<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duterte Ancam Tembak Mati Pelanggar Perintah Karantina di Filipina</title><description>Sekira 57 juta warga Pulau Luzon Filipina saat ini berada dalam perintah lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/02/18/2192749/duterte-ancam-tembak-mati-pelanggar-perintah-karantina-di-filipina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/02/18/2192749/duterte-ancam-tembak-mati-pelanggar-perintah-karantina-di-filipina"/><item><title>Duterte Ancam Tembak Mati Pelanggar Perintah Karantina di Filipina</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/02/18/2192749/duterte-ancam-tembak-mati-pelanggar-perintah-karantina-di-filipina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/02/18/2192749/duterte-ancam-tembak-mati-pelanggar-perintah-karantina-di-filipina</guid><pubDate>Kamis 02 April 2020 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/02/18/2192749/duterte-ancam-tembak-mati-pelanggar-perintah-karantina-di-filipina-Md4gZ38bKT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/02/18/2192749/duterte-ancam-tembak-mati-pelanggar-perintah-karantina-di-filipina-Md4gZ38bKT.jpg</image><title>Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)</title></images><description>MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan bahwa pelanggaran perintah karantina di tengah krisis pandemi virus corona (Covid-19) bisa berakhir dengan kematian. Dia juga memerintahkan pasukan keamanan untuk menembaki para 'pengacau' yang melakukan kekerasan saat negara itu memerangi wabah tersebut.
Peringatan keras itu disampaikan Duterte dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Rabu malam (1/4/2020), di mana dia mengatakan kepada polisi dan militer untuk mengadopsi pendekatan tegas bagi para pelanggar tindakan penguncian (lockdown) di Luzon, pulau terbesar dan terpadat di Filipina. Duterte memberlakukan lockdown di seluruh pulau itu untuk membendung penyebaran virus corona bulan lalu.
&quot;Saya tidak akan ragu. Perintah saya adalah kepada polisi dan militer, serta (distrik), bahwa jika ada masalah atau situasi muncul bahwa orang-orang melawan dan nyawa Anda dipertaruhkan, tembak mati mereka,&amp;rdquo; kata Duterte sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (2/4/2020).
&amp;ldquo;Apakah kamu mengerti? Mati. Alih-alih menyebabkan masalah, saya akan mengirim kamu ke kubur.&amp;rdquo;
Duterte menyampaikan pidatonya hanya beberapa jam setelah sekitar 21 penduduk di Kota Quezon, kebanyakan dari mereka adalah pekerja pabrik dan konstruksi berpenghasilan rendah, yang tidak dapat bekerja selama lockdown, ditangkap karena melakukan protes tanpa izin.
Penangkapan itu dikecam oleh kelompok buruh Solidaritas Pekerja Filipina (BMP), yang mengecam pemerintah karena menargetkan orang-orang miskin yang meminta bantuan selama krisis.
Presiden meminta mereka yang membutuhkan bantuan untuk bersabar,  mendesak mereka untuk menunggu bantuan dan berjanji bahwa rakyatnya  tidak akan kelaparan. Tetapi, dia memperingatkan warga &quot;jangan  mengintimidasi pemerintah. Jangan menantang pemerintah. Anda pasti akan  kalah. &quot;
Perintah penguncian menyeluruh itu telah menempatkan seluruh populasi  Luzon yang berjumlah 57 juta praktis dalam kondisi karantina, membatasi  pergerakan di sekitar pulau untuk membeli makanan, obat-obatan dan  barang-barang penting lainnya, dan mematikan semua kecuali industri yang  vital.
Filipina telah mengonfirmasi lebih dari 2.300 kasus Covid-19 dan  sedikitnya 96 kematian. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melihat  bahwa hanya sedikit pengujian yang dilakukan di negara itu dan  memperkirakan angka kasus Covid-19 yang sebenarnya kemungkinan jauh  lebih tinggi.
</description><content:encoded>MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan bahwa pelanggaran perintah karantina di tengah krisis pandemi virus corona (Covid-19) bisa berakhir dengan kematian. Dia juga memerintahkan pasukan keamanan untuk menembaki para 'pengacau' yang melakukan kekerasan saat negara itu memerangi wabah tersebut.
Peringatan keras itu disampaikan Duterte dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Rabu malam (1/4/2020), di mana dia mengatakan kepada polisi dan militer untuk mengadopsi pendekatan tegas bagi para pelanggar tindakan penguncian (lockdown) di Luzon, pulau terbesar dan terpadat di Filipina. Duterte memberlakukan lockdown di seluruh pulau itu untuk membendung penyebaran virus corona bulan lalu.
&quot;Saya tidak akan ragu. Perintah saya adalah kepada polisi dan militer, serta (distrik), bahwa jika ada masalah atau situasi muncul bahwa orang-orang melawan dan nyawa Anda dipertaruhkan, tembak mati mereka,&amp;rdquo; kata Duterte sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (2/4/2020).
&amp;ldquo;Apakah kamu mengerti? Mati. Alih-alih menyebabkan masalah, saya akan mengirim kamu ke kubur.&amp;rdquo;
Duterte menyampaikan pidatonya hanya beberapa jam setelah sekitar 21 penduduk di Kota Quezon, kebanyakan dari mereka adalah pekerja pabrik dan konstruksi berpenghasilan rendah, yang tidak dapat bekerja selama lockdown, ditangkap karena melakukan protes tanpa izin.
Penangkapan itu dikecam oleh kelompok buruh Solidaritas Pekerja Filipina (BMP), yang mengecam pemerintah karena menargetkan orang-orang miskin yang meminta bantuan selama krisis.
Presiden meminta mereka yang membutuhkan bantuan untuk bersabar,  mendesak mereka untuk menunggu bantuan dan berjanji bahwa rakyatnya  tidak akan kelaparan. Tetapi, dia memperingatkan warga &quot;jangan  mengintimidasi pemerintah. Jangan menantang pemerintah. Anda pasti akan  kalah. &quot;
Perintah penguncian menyeluruh itu telah menempatkan seluruh populasi  Luzon yang berjumlah 57 juta praktis dalam kondisi karantina, membatasi  pergerakan di sekitar pulau untuk membeli makanan, obat-obatan dan  barang-barang penting lainnya, dan mematikan semua kecuali industri yang  vital.
Filipina telah mengonfirmasi lebih dari 2.300 kasus Covid-19 dan  sedikitnya 96 kematian. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melihat  bahwa hanya sedikit pengujian yang dilakukan di negara itu dan  memperkirakan angka kasus Covid-19 yang sebenarnya kemungkinan jauh  lebih tinggi.
</content:encoded></item></channel></rss>
