi Solo Produksi APD Seharga Rp50.000

Dengan terpecahkannya masalah kekurangan APD, saat ini pihaknya sedang berusaha mencari terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan masker. Sementara persoalan hand sanitizer, beberapa perusahaan dan pelajar sudah menemukan cara pembuatannya sehingga dapat dipenuhi.

&quot;Tinggal satu lagi PR-nya hari ini kita lagi mau mengecek ke pabrik masker untuk kita melihat persediaannya,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Petugas Rumah Sakit di Jateng Diminta Hitung Segala Kebutuhan APD




</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua pihak berinovasi untuk mengatasi permasalahan di daerah terkait pandemi virus corona (Covid-19), termasuk untuk mengatasi kelangkaan alat pelindung diri (APD).

Pemprov Jateng membuat APD untuk mengatasi kelangkaan di tengah pandemi corona. Dengan menggunakan bahan standar pabrikan yakni polypropylene spundbound, RSUD Moewardi mampu memproduksi 200-250 APD yang dapat digunakan untuk para tenaga medis merawat pasien corona.

&quot;Kami kemudian berinovasi mencari bahan seperti yang dibuat pabrikan. RSUD Moewardi berhasil membuat inovasi dan kreativitas dengan membuat APD sendiri yang hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah,&quot; tutur Ganjar, Senin (23/3/2020).


&quot;Kalau bisa pemerintah daerah membantu pusat, jangan hanya membebani pusat. Harus kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah sendiri. Yakinlah, dengan doa, ketekunan dan kemauan, semua pasti ada jalan,&quot; kata Ganjar.&amp;nbsp;



Menurut dia, sudah saatnya pemerintah daerah berusaha berinovasi dan berkreasi untuk menangani penyebaran virus corona. Menurutnya, pemerintah daerah hanya mengandalkan pemerintah pusat dan sebatas berpangku tangan.

&quot;Sekali lagi jangan merepotkan pemerintah, tapi mari daerah berinovasi, berkreasi, untuk membantu. Setiap usaha, ikhtiar, yang sungguh-sungguh dengan doa yang tulus, yang ikhlas, selalu ada solusi yang bisa kita carikan,&quot; katanya.

Baca Juga : Atasi Kelangkaan, RS Moewardi Solo Produksi APD Seharga Rp50.000

Dengan terpecahkannya masalah kekurangan APD, saat ini pihaknya sedang berusaha mencari terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan masker. Sementara persoalan hand sanitizer, beberapa perusahaan dan pelajar sudah menemukan cara pembuatannya sehingga dapat dipenuhi.

&quot;Tinggal satu lagi PR-nya hari ini kita lagi mau mengecek ke pabrik masker untuk kita melihat persediaannya,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Petugas Rumah Sakit di Jateng Diminta Hitung Segala Kebutuhan APD




</content:encoded></item></channel></rss>
