<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyemprotan Disinfektan dengan Cara Fogging Dapat Sebabkan Iritasi dan Ganggu Pernapasan</title><description>Penyemprotan disinfektan dengan cara fogging dapat menyebabkan iritasi pada kulit serta mengganggu pernapasan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/30/337/2191246/penyemprotan-disinfektan-dengan-cara-fogging-dapat-sebabkan-iritasi-dan-ganggu-pernapasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/30/337/2191246/penyemprotan-disinfektan-dengan-cara-fogging-dapat-sebabkan-iritasi-dan-ganggu-pernapasan"/><item><title>Penyemprotan Disinfektan dengan Cara Fogging Dapat Sebabkan Iritasi dan Ganggu Pernapasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/30/337/2191246/penyemprotan-disinfektan-dengan-cara-fogging-dapat-sebabkan-iritasi-dan-ganggu-pernapasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/30/337/2191246/penyemprotan-disinfektan-dengan-cara-fogging-dapat-sebabkan-iritasi-dan-ganggu-pernapasan</guid><pubDate>Senin 30 Maret 2020 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/30/337/2191246/penyemprotan-disinfektan-dengan-cara-fogging-dapat-sebabkan-iritasi-dan-ganggu-pernapasan-FTC3FDx3Ae.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas semprotkan disinfektan ke jalanan Kota Bogor guna mencegah penyebaran virus corona. (Foto : Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/30/337/2191246/penyemprotan-disinfektan-dengan-cara-fogging-dapat-sebabkan-iritasi-dan-ganggu-pernapasan-FTC3FDx3Ae.jpg</image><title>Petugas semprotkan disinfektan ke jalanan Kota Bogor guna mencegah penyebaran virus corona. (Foto : Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penyemprotan disinfektan yang dilakukan dengan cara fogging tidaklah dianjurkan lantaran penyebaran cairan itu secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit.  Selain itu, penyemprotan disinfektan secara berlebihan tersebut dapat mengganggu pernapasan.

&quot;Tidak dianjurkan secara berlebihan seperti 'fogging' karena dapat menimbulkan iristasi kulit bahkan mengganggu pernapasan,&quot; kata Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).

Menurut dia, untuk mencegah Covid-19, penggunaan cairan disinfektan di area publik, transportasi, pasar, tempat ibadah, sekolah, dan rumah makan perlu memperhatikan komposisi dan jenis bahan disinfektan.

Ia menyarankan cairan disinfektan yang disemprotkan ke benda mati jangan langsung dilap dengan tangan telanjang. Setidaknya, beri jarak 1 menit setelah disinfektan disemprotkan lalu lap menggunakan sapu tangan.



&quot;Setelah menyemprotkan disinfektan ke permukaan benda, sebaiknya satu menit kemudian dilakukan proses mengelap permukaan benda itu dengan menggunakan sarung tangan,&quot; ujarnya.

Ia menyebut, sifat cairan itu hanya untuk membersihkan virus pada permukaan benda-benda, tubuh dan baju. Namun, penyemprotan disinfektan tidak akan melindungi diri dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Saya Minta Apotek dan Toko Kebutuhan Pokok Tetap Buka

&quot;Jadi, sifatnya adalah sementara. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah cara yang paling ampuh untuk membunuh virus,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Presiden Jokowi : Karantina Wilayah Kewenangan Pemerintah Pusat

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penyemprotan disinfektan yang dilakukan dengan cara fogging tidaklah dianjurkan lantaran penyebaran cairan itu secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit.  Selain itu, penyemprotan disinfektan secara berlebihan tersebut dapat mengganggu pernapasan.

&quot;Tidak dianjurkan secara berlebihan seperti 'fogging' karena dapat menimbulkan iristasi kulit bahkan mengganggu pernapasan,&quot; kata Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).

Menurut dia, untuk mencegah Covid-19, penggunaan cairan disinfektan di area publik, transportasi, pasar, tempat ibadah, sekolah, dan rumah makan perlu memperhatikan komposisi dan jenis bahan disinfektan.

Ia menyarankan cairan disinfektan yang disemprotkan ke benda mati jangan langsung dilap dengan tangan telanjang. Setidaknya, beri jarak 1 menit setelah disinfektan disemprotkan lalu lap menggunakan sapu tangan.



&quot;Setelah menyemprotkan disinfektan ke permukaan benda, sebaiknya satu menit kemudian dilakukan proses mengelap permukaan benda itu dengan menggunakan sarung tangan,&quot; ujarnya.

Ia menyebut, sifat cairan itu hanya untuk membersihkan virus pada permukaan benda-benda, tubuh dan baju. Namun, penyemprotan disinfektan tidak akan melindungi diri dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Saya Minta Apotek dan Toko Kebutuhan Pokok Tetap Buka

&quot;Jadi, sifatnya adalah sementara. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah cara yang paling ampuh untuk membunuh virus,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Presiden Jokowi : Karantina Wilayah Kewenangan Pemerintah Pusat

</content:encoded></item></channel></rss>
