<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wanita 66 Tahun Jalan Kaki dari Johor Bahru ke Singapura Dampak Lockdown Malaysia</title><description>Ibu Herman mendengar bahwa suaminya yang berusia 80 tahun sakit, dia memutuskan untuk kembali ke Singapura.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/01/18/2192529/wanita-66-tahun-jalan-kaki-dari-johor-bahru-ke-singapura-dampak-lockdown-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/01/18/2192529/wanita-66-tahun-jalan-kaki-dari-johor-bahru-ke-singapura-dampak-lockdown-malaysia"/><item><title>Wanita 66 Tahun Jalan Kaki dari Johor Bahru ke Singapura Dampak Lockdown Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/01/18/2192529/wanita-66-tahun-jalan-kaki-dari-johor-bahru-ke-singapura-dampak-lockdown-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/01/18/2192529/wanita-66-tahun-jalan-kaki-dari-johor-bahru-ke-singapura-dampak-lockdown-malaysia</guid><pubDate>Rabu 01 April 2020 18:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/01/18/2192529/wanita-66-tahun-jalan-kaki-dari-johor-bahru-ke-singapura-dampak-lockdown-malaysia-mscjEQ4T8m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wanita berusia 66 tahun itu menempuh waktu 4 untuk sampai ke Singapura. (Foto/Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/01/18/2192529/wanita-66-tahun-jalan-kaki-dari-johor-bahru-ke-singapura-dampak-lockdown-malaysia-mscjEQ4T8m.jpg</image><title>Wanita berusia 66 tahun itu menempuh waktu 4 untuk sampai ke Singapura. (Foto/Facebook)</title></images><description>SINGAPURA &amp;ndash; Soerang wanita berusia 66  tahun berjalan kaki dari Johor Bahru, Malaysia ke Singapura untuk merawat suami yang sakit. Ia harus jalan kaki karena dampak kebijakan Kawalan Pergerakan alias lockdown di Malaysia
Pemerintah Malaysia sebelumnya mengumumkan melakukan lockdown pada 18 Maret hingga 14 April. Selama periode ini, perjalanan antara Singapura dan Malaysia sangat dibatasi.
Kabar perempuan berjalan kaki dari Johor Bahru ke Singapura itu disampaikan oleh seorang warganet dengan akun Herman Sudil, melansir Mothership, Rabu (1/4/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Lebih 34 Ribu WNI Pulang dari Malaysia Dampak Lockdown
Baca juga:&amp;nbsp;Imbau Istri Tidak Ngomel Selama Lockdown Corona, Malaysia Minta Maaf ke Warga
Ia menceritakan mengenai ibunya, yang harus melakukan perjalanan sekitar empat jam dari Johor Bahru ke Singapura akibat lockdown.

Menurut Herman, yang tinggal di Johor, ibunya yang hampir berusia 66 tahun pergi ke Malaysia untuk membantunya merawat bayinya yang berusia tiga bulan, sementara istrinya menjalani operasi.
Namun saat ibu Herman mendengar bahwa suaminya yang berusia 80 tahun sakit, dia memutuskan untuk kembali ke Singapura.
Tidak ada kendaraan
Herman menceritakan bahwa para warga asing dilarang masuk ke Malaysia, tetapi karena ibunya sudah berada di Johor, ia bisa kembali ke Singapura.
Namun, karena ini terjadi saat lockdown, tidak ada kendaraan yang bisa masuk atau meninggalkan Malaysia.
Karena itu, ibu Herman, yang memiliki masalah kaki dan lutut, harus berjalan jauh dari bea cukai Johor Bahru ke Singapura.
Herman mengaku bahwa ini adalah pertama kalinya ibunya harus melakukan perjalanan melintasi jalan tol dengan berjalan kaki.
Menurut Herman, ibunya ditemani oleh seorang keponakannya yang berusia 20 tahun saat berjalan kembali ke Singapura.
Keponakannya itu bertugas membawa koper dan selalu memberi kabar kepada Herman dengan panggilan video setiap saat.
Herman mengatakan kepada Astro Awani bahwa ibunya membutuhkan waktu &amp;ldquo;lebih dari satu jam&amp;rdquo; untuk menyeberangi jembatan layan, karena dia berhenti untuk beristirahat setiap beberapa menit.
Dia memulai perjalanannya di Bea Cukai Johor Bahru pada pukul 17.00 dan sampai di Boon Lay Singapura pada pukul  21.30.
Untungnya, dua staf Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan membantu ibunya ke kantor imigrasi dengan kursi roda setelah ia tiba di bea cukai Singapura.
Dia kemudian pulang untuk menjalani karantina selama 14 hari di rumah.
Herman menambahkan bahwa banyak warga Singapura termasuk manula, wanita hamil, dan mereka membawa kereta bayi, serta orang-orang yang menggunakan kursi roda, harus melakukan perjalanan dari Johor Bahru ke Singapura dengan berjalan kaki akibat dampak lockdown.
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fherman.sudil%2Fposts%2F3229553767057273&amp;amp;width=500&quot; width=&quot;500&quot; height=&quot;655&quot; style=&quot;border:none;overflow:hidden&quot; scrolling=&quot;no&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowTransparency=&quot;true&quot; allow=&quot;encrypted-media&quot;&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>SINGAPURA &amp;ndash; Soerang wanita berusia 66  tahun berjalan kaki dari Johor Bahru, Malaysia ke Singapura untuk merawat suami yang sakit. Ia harus jalan kaki karena dampak kebijakan Kawalan Pergerakan alias lockdown di Malaysia
Pemerintah Malaysia sebelumnya mengumumkan melakukan lockdown pada 18 Maret hingga 14 April. Selama periode ini, perjalanan antara Singapura dan Malaysia sangat dibatasi.
Kabar perempuan berjalan kaki dari Johor Bahru ke Singapura itu disampaikan oleh seorang warganet dengan akun Herman Sudil, melansir Mothership, Rabu (1/4/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Lebih 34 Ribu WNI Pulang dari Malaysia Dampak Lockdown
Baca juga:&amp;nbsp;Imbau Istri Tidak Ngomel Selama Lockdown Corona, Malaysia Minta Maaf ke Warga
Ia menceritakan mengenai ibunya, yang harus melakukan perjalanan sekitar empat jam dari Johor Bahru ke Singapura akibat lockdown.

Menurut Herman, yang tinggal di Johor, ibunya yang hampir berusia 66 tahun pergi ke Malaysia untuk membantunya merawat bayinya yang berusia tiga bulan, sementara istrinya menjalani operasi.
Namun saat ibu Herman mendengar bahwa suaminya yang berusia 80 tahun sakit, dia memutuskan untuk kembali ke Singapura.
Tidak ada kendaraan
Herman menceritakan bahwa para warga asing dilarang masuk ke Malaysia, tetapi karena ibunya sudah berada di Johor, ia bisa kembali ke Singapura.
Namun, karena ini terjadi saat lockdown, tidak ada kendaraan yang bisa masuk atau meninggalkan Malaysia.
Karena itu, ibu Herman, yang memiliki masalah kaki dan lutut, harus berjalan jauh dari bea cukai Johor Bahru ke Singapura.
Herman mengaku bahwa ini adalah pertama kalinya ibunya harus melakukan perjalanan melintasi jalan tol dengan berjalan kaki.
Menurut Herman, ibunya ditemani oleh seorang keponakannya yang berusia 20 tahun saat berjalan kembali ke Singapura.
Keponakannya itu bertugas membawa koper dan selalu memberi kabar kepada Herman dengan panggilan video setiap saat.
Herman mengatakan kepada Astro Awani bahwa ibunya membutuhkan waktu &amp;ldquo;lebih dari satu jam&amp;rdquo; untuk menyeberangi jembatan layan, karena dia berhenti untuk beristirahat setiap beberapa menit.
Dia memulai perjalanannya di Bea Cukai Johor Bahru pada pukul 17.00 dan sampai di Boon Lay Singapura pada pukul  21.30.
Untungnya, dua staf Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan membantu ibunya ke kantor imigrasi dengan kursi roda setelah ia tiba di bea cukai Singapura.
Dia kemudian pulang untuk menjalani karantina selama 14 hari di rumah.
Herman menambahkan bahwa banyak warga Singapura termasuk manula, wanita hamil, dan mereka membawa kereta bayi, serta orang-orang yang menggunakan kursi roda, harus melakukan perjalanan dari Johor Bahru ke Singapura dengan berjalan kaki akibat dampak lockdown.
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fherman.sudil%2Fposts%2F3229553767057273&amp;amp;width=500&quot; width=&quot;500&quot; height=&quot;655&quot; style=&quot;border:none;overflow:hidden&quot; scrolling=&quot;no&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowTransparency=&quot;true&quot; allow=&quot;encrypted-media&quot;&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
