<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Corona, Cukupkah Hanya Social Distancing?</title><description>Apakah langkah social distancing sudah cukup menangkal persebaran virus corona?</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/27/512/2189698/atasi-corona-cukupkah-hanya-social-distancing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/27/512/2189698/atasi-corona-cukupkah-hanya-social-distancing"/><item><title>Atasi Corona, Cukupkah Hanya Social Distancing?</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/27/512/2189698/atasi-corona-cukupkah-hanya-social-distancing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/27/512/2189698/atasi-corona-cukupkah-hanya-social-distancing</guid><pubDate>Jum'at 27 Maret 2020 09:23 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/27/512/2189698/atasi-corona-cukupkah-hanya-social-distancing-jlmsPWKsMl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi masyarakat antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/27/512/2189698/atasi-corona-cukupkah-hanya-social-distancing-jlmsPWKsMl.jpg</image><title>Ilustrasi masyarakat antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Pembatasan sosial atau social distancing selalu diserukan sebagai langkah ampuh untuk melawan penyebaran corona virus disease atau covid-19. Di Jawa Tengah, gerakan ini juga terus disampaikan oleh berbagai kalangan, mulai pemerintah hingga tokoh masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai social distancing sangat efektif menekan angka penyebaran virus corona. Namun dalam praktiknya, masyarakat banyak yang belum mematuhi dan keluar rumah untuk hal-hal tak penting.
&quot;Kalau itu dilakukan disiplin cukup banget. Problemnya kan disiplinnya masih kurang, maka tindakannya harus meningkat,&quot; kata Ganjar kepada wartawan, Kamis 26 Maret 2020.
&quot;Maka di Jawa Tengah, TNI-Polri turun sekarang,&quot; imbuhnya.
Politikus PDIP ini kembali meminta masyarakat berdiam diri di rumah sembari menemani anak-anak belajar.
Terkait kegiatan keagamaan, lanjut dia, MUI Jateng juga baru saja mengeluarkan tausiah meniadakan Salat Jumat pada Jumat 27 Maret 2020 akibat darurat virus corona.
&quot;Ayo semuanya jangan berkumpul, dan ini penting untuk masyarakat mengamankan diri,&quot; pintanya.
&quot;Lalu para tokoh agama juga kita minta bagaimana cara beribadah yang nyaman, yang tidak terganggu, tapi tanpa ada kerumunan. Ini kita komunikasikan, alhamdulillah mereka membantu ini. Ini gerakan yang saya katakan harus lebih masif dan lebih tegas lagi,&quot; jelasnya.

Sebelumnya MUI Jawa Tengah mengeluarkan tausiah tentang penyelenggaraan ibadah di masjid dalam situasi darurat covid-19. Langkah ini sebagai upaya mencegah penularan corona virus disease atau Covid-19.
Terdapat empat poin utama dalam tausiah yang ditujukan kepada pengelola masjid tersebut, yakni:
1. Pengelola masjid dan segenap umat Islam Jawa Tengah untuk tidak menyelenggarakan Salat Jumat pada 27 Maret 2020 dan para jamaah menggantinya dengan melaksanakan Salat Zuhur di kediaman masing-masing.
2. Pengelola masjid tidak menyelenggarakan jamaah salat rawatib/jamaah salat lima waktu.
3. Tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan orang banyak, baik di masjid atau di tempat lain.
4. Pelaksanaan Salat Jumat selanjutnya akan dikeluarkan tausiah berikutnya sesuai perkembangan situasi.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Pembatasan sosial atau social distancing selalu diserukan sebagai langkah ampuh untuk melawan penyebaran corona virus disease atau covid-19. Di Jawa Tengah, gerakan ini juga terus disampaikan oleh berbagai kalangan, mulai pemerintah hingga tokoh masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai social distancing sangat efektif menekan angka penyebaran virus corona. Namun dalam praktiknya, masyarakat banyak yang belum mematuhi dan keluar rumah untuk hal-hal tak penting.
&quot;Kalau itu dilakukan disiplin cukup banget. Problemnya kan disiplinnya masih kurang, maka tindakannya harus meningkat,&quot; kata Ganjar kepada wartawan, Kamis 26 Maret 2020.
&quot;Maka di Jawa Tengah, TNI-Polri turun sekarang,&quot; imbuhnya.
Politikus PDIP ini kembali meminta masyarakat berdiam diri di rumah sembari menemani anak-anak belajar.
Terkait kegiatan keagamaan, lanjut dia, MUI Jateng juga baru saja mengeluarkan tausiah meniadakan Salat Jumat pada Jumat 27 Maret 2020 akibat darurat virus corona.
&quot;Ayo semuanya jangan berkumpul, dan ini penting untuk masyarakat mengamankan diri,&quot; pintanya.
&quot;Lalu para tokoh agama juga kita minta bagaimana cara beribadah yang nyaman, yang tidak terganggu, tapi tanpa ada kerumunan. Ini kita komunikasikan, alhamdulillah mereka membantu ini. Ini gerakan yang saya katakan harus lebih masif dan lebih tegas lagi,&quot; jelasnya.

Sebelumnya MUI Jawa Tengah mengeluarkan tausiah tentang penyelenggaraan ibadah di masjid dalam situasi darurat covid-19. Langkah ini sebagai upaya mencegah penularan corona virus disease atau Covid-19.
Terdapat empat poin utama dalam tausiah yang ditujukan kepada pengelola masjid tersebut, yakni:
1. Pengelola masjid dan segenap umat Islam Jawa Tengah untuk tidak menyelenggarakan Salat Jumat pada 27 Maret 2020 dan para jamaah menggantinya dengan melaksanakan Salat Zuhur di kediaman masing-masing.
2. Pengelola masjid tidak menyelenggarakan jamaah salat rawatib/jamaah salat lima waktu.
3. Tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan orang banyak, baik di masjid atau di tempat lain.
4. Pelaksanaan Salat Jumat selanjutnya akan dikeluarkan tausiah berikutnya sesuai perkembangan situasi.</content:encoded></item></channel></rss>
