<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Warning, Tunda Resepsi Pernikahan Demi Selamatkan Banyak Warga   </title><description>Melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah, perlu disikapi serius oleh semua pihak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/25/512/2189004/warning-tunda-resepsi-pernikahan-demi-selamatkan-banyak-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/25/512/2189004/warning-tunda-resepsi-pernikahan-demi-selamatkan-banyak-warga"/><item><title> Warning, Tunda Resepsi Pernikahan Demi Selamatkan Banyak Warga   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/25/512/2189004/warning-tunda-resepsi-pernikahan-demi-selamatkan-banyak-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/25/512/2189004/warning-tunda-resepsi-pernikahan-demi-selamatkan-banyak-warga</guid><pubDate>Rabu 25 Maret 2020 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/25/512/2189004/warning-tunda-resepsi-pernikahan-demi-selamatkan-banyak-warga-NsodFurJGT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/25/512/2189004/warning-tunda-resepsi-pernikahan-demi-selamatkan-banyak-warga-NsodFurJGT.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah, perlu disikapi serius oleh semua pihak. Masyarakat kembali diminta menghindari kerumunan, termasuk menunda resepsi pernikahan karena berpotensi mengumpulkan banyak orang.

&amp;ldquo;Berikan edukasi warga untuk menunda setiap bentuk aktivitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan,&amp;rdquo; kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (25/3/2020).

&amp;ldquo;Ingat petunjuk para ulama,&amp;rdquo; lugas dia.

Politikus PDIP itu pun meminta para kepala daerah di Jawa Tengah untuk lebih serius menanggulangi pademi corona. Tempat-tempat wisata atau taman yang banyak dikunjungi warga, untuk sementara ditutup agar tak semakin banyak penularan Covid-19.

&amp;ldquo;Para kepala daerah juga harus lebih ketat dalam mengimbau masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan. Silakan membatasi pergerakan atau bahkan menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai, dan sebagainya,&amp;rdquo; tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah melonjak dua kali lipat dari sebelumnya. Dari semula hanya 19 orang, menjadi 38 orang. Di antaranya 34 orang masih dirawat di rumah sakit dan 4 orang meninggal dunia.

&amp;ldquo;Hari ini Rabu 25 Maret saya sampaikan update Corona di Jawa Tengah. Sampai pukul 17.30 WIB ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 19 orang,&amp;rdquo; kata Ganjar Pranowo.

34 pasien yang dirawat akibat terpapar Covid-19 yakni 4 di RS Dr. Moewardi Solo, 7 di RS Dr. Kariadi Semarang, 1 di RS Tidar Magelang, 3 di RS Telogorejo Semarang, 5 di Rumah Sakit Wongso Negoro Semarang, 1 di RSUD Kraton Pekalongan, 1 di RS Margono Purwokerto, 3 di RSUD Banyumas, 1 di RSUD Kardinah Tegal, 2 di RSU dr. Soedjono Magelang, 1 di RSUD Cilacap, 1 di RSUD Setjonegoro Wonosobo, 1 di RSUD dr. Soediran MS Wonogiri, dan 3 di RSUD dr. R. G. Taroenadibrata Purbalingga.

Sedangkan 4 kasus meninggal dunia akibat Covid-19 yakni 3 di RS Dr. Moewardi Solo dan 1 di RS Dr. Kariadi Semarang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.858 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 257 orang.
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah, perlu disikapi serius oleh semua pihak. Masyarakat kembali diminta menghindari kerumunan, termasuk menunda resepsi pernikahan karena berpotensi mengumpulkan banyak orang.

&amp;ldquo;Berikan edukasi warga untuk menunda setiap bentuk aktivitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan,&amp;rdquo; kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (25/3/2020).

&amp;ldquo;Ingat petunjuk para ulama,&amp;rdquo; lugas dia.

Politikus PDIP itu pun meminta para kepala daerah di Jawa Tengah untuk lebih serius menanggulangi pademi corona. Tempat-tempat wisata atau taman yang banyak dikunjungi warga, untuk sementara ditutup agar tak semakin banyak penularan Covid-19.

&amp;ldquo;Para kepala daerah juga harus lebih ketat dalam mengimbau masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan. Silakan membatasi pergerakan atau bahkan menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai, dan sebagainya,&amp;rdquo; tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah melonjak dua kali lipat dari sebelumnya. Dari semula hanya 19 orang, menjadi 38 orang. Di antaranya 34 orang masih dirawat di rumah sakit dan 4 orang meninggal dunia.

&amp;ldquo;Hari ini Rabu 25 Maret saya sampaikan update Corona di Jawa Tengah. Sampai pukul 17.30 WIB ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 19 orang,&amp;rdquo; kata Ganjar Pranowo.

34 pasien yang dirawat akibat terpapar Covid-19 yakni 4 di RS Dr. Moewardi Solo, 7 di RS Dr. Kariadi Semarang, 1 di RS Tidar Magelang, 3 di RS Telogorejo Semarang, 5 di Rumah Sakit Wongso Negoro Semarang, 1 di RSUD Kraton Pekalongan, 1 di RS Margono Purwokerto, 3 di RSUD Banyumas, 1 di RSUD Kardinah Tegal, 2 di RSU dr. Soedjono Magelang, 1 di RSUD Cilacap, 1 di RSUD Setjonegoro Wonosobo, 1 di RSUD dr. Soediran MS Wonogiri, dan 3 di RSUD dr. R. G. Taroenadibrata Purbalingga.

Sedangkan 4 kasus meninggal dunia akibat Covid-19 yakni 3 di RS Dr. Moewardi Solo dan 1 di RS Dr. Kariadi Semarang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.858 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 257 orang.
</content:encoded></item></channel></rss>
