<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gubernur Jateng Bantah Kota Tegal Lockdown   </title><description>Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, bahwa yang terjadi di Tegal tidak seseram seperti yang diberitakan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/27/512/2189877/gubernur-jateng-bantah-kota-tegal-lockdown</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/27/512/2189877/gubernur-jateng-bantah-kota-tegal-lockdown"/><item><title> Gubernur Jateng Bantah Kota Tegal Lockdown   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/27/512/2189877/gubernur-jateng-bantah-kota-tegal-lockdown</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/27/512/2189877/gubernur-jateng-bantah-kota-tegal-lockdown</guid><pubDate>Jum'at 27 Maret 2020 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/27/512/2189877/gubernur-jateng-bantah-kota-tegal-lockdown-97rYm1Fdhk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/27/512/2189877/gubernur-jateng-bantah-kota-tegal-lockdown-97rYm1Fdhk.jpg</image><title>Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (foto: Okezone.com)</title></images><description>SEMARANG - Masyarakat Jawa Tengah digegerkan dengan keputusan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono yang menetapkan status daerahnya menjadi local lockdown. Keputusan itu diambil usai adanya pasien yang positif corona di daerah tersebut.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, bahwa yang terjadi di Tegal tidak seseram seperti yang diberitakan. Dirinya sudah konfirmasi langsung kepada Wakil Wali Kota Tegal terkait keputusan yang diambil.

&quot;Saya sudah klarifikasi, sudah ada penjelasan soal itu. Intinya itu bukan lockdown, hanya isolasi terbatas agar masyarakat tidak bergerak bebas. Sampai tingkat itu saja,&quot; tegas Ganjar ditemui usai mengecek rapid test di gudang Dinkes Jateng, Jumat (27/3/2020).
&amp;nbsp;
Ganjar menerangkan, awalnya kebijakan itu diambil karena ada pasien positif corona di Tegal. Wali Kota beserta jajarannya merespons dengan baik, yang intinya membatasi gerak masyarakat dan mengurangi kerumunan.

&quot;Maka saat itu dilakukanlah apa yang dikatakan local lockdown. Di mana itu, kata mereka di alun-alun karena di sana banyak masyarakat berkerumun,&quot; terangnya.

Karena masyarakat masih tetap banyak yang berkerumun, Pemkot Tegal menaikkan lagi statusnya dengan menutup sejumlah objek wisata dan tempat hiburan. Namun tetap saja, masyarakat masih banyak berkeliaran di jalanan.

&quot;Lalu diambil kebijakan menutup jalur yang masuk ke kota atau kampung dengan barier yang ada. Sebenarnya itu, jadi judulnya sebenarnya lebih tepat isolasi kampung,&quot; tegas Ganjar.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyatakan, bahwa daerahnya akan mengambil kebijakan local lockdown. Kebijakan itu diambil dengan menutup sejumlah akses masuk ke Tegal setelah ada pasien yang dinyatakan positif corona.</description><content:encoded>SEMARANG - Masyarakat Jawa Tengah digegerkan dengan keputusan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono yang menetapkan status daerahnya menjadi local lockdown. Keputusan itu diambil usai adanya pasien yang positif corona di daerah tersebut.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, bahwa yang terjadi di Tegal tidak seseram seperti yang diberitakan. Dirinya sudah konfirmasi langsung kepada Wakil Wali Kota Tegal terkait keputusan yang diambil.

&quot;Saya sudah klarifikasi, sudah ada penjelasan soal itu. Intinya itu bukan lockdown, hanya isolasi terbatas agar masyarakat tidak bergerak bebas. Sampai tingkat itu saja,&quot; tegas Ganjar ditemui usai mengecek rapid test di gudang Dinkes Jateng, Jumat (27/3/2020).
&amp;nbsp;
Ganjar menerangkan, awalnya kebijakan itu diambil karena ada pasien positif corona di Tegal. Wali Kota beserta jajarannya merespons dengan baik, yang intinya membatasi gerak masyarakat dan mengurangi kerumunan.

&quot;Maka saat itu dilakukanlah apa yang dikatakan local lockdown. Di mana itu, kata mereka di alun-alun karena di sana banyak masyarakat berkerumun,&quot; terangnya.

Karena masyarakat masih tetap banyak yang berkerumun, Pemkot Tegal menaikkan lagi statusnya dengan menutup sejumlah objek wisata dan tempat hiburan. Namun tetap saja, masyarakat masih banyak berkeliaran di jalanan.

&quot;Lalu diambil kebijakan menutup jalur yang masuk ke kota atau kampung dengan barier yang ada. Sebenarnya itu, jadi judulnya sebenarnya lebih tepat isolasi kampung,&quot; tegas Ganjar.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyatakan, bahwa daerahnya akan mengambil kebijakan local lockdown. Kebijakan itu diambil dengan menutup sejumlah akses masuk ke Tegal setelah ada pasien yang dinyatakan positif corona.</content:encoded></item></channel></rss>
