<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Cerita Ibu Rumah Tangga yang Sembuh dari Covid-19   </title><description>Sebanyak 4 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Wongsonegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah dinyatakan sembuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/31/512/2192074/cerita-ibu-rumah-tangga-yang-sembuh-dari-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/31/512/2192074/cerita-ibu-rumah-tangga-yang-sembuh-dari-covid-19"/><item><title> Cerita Ibu Rumah Tangga yang Sembuh dari Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/31/512/2192074/cerita-ibu-rumah-tangga-yang-sembuh-dari-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/31/512/2192074/cerita-ibu-rumah-tangga-yang-sembuh-dari-covid-19</guid><pubDate>Selasa 31 Maret 2020 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/31/512/2192074/cerita-ibu-rumah-tangga-yang-sembuh-dari-covid-19-uVQRb9Flc2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban pasien Covid-19 yang sembuh (foto: iNews/Taufik Budi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/31/512/2192074/cerita-ibu-rumah-tangga-yang-sembuh-dari-covid-19-uVQRb9Flc2.jpg</image><title>Korban pasien Covid-19 yang sembuh (foto: iNews/Taufik Budi)</title></images><description>
SEMARANG &amp;ndash; Sebanyak 4 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Wongsonegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Mereka memiliki cerita ketika selama 14 hari menghabiskan waktunya dalam ruang isolasi.

&amp;ldquo;Selama kami di ruang isolasi justru kami seperti diistimewakan. Jadi di situ semua perawat, paramedis setiap masuk selalu memberikan semangat pada kami,&amp;rdquo; kata seorang pasien Lastri, kepada awak media, di RSUD Wongsonegoro, Selasa (31/3/2020).

Meski selama dirawat tidak diperkenankan dijenguk, namun pasien masih diizinkan menjalin komunikasi dengan keluarga. Mereka memanfaatkan teknologi informasi sehingga bisa berkabar untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.

&amp;ldquo;Memamg kami tidak bisa dijenguk keluarga, tapi mereka (petugas medis) mengizinkan kami membawa HP (handphone) sehingga kami bisa berkomunikasi video call. Kami sering video call (dengan keluarga),&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dan motivasi semangat dari temen-temen, dari keluarga, dari perawat, para dokter itu yang membuat kami semakin hari semakin sehat,&amp;rdquo; jelas dia.

Ibu rumah tangga asal Kabupaten Semarang ini mengaku tak tahu persis awal tertular Covid-19. Dia hanya mengingat saat pulang dari Bali, kondisi kesehatannya terus menurun.

&amp;ldquo;Enggak tahu bagaimana (tertularnya), tapi waktu itu pulang dari Bali, badan saya lemas, tulang-tulang saya sakit 2 hari. Kemudian saya dibawa ke UGD di rumah sakit Ungaran, tapi di sana tidak bisa menangani. Akhirnya saya dirujuk ke sini (RSUD Wongsonegoro) dari situ saya mulai perawatan di sini,&amp;rdquo; beber dia.

Selama menjalani perawatan, dia terus memotivasi diri untuk sembuh. Keinginan untuk berkumpul kembali dengan keluarga, semakin menguatkannya untuk sehat dan melawan virus corona.

&amp;ldquo;Sekarang kondisinya merasa sangat sehat sekali. Tidak merasakan sakit apa-apa, bahkan tulang-tulang yang dulu habis dari Bali itu sakit sekali, tapi sekarang ini sudah tidak terasa sama sekali. Sudah sangat sehat,&amp;rdquo; imbuhnya.

&amp;ldquo;Mungkin berat badannya malah naik. Kemarin dari keluarga juga bilang begitu, nanti pulang saya gendut. Karena di sini tidur, dikasih makan, dikasih vitamin, makan tidur,&amp;rdquo; katanya dengan mata berbinar.
</description><content:encoded>
SEMARANG &amp;ndash; Sebanyak 4 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Wongsonegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Mereka memiliki cerita ketika selama 14 hari menghabiskan waktunya dalam ruang isolasi.

&amp;ldquo;Selama kami di ruang isolasi justru kami seperti diistimewakan. Jadi di situ semua perawat, paramedis setiap masuk selalu memberikan semangat pada kami,&amp;rdquo; kata seorang pasien Lastri, kepada awak media, di RSUD Wongsonegoro, Selasa (31/3/2020).

Meski selama dirawat tidak diperkenankan dijenguk, namun pasien masih diizinkan menjalin komunikasi dengan keluarga. Mereka memanfaatkan teknologi informasi sehingga bisa berkabar untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.

&amp;ldquo;Memamg kami tidak bisa dijenguk keluarga, tapi mereka (petugas medis) mengizinkan kami membawa HP (handphone) sehingga kami bisa berkomunikasi video call. Kami sering video call (dengan keluarga),&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dan motivasi semangat dari temen-temen, dari keluarga, dari perawat, para dokter itu yang membuat kami semakin hari semakin sehat,&amp;rdquo; jelas dia.

Ibu rumah tangga asal Kabupaten Semarang ini mengaku tak tahu persis awal tertular Covid-19. Dia hanya mengingat saat pulang dari Bali, kondisi kesehatannya terus menurun.

&amp;ldquo;Enggak tahu bagaimana (tertularnya), tapi waktu itu pulang dari Bali, badan saya lemas, tulang-tulang saya sakit 2 hari. Kemudian saya dibawa ke UGD di rumah sakit Ungaran, tapi di sana tidak bisa menangani. Akhirnya saya dirujuk ke sini (RSUD Wongsonegoro) dari situ saya mulai perawatan di sini,&amp;rdquo; beber dia.

Selama menjalani perawatan, dia terus memotivasi diri untuk sembuh. Keinginan untuk berkumpul kembali dengan keluarga, semakin menguatkannya untuk sehat dan melawan virus corona.

&amp;ldquo;Sekarang kondisinya merasa sangat sehat sekali. Tidak merasakan sakit apa-apa, bahkan tulang-tulang yang dulu habis dari Bali itu sakit sekali, tapi sekarang ini sudah tidak terasa sama sekali. Sudah sangat sehat,&amp;rdquo; imbuhnya.

&amp;ldquo;Mungkin berat badannya malah naik. Kemarin dari keluarga juga bilang begitu, nanti pulang saya gendut. Karena di sini tidur, dikasih makan, dikasih vitamin, makan tidur,&amp;rdquo; katanya dengan mata berbinar.
</content:encoded></item></channel></rss>
