<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lawan Corona, Depok Bersiap Karantina Wilayah</title><description>Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) membuat Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat berencana melakukan karantina wilayah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/29/338/2190823/lawan-corona-depok-bersiap-karantina-wilayah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/29/338/2190823/lawan-corona-depok-bersiap-karantina-wilayah"/><item><title>Lawan Corona, Depok Bersiap Karantina Wilayah</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/29/338/2190823/lawan-corona-depok-bersiap-karantina-wilayah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/29/338/2190823/lawan-corona-depok-bersiap-karantina-wilayah</guid><pubDate>Minggu 29 Maret 2020 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Muntinanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/29/338/2190823/lawan-corona-depok-bersiap-karantina-wilayah-1l6RLTvUJ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/29/338/2190823/lawan-corona-depok-bersiap-karantina-wilayah-1l6RLTvUJ4.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>DEPOK - Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) membuat Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat berencana melakukan karantina wilayah.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Somad mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
&quot;Kami sedang buatkan kajiannya yang nanti akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai wakil pemerintah pusat di daerah,&quot; kata Idris melalui keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).

Dia menambahkan, RS Universitas Indonesia (RSUI) yang dikhususkan untuk Covid-19 sedang disiapkan. &quot;Selain itu juga kami rencanakan Rumah Sakit Lapangan di area RSUD, hingga alternatif menyiapkan ruang sekolah yang akan didedikasikan sebagai tempat penanganan kasus ringan Covid-19,&quot; jelasnya.
Baca juga: Bogor Raya Siap Lockdown, Asal...
Sementara ini, guna memutus mata rantai sebaran virus corona, pihaknya terus melakukan penyemprotan disinfektan, sosialisasi, menggerakkan relawan, pengawasan intensif bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) serta yang terkonfirmasi positif.
Bahkan, sejumlah paket sembako juga telah diberikan kepada pasien ODP dan PDP yang melakukan isolasi mandiri.
&quot;Ini demikian masif sedangkan peralatan sulit diperoleh terutama APD, di samping itu fasilitas kesehatan yang menangani Covid-19 saat ini kondisinya rata-rata sangat terbatas,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>DEPOK - Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) membuat Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat berencana melakukan karantina wilayah.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Somad mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
&quot;Kami sedang buatkan kajiannya yang nanti akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai wakil pemerintah pusat di daerah,&quot; kata Idris melalui keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).

Dia menambahkan, RS Universitas Indonesia (RSUI) yang dikhususkan untuk Covid-19 sedang disiapkan. &quot;Selain itu juga kami rencanakan Rumah Sakit Lapangan di area RSUD, hingga alternatif menyiapkan ruang sekolah yang akan didedikasikan sebagai tempat penanganan kasus ringan Covid-19,&quot; jelasnya.
Baca juga: Bogor Raya Siap Lockdown, Asal...
Sementara ini, guna memutus mata rantai sebaran virus corona, pihaknya terus melakukan penyemprotan disinfektan, sosialisasi, menggerakkan relawan, pengawasan intensif bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) serta yang terkonfirmasi positif.
Bahkan, sejumlah paket sembako juga telah diberikan kepada pasien ODP dan PDP yang melakukan isolasi mandiri.
&quot;Ini demikian masif sedangkan peralatan sulit diperoleh terutama APD, di samping itu fasilitas kesehatan yang menangani Covid-19 saat ini kondisinya rata-rata sangat terbatas,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
