<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Covid-19, Sejumlah PO Bus di Yogyakarta Berhenti Operasi</title><description>Banyak bus yang sekadar numpang parkir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/01/510/2192639/dampak-covid-19-sejumlah-po-bus-di-yogyakarta-berhenti-operasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/01/510/2192639/dampak-covid-19-sejumlah-po-bus-di-yogyakarta-berhenti-operasi"/><item><title>Dampak Covid-19, Sejumlah PO Bus di Yogyakarta Berhenti Operasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/01/510/2192639/dampak-covid-19-sejumlah-po-bus-di-yogyakarta-berhenti-operasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/01/510/2192639/dampak-covid-19-sejumlah-po-bus-di-yogyakarta-berhenti-operasi</guid><pubDate>Rabu 01 April 2020 21:40 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/01/510/2192639/dampak-covid-19-sejumlah-po-bus-di-yogyakarta-berhenti-operasi-dBV3afyBOz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Harian Jogja/Lugas S)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/01/510/2192639/dampak-covid-19-sejumlah-po-bus-di-yogyakarta-berhenti-operasi-dBV3afyBOz.jpg</image><title>(Foto: Harian Jogja/Lugas S)</title></images><description>JOGJA -&amp;nbsp;Sebagian besar perusahaan otobus (PO) memilih tidak beroperasional. Hal itu lantaran sepinya mobilisasi antardaerah di Terminal Giwangan, Yogyakarta dampak virus corona (Covid-19).
Kepala Stasiun Pelayanan Terminal Giwangan, Bekti Zunanta mengatakan, dibanding dua pekan awal Maret 2020, pada pekan ketiga dan keempat terjadi penurunan penumpang keberangkatan sebesar 50% dan penurunan penumpang kedatangan sebesar 51,57%.
&amp;ldquo;Beberapa PO yang telah berhenti beroperasi di antaranya Citra Adi Jaya, Akas, Ramayana, Nusantara, Eka dan Sugeng. PO yang masih beroperasi jumlah unitnya sangat berkurang, seperti Efisiensi yang saat ini hanya tiga unit,&amp;rdquo; kata dia, Rabu (1/4/2020).
Karena sedikitnya penumpang, dia mengungkapkan di Terminal Giwangan banyak bus yang sekadar numpang parkir. Hal ini terjadi karena mereka tidak berani berangkat dan keluar biaya operasional sementara penumpang hanya segelintir orang. &amp;ldquo;Kalau Trans Jogja masih stabil, meskipun tidak ada penumpangnya juga,&amp;rdquo; katanya.

Baca juga:&amp;nbsp;69 ODP Corona di Bengkulu Dinyatakan Sehat
Kepada PO yang masih beroperasional pihaknya mewajibkan untuk mentaati protokol pencegahan Covid-19, dengan menyediakan tempat cuci tangan, menggunakan masker bagi penumpang, cek suhu tubuh dan menyemprotkan disinfektan pada bus.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan selama Maret, orang yang datang ke Kota Jogja tercatat sebanyak 550 orang. &amp;ldquo;Ada yang dari luar negeri. Sebagian besar sudah mengisolasi. Orang yang baru datang langsung menjadi ODP (orang dalam pemantauan), diwajibkan periksa dan mengisolasi 14 hari,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JOGJA -&amp;nbsp;Sebagian besar perusahaan otobus (PO) memilih tidak beroperasional. Hal itu lantaran sepinya mobilisasi antardaerah di Terminal Giwangan, Yogyakarta dampak virus corona (Covid-19).
Kepala Stasiun Pelayanan Terminal Giwangan, Bekti Zunanta mengatakan, dibanding dua pekan awal Maret 2020, pada pekan ketiga dan keempat terjadi penurunan penumpang keberangkatan sebesar 50% dan penurunan penumpang kedatangan sebesar 51,57%.
&amp;ldquo;Beberapa PO yang telah berhenti beroperasi di antaranya Citra Adi Jaya, Akas, Ramayana, Nusantara, Eka dan Sugeng. PO yang masih beroperasi jumlah unitnya sangat berkurang, seperti Efisiensi yang saat ini hanya tiga unit,&amp;rdquo; kata dia, Rabu (1/4/2020).
Karena sedikitnya penumpang, dia mengungkapkan di Terminal Giwangan banyak bus yang sekadar numpang parkir. Hal ini terjadi karena mereka tidak berani berangkat dan keluar biaya operasional sementara penumpang hanya segelintir orang. &amp;ldquo;Kalau Trans Jogja masih stabil, meskipun tidak ada penumpangnya juga,&amp;rdquo; katanya.

Baca juga:&amp;nbsp;69 ODP Corona di Bengkulu Dinyatakan Sehat
Kepada PO yang masih beroperasional pihaknya mewajibkan untuk mentaati protokol pencegahan Covid-19, dengan menyediakan tempat cuci tangan, menggunakan masker bagi penumpang, cek suhu tubuh dan menyemprotkan disinfektan pada bus.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan selama Maret, orang yang datang ke Kota Jogja tercatat sebanyak 550 orang. &amp;ldquo;Ada yang dari luar negeri. Sebagian besar sudah mengisolasi. Orang yang baru datang langsung menjadi ODP (orang dalam pemantauan), diwajibkan periksa dan mengisolasi 14 hari,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
