<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Corona, Yunani Disarankan Evakuasi Pencari Suaka dari Kamp Pengungsian</title><description>Risiko penyebaran virus menjadi nyata setelah adanya temuan kasus positif corona di Pulau Lesbos.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/26/18/2189558/pandemi-corona-yunani-disarankan-evakuasi-pencari-suaka-dari-kamp-pengungsian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/26/18/2189558/pandemi-corona-yunani-disarankan-evakuasi-pencari-suaka-dari-kamp-pengungsian"/><item><title>Pandemi Corona, Yunani Disarankan Evakuasi Pencari Suaka dari Kamp Pengungsian</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/26/18/2189558/pandemi-corona-yunani-disarankan-evakuasi-pencari-suaka-dari-kamp-pengungsian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/26/18/2189558/pandemi-corona-yunani-disarankan-evakuasi-pencari-suaka-dari-kamp-pengungsian</guid><pubDate>Kamis 26 Maret 2020 20:52 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/26/18/2189558/pandemi-corona-yunani-disarankan-evakuasi-pencari-suaka-dari-kamp-pengungsian-TeR7LfspWO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak-anak rentan tertular virus corona di kamp pengungsian (Foto: Wikimedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/26/18/2189558/pandemi-corona-yunani-disarankan-evakuasi-pencari-suaka-dari-kamp-pengungsian-TeR7LfspWO.jpg</image><title>Anak-anak rentan tertular virus corona di kamp pengungsian (Foto: Wikimedia)</title></images><description>BRUSSELS - Uni Eropa memenrintahkan proses evakuasi segera kepada pengungsi migran pencari suaka dalam kamp padat di seluruh wilayah Yunani. Kebijakan itu dikeluarkan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (COVID-19) lebih luas di antara para pengungsi penghuni kamp tersebut.

Saran untuk melakukan evakuasi disuarakan Komite kebebasan sipil, keadilan, dan kesejahteraan di Parlemen Uni Eropa yang menyebutnya sebagai langkah darurat. Terlebih  para pencari suaka turut memiliki risiko menjadi korban meninggal akibat wabah pandemi corona ini.

Risiko penyebaran itu menjadi nyata setelah adanya temuan kasus positif corona di Pulau Lesbos, salah satu pulau dengan kamp pengungsian migran terpadat di Yunani. Pasien yang positof tertular itu diketahui seorang wanita warga negara Yunani, sekaligus menjadi temuan perdana di wilayah Lesbos.

&quot;Kondisi sebagian besar kamp tersebut memprihatinkan dari segi kesehatan, dengan minimnya dukungan fasilitas penunjang hidup layak untuk ditinggali dalam jangka waktu panjang,&quot; kata anggota parlemen Uni Eropa asal Spanyol, Juan Fernando Lopez Aguilar, seperti dilansir dari laman Guardian.

Terbatasnya fasilitas dalam kamp pengungsian itu menyebabkan para pencari suaka kesulitan untuk menerapkan prinsip hidup sehat untuk menangkal pandemi memasuki fasilitas itu. Apalagi, untuk menjalankan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menghindari penularan virus COVID-19 dengan melakukan pembatasan sosial (social distancing) atau kontak fisik (physical distancing).</description><content:encoded>BRUSSELS - Uni Eropa memenrintahkan proses evakuasi segera kepada pengungsi migran pencari suaka dalam kamp padat di seluruh wilayah Yunani. Kebijakan itu dikeluarkan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (COVID-19) lebih luas di antara para pengungsi penghuni kamp tersebut.

Saran untuk melakukan evakuasi disuarakan Komite kebebasan sipil, keadilan, dan kesejahteraan di Parlemen Uni Eropa yang menyebutnya sebagai langkah darurat. Terlebih  para pencari suaka turut memiliki risiko menjadi korban meninggal akibat wabah pandemi corona ini.

Risiko penyebaran itu menjadi nyata setelah adanya temuan kasus positif corona di Pulau Lesbos, salah satu pulau dengan kamp pengungsian migran terpadat di Yunani. Pasien yang positof tertular itu diketahui seorang wanita warga negara Yunani, sekaligus menjadi temuan perdana di wilayah Lesbos.

&quot;Kondisi sebagian besar kamp tersebut memprihatinkan dari segi kesehatan, dengan minimnya dukungan fasilitas penunjang hidup layak untuk ditinggali dalam jangka waktu panjang,&quot; kata anggota parlemen Uni Eropa asal Spanyol, Juan Fernando Lopez Aguilar, seperti dilansir dari laman Guardian.

Terbatasnya fasilitas dalam kamp pengungsian itu menyebabkan para pencari suaka kesulitan untuk menerapkan prinsip hidup sehat untuk menangkal pandemi memasuki fasilitas itu. Apalagi, untuk menjalankan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menghindari penularan virus COVID-19 dengan melakukan pembatasan sosial (social distancing) atau kontak fisik (physical distancing).</content:encoded></item></channel></rss>
