<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur Edy Rahmayadi: APD di Sumut Sangat Terbatas, Kita Pesan ke Amerika</title><description>Edy Rahmayadi mengungkapkan, saat ini alat-alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 di Sumut sangat terbatas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/01/608/2192405/gubernur-edy-rahmayadi-apd-di-sumut-sangat-terbatas-kita-pesan-ke-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/01/608/2192405/gubernur-edy-rahmayadi-apd-di-sumut-sangat-terbatas-kita-pesan-ke-amerika"/><item><title>Gubernur Edy Rahmayadi: APD di Sumut Sangat Terbatas, Kita Pesan ke Amerika</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/01/608/2192405/gubernur-edy-rahmayadi-apd-di-sumut-sangat-terbatas-kita-pesan-ke-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/01/608/2192405/gubernur-edy-rahmayadi-apd-di-sumut-sangat-terbatas-kita-pesan-ke-amerika</guid><pubDate>Rabu 01 April 2020 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Robert Fernando H Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/01/608/2192405/gubernur-edy-rahmayadi-apd-di-sumut-sangat-terbatas-kita-pesan-ke-amerika-ZMTVpQIp7c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi (Okezone/Robert)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/01/608/2192405/gubernur-edy-rahmayadi-apd-di-sumut-sangat-terbatas-kita-pesan-ke-amerika-ZMTVpQIp7c.jpg</image><title>Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi (Okezone/Robert)</title></images><description>TAPANULI UTARA - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan rombongan, Rabu (1/4/2020) meninjau kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang merupakan salahsatu RSUD rujukan penanganan Covid-19 atau Virus Corona di daerah itu.

Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Toba Darwin Siagian dan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Dandim 0210/TU, Kapolres Taput mendampingi Edy Rahmayadi meninjau ruang isolasi bagi pasien yang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di RSUD itu.

Edy Rahmayadi mengungkapkan, saat ini alat-alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 di Sumut sangat terbatas. Contohnya saja, untuk masker standar keperluan medis jenis N95 yang tersedia saat ini hanya sebanyak 265 unit.

&quot;Saya sudah order masker N95 sebanyak 100 ribu unit, itupun indent dari negara Amerika. Dan mereka kasih waktu 2 Minggu. Begitu dengan ventilator untuk ruang isolasi, hanya tersedia 1 unit di Sumut. Dan saya order 10 unit, hanya 3 unit yang tersedia. Itupun harganya, dari Rp 250 juta, langsung melambung menjadi Rp 500 juta per unit. Keterbatasan alat kesehatan saat ini menjadi kekhawatiran, bila Covid-19 mewabah,&quot; terang Edy Ramayadi kepada wartawan di sela-sela kegiatannya meninjau RSUD Tarutung, Rabu (1/4/2020).



Begitu sulitnya alat-alat kesehatan saat ini, sebut Edy Rahmayadi, inilah menjadi pengalaman kita kedepan. Kita hanya memiliki 1 unit kedap, kapsul dan mobil ambulans untuk penanganan Covid-19. Rencana, kedap dan capsul akan dikirim ke Kepulauan Nias, karena daerah Nias tidak ada jalan lain.

&quot;Saya berdoa semoga di Gunung Sitoli Kepulauan Nias, tidak terjangkit Covid-19. Sebab, RSUD Gunung Sitoli jauh lebih parah dari RSUD Tarutung. Untuk bantuan alat-alat kesehatan di RSUD Tarutung, agar dipergunakan sebaik-baiknya. Ini rakyat kita semua. Harus benar-benar, kita untuk kita. Kita tidak bisa juga berharap bantuan orang lain, karena orang lain juga saat ini juga sedang butuh,&quot;ujar Edy Rahmayadi.

Menurut Edy Rahmayadi, untuk mencengah penyebaran Covid-19 di daerah itu, diharap agar benar-benar melakukan social distancing dan stay. Diupayakan masyarakat terhindar dari Covid-19 dan tetap hidup sehat.
</description><content:encoded>TAPANULI UTARA - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan rombongan, Rabu (1/4/2020) meninjau kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang merupakan salahsatu RSUD rujukan penanganan Covid-19 atau Virus Corona di daerah itu.

Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Toba Darwin Siagian dan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Dandim 0210/TU, Kapolres Taput mendampingi Edy Rahmayadi meninjau ruang isolasi bagi pasien yang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di RSUD itu.

Edy Rahmayadi mengungkapkan, saat ini alat-alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 di Sumut sangat terbatas. Contohnya saja, untuk masker standar keperluan medis jenis N95 yang tersedia saat ini hanya sebanyak 265 unit.

&quot;Saya sudah order masker N95 sebanyak 100 ribu unit, itupun indent dari negara Amerika. Dan mereka kasih waktu 2 Minggu. Begitu dengan ventilator untuk ruang isolasi, hanya tersedia 1 unit di Sumut. Dan saya order 10 unit, hanya 3 unit yang tersedia. Itupun harganya, dari Rp 250 juta, langsung melambung menjadi Rp 500 juta per unit. Keterbatasan alat kesehatan saat ini menjadi kekhawatiran, bila Covid-19 mewabah,&quot; terang Edy Ramayadi kepada wartawan di sela-sela kegiatannya meninjau RSUD Tarutung, Rabu (1/4/2020).



Begitu sulitnya alat-alat kesehatan saat ini, sebut Edy Rahmayadi, inilah menjadi pengalaman kita kedepan. Kita hanya memiliki 1 unit kedap, kapsul dan mobil ambulans untuk penanganan Covid-19. Rencana, kedap dan capsul akan dikirim ke Kepulauan Nias, karena daerah Nias tidak ada jalan lain.

&quot;Saya berdoa semoga di Gunung Sitoli Kepulauan Nias, tidak terjangkit Covid-19. Sebab, RSUD Gunung Sitoli jauh lebih parah dari RSUD Tarutung. Untuk bantuan alat-alat kesehatan di RSUD Tarutung, agar dipergunakan sebaik-baiknya. Ini rakyat kita semua. Harus benar-benar, kita untuk kita. Kita tidak bisa juga berharap bantuan orang lain, karena orang lain juga saat ini juga sedang butuh,&quot;ujar Edy Rahmayadi.

Menurut Edy Rahmayadi, untuk mencengah penyebaran Covid-19 di daerah itu, diharap agar benar-benar melakukan social distancing dan stay. Diupayakan masyarakat terhindar dari Covid-19 dan tetap hidup sehat.
</content:encoded></item></channel></rss>
