<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Covid-19, Dokter di Medan Hentikan Seluruh Layanan Operasi Terjadwal</title><description>Sejumlah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara menghentikan sementara layanan operasi terjadwal untuk pasien mereka</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/24/608/2188249/pandemi-covid-19-dokter-di-medan-hentikan-seluruh-layanan-operasi-terjadwal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/24/608/2188249/pandemi-covid-19-dokter-di-medan-hentikan-seluruh-layanan-operasi-terjadwal"/><item><title>Pandemi Covid-19, Dokter di Medan Hentikan Seluruh Layanan Operasi Terjadwal</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/24/608/2188249/pandemi-covid-19-dokter-di-medan-hentikan-seluruh-layanan-operasi-terjadwal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/24/608/2188249/pandemi-covid-19-dokter-di-medan-hentikan-seluruh-layanan-operasi-terjadwal</guid><pubDate>Selasa 24 Maret 2020 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/24/608/2188249/pandemi-covid-19-dokter-di-medan-hentikan-seluruh-layanan-operasi-terjadwal-HTg8enCzx4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/24/608/2188249/pandemi-covid-19-dokter-di-medan-hentikan-seluruh-layanan-operasi-terjadwal-HTg8enCzx4.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>MEDAN - Sejumlah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara menghentikan sementara layanan operasi terjadwal untuk pasien mereka. Akibatnya, banyak pasien yang sudah dijadwalkan mendapat tindakan operasi, terpaksa mengalami penundaan.
Penghentian layanan ini merupakan dampak dari keluarnya surat edaran kolegium dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang meminta penghentian kegiatan operasi sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Hal itu dibenarkan Ketua IDI Medan, dr. Ramlan Sitompil, SP.THT-KL.
&quot;Karena telah terjadi pandemi Covid-19, maka seluruh pasien yang direncanakan untuk tindakan operasi, agar ditunda. Tetapi untuk seluruh kasus yang bersifat emergency (gawat darurat) tetap dilayani dengan melakukan operasi,&quot; ucap Dokter Ramlan kepada Okezone di Medan, Selasa (24/3/2020)
Dia mengklaim belum ada keputusan pasti sampai kapan penghentian layanan atau penundaan operasi ini dilakukan.
&quot;Sampai ada keputusan dunia internasional atau pemerintah bahwa negara kita aman dari Covid-19. Tapi intinya, pasien yang direncanakan (sudah dipersiapkan operasi) tetap bisa berkomunikasi dengan dokter bila sewaktu-waktu ada hal mendesak dengan kesehatannya untuk pertimbangan operasi segera. Ini dilakukan untuk kebaikan bersama,&quot; paparnya.
Kondisi ini disesalkan oleh sejumlah pasien. Ebina Rahma, salah seorang pasien yang sudah dijadwalkan untuk menjalani operasi pada hari ini, terpaksa batal. Padahal operasi itu menurutnya sangat mendesak.&quot;Ya, kecewa juga sebenarnya. Karena tidak ada sosialisasi sebelumnya. Saya hari ini harusnya operasi dan tiba-tiba dibatalkan karena katanya ada surat edaran penghentian operasi. Padahal kata dokter, saya harusnya segera mendapat tindakan operasi,&quot; keluh dia.
Dirinya berharap, pemerintah dan IDI dapat segera mencari solusi konkret bagi para pasien seperti mereka. Tujuannya, agar penanganan kesehatan mereka dapat kembali dilanjutkan.
&quot;Kita harap segera ada kepastian kapan kita akan dioperasi. Dengan kondisi tidak pasti seperti sekarang, kita yang lagi sakit ini kan jadi makin kepikiran. Tentunya ini membuat kita makin tidak sehat. Semoga lah segera ada solusi,&quot; katanya mengakhiri.</description><content:encoded>MEDAN - Sejumlah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara menghentikan sementara layanan operasi terjadwal untuk pasien mereka. Akibatnya, banyak pasien yang sudah dijadwalkan mendapat tindakan operasi, terpaksa mengalami penundaan.
Penghentian layanan ini merupakan dampak dari keluarnya surat edaran kolegium dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang meminta penghentian kegiatan operasi sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Hal itu dibenarkan Ketua IDI Medan, dr. Ramlan Sitompil, SP.THT-KL.
&quot;Karena telah terjadi pandemi Covid-19, maka seluruh pasien yang direncanakan untuk tindakan operasi, agar ditunda. Tetapi untuk seluruh kasus yang bersifat emergency (gawat darurat) tetap dilayani dengan melakukan operasi,&quot; ucap Dokter Ramlan kepada Okezone di Medan, Selasa (24/3/2020)
Dia mengklaim belum ada keputusan pasti sampai kapan penghentian layanan atau penundaan operasi ini dilakukan.
&quot;Sampai ada keputusan dunia internasional atau pemerintah bahwa negara kita aman dari Covid-19. Tapi intinya, pasien yang direncanakan (sudah dipersiapkan operasi) tetap bisa berkomunikasi dengan dokter bila sewaktu-waktu ada hal mendesak dengan kesehatannya untuk pertimbangan operasi segera. Ini dilakukan untuk kebaikan bersama,&quot; paparnya.
Kondisi ini disesalkan oleh sejumlah pasien. Ebina Rahma, salah seorang pasien yang sudah dijadwalkan untuk menjalani operasi pada hari ini, terpaksa batal. Padahal operasi itu menurutnya sangat mendesak.&quot;Ya, kecewa juga sebenarnya. Karena tidak ada sosialisasi sebelumnya. Saya hari ini harusnya operasi dan tiba-tiba dibatalkan karena katanya ada surat edaran penghentian operasi. Padahal kata dokter, saya harusnya segera mendapat tindakan operasi,&quot; keluh dia.
Dirinya berharap, pemerintah dan IDI dapat segera mencari solusi konkret bagi para pasien seperti mereka. Tujuannya, agar penanganan kesehatan mereka dapat kembali dilanjutkan.
&quot;Kita harap segera ada kepastian kapan kita akan dioperasi. Dengan kondisi tidak pasti seperti sekarang, kita yang lagi sakit ini kan jadi makin kepikiran. Tentunya ini membuat kita makin tidak sehat. Semoga lah segera ada solusi,&quot; katanya mengakhiri.</content:encoded></item></channel></rss>
