<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Corona, Polisi Bubarkan Santri Nongkrong di Mal Jambi</title><description>Petugas menemukan lima santri pondok pesantren yang nongkrong santai di sebuah mal kawasan Pasar, Kota Jambi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/24/340/2188335/pandemi-corona-polisi-bubarkan-santri-nongkrong-di-mal-jambi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/24/340/2188335/pandemi-corona-polisi-bubarkan-santri-nongkrong-di-mal-jambi"/><item><title>Pandemi Corona, Polisi Bubarkan Santri Nongkrong di Mal Jambi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/24/340/2188335/pandemi-corona-polisi-bubarkan-santri-nongkrong-di-mal-jambi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/24/340/2188335/pandemi-corona-polisi-bubarkan-santri-nongkrong-di-mal-jambi</guid><pubDate>Selasa 24 Maret 2020 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/24/340/2188335/pandemi-corona-polisi-bubarkan-santri-nongkrong-di-mal-jambi-OmEtmh60E0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kampanye kompak lawan corona. (Ilustrasi/Okezone.com/Heru Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/24/340/2188335/pandemi-corona-polisi-bubarkan-santri-nongkrong-di-mal-jambi-OmEtmh60E0.jpg</image><title>Kampanye kompak lawan corona. (Ilustrasi/Okezone.com/Heru Haryono)</title></images><description>JAMBI &amp;ndash; Gegana Satuan Brimob Polda Jambi patroli untuk menyisir warga yang berkerumun. Hal ini berdasarkan maklumat Kapolri tentang warga dilarang berkumpul guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Petugas menemukan lima santri pondok pesantren yang nongkrong santai di sebuah mal kawasan Pasar, Kota Jambi.

Melihat itu, Danden Gegana Satbrimob Polda Jambi AKBP Beridiansyah yang sedang menyemprot disinfektan untuk membasmi virus corona bersama anggotanya langsung menghampiri mereka.

Mulanya, mereka hendak kabur melihat sejumlah polisi menghampirinya, tapi dicegah anggota Brimob Polda Jambi.



Beridiansyah kemudian menegur santri tersebut. &quot;Kalian dari mana? Kok duduk ramai-ramai. Tahu dak ada bahaya virus corona?&quot;

Salah seorang santri menjawab bahwa mereka lagi libur. &quot;Kami lagi libur. Kami dari santri di pondok pesantren seberang,&quot; ujarnya singkat.

Usai diberikan pengarahan, akhirnya mereka mengerti akan bahayanya virus corona itu. Tanpa ada pemaksaan, sejumlah santri tersebut langsung membubarkan diri.

Baca Juga : RSUD Pangkalan Bun Isolasi 8 PDP Virus Corona

&quot;Kita tidak ingin di saat pemerintah mengimbau dilarang berkumpul, ada masyarakat yang masih berkumpul. Makanya, kita berikan pengertian yang baik,&quot; ucap Beridiansyah.

Baca Juga : Tiga WNI dan 1 WNA Masuk ODP Corona di Raja Ampat


</description><content:encoded>JAMBI &amp;ndash; Gegana Satuan Brimob Polda Jambi patroli untuk menyisir warga yang berkerumun. Hal ini berdasarkan maklumat Kapolri tentang warga dilarang berkumpul guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Petugas menemukan lima santri pondok pesantren yang nongkrong santai di sebuah mal kawasan Pasar, Kota Jambi.

Melihat itu, Danden Gegana Satbrimob Polda Jambi AKBP Beridiansyah yang sedang menyemprot disinfektan untuk membasmi virus corona bersama anggotanya langsung menghampiri mereka.

Mulanya, mereka hendak kabur melihat sejumlah polisi menghampirinya, tapi dicegah anggota Brimob Polda Jambi.



Beridiansyah kemudian menegur santri tersebut. &quot;Kalian dari mana? Kok duduk ramai-ramai. Tahu dak ada bahaya virus corona?&quot;

Salah seorang santri menjawab bahwa mereka lagi libur. &quot;Kami lagi libur. Kami dari santri di pondok pesantren seberang,&quot; ujarnya singkat.

Usai diberikan pengarahan, akhirnya mereka mengerti akan bahayanya virus corona itu. Tanpa ada pemaksaan, sejumlah santri tersebut langsung membubarkan diri.

Baca Juga : RSUD Pangkalan Bun Isolasi 8 PDP Virus Corona

&quot;Kita tidak ingin di saat pemerintah mengimbau dilarang berkumpul, ada masyarakat yang masih berkumpul. Makanya, kita berikan pengertian yang baik,&quot; ucap Beridiansyah.

Baca Juga : Tiga WNI dan 1 WNA Masuk ODP Corona di Raja Ampat


</content:encoded></item></channel></rss>
