<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pulang dari Jabar, Santri di Jambi Nekat Isolasi Diri dalam Gubuk</title><description>Santri yang pulang dari pesantren di Jabar itu mengisolasikan diri karena khawatir ada virus corona di tubuhnya, sehingga tak menyebar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/02/340/2192878/pulang-dari-jabar-santri-di-jambi-nekat-isolasi-diri-dalam-gubuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/02/340/2192878/pulang-dari-jabar-santri-di-jambi-nekat-isolasi-diri-dalam-gubuk"/><item><title>Pulang dari Jabar, Santri di Jambi Nekat Isolasi Diri dalam Gubuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/02/340/2192878/pulang-dari-jabar-santri-di-jambi-nekat-isolasi-diri-dalam-gubuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/02/340/2192878/pulang-dari-jabar-santri-di-jambi-nekat-isolasi-diri-dalam-gubuk</guid><pubDate>Kamis 02 April 2020 12:22 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/02/340/2192878/pulang-dari-jabar-santri-di-jambi-nekat-isolasi-diri-dalam-gubuk-YewHbVStc3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubuk tempat santri AJ isolasi diri didatangi Bupati Merangin dan petugas kesehatan (Okezone.com/Nanang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/02/340/2192878/pulang-dari-jabar-santri-di-jambi-nekat-isolasi-diri-dalam-gubuk-YewHbVStc3.jpg</image><title>Gubuk tempat santri AJ isolasi diri didatangi Bupati Merangin dan petugas kesehatan (Okezone.com/Nanang)</title></images><description>MERANGIN &amp;ndash; Apa yang dilakukan santri asal Kabupaten Merangin, Jambi ini patut dicontoh. Remaja berinisial AJ (16) itu rela  mengisolasikan diri sendiri di sebuah gubuk tak jauh dari rumahnya di Desa Margoyoso, Kecamatan Tabir untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Santri itu mengisolasikan dirinya setelah pulang dari tempat menuntut ilmu di sebuah pondok pesantrennya di Tasikmalaya, Jawa Barat,
Senin 31 Maret 2020. Jawa Barat salah satu daerah katagori merah corona karena hingga pagi ini tercatat ada 220 kasus Covid-19 dengan jumlah kematian 21 orang.

Sepulang dari luar daerah, AJ tak masuk ke rumah karena khawatir pada tubuh ada virus corona. Dia memilih mengisolasikan diri dulu sementara di gubuk dekat rumahnya, untuk menghindari penyebaran Covid-19 jika di tubuhnya ternyata ada virus.

Orangtua dari AJ mengatakan, anaknya itu mengisolasikan diri di gubuk atas kemauan sendiri. Keluarga pun menyiapkan segala kebutuhannya mulai dari kasur hingga makan-minum selama isolasi mandiri.
&amp;nbsp;
&quot;Dia tidak mau masuk kerumah. Jadi ingin dipondok itu tidurnya. Kami keluarga sudah menyiapkan kasur dan semua keperluan dirinya,&quot; kata orangtua AJ sambil tertunduk sedih, Kamis (2/4/2020).

Orangtua AJ memohon agar anaknya bebas dari corona. &quot;Saya minta doa semuanya. Semoga tidak ada penyakit menular tersebut pada anak saya. Ini juga salah satu yang kami lakukan untuk memutus penyebaran penyakit corona.&quot;

Bupati Merangin Al Haris saat mengunjungi AJ di gubuk isolasinya memuji sikap santri itu. Menurutnya, yang dilakukan AJ patut dicontoh oleh masyarakat lain di mana saat pulang dari luar daerah agar senantiasa mengkarantina diri untuk mencegah penyebaran corona.

&amp;ldquo;Karantina mandiri ini sangat baik dan ini perlu dicontoh masyarakat lain yang pulang dari daerah terpapar virus corona, sebab lebih baik kita mengantisipasi sebelum terjadi,&amp;rdquo; ucap Al Haris.
Bupati mengunjungi AJ di gubuknya bersama tim kesehatan dan sejumlah wartawan. Beberapa petugas menggenakan alat pelindung diri (APD) ikut memeriksa kesehatan dan suhu tubuh AJ dengan thermo gun.

&quot;Alhamdulillah suhu tubuh santri ini masih normal. Kita berharap tidak ada gejala selama isolasi sendiri,&quot; kata seorang petugas kesehatan.

Bupati Merangin mengatakan, di kabupatennya hingga kini belum ditemukan kasus positif corona, kecuali hanya ada 19 orang dalam pemantauan (ODP).

&amp;ldquo;Alhamdulillah hingga saat ini warga Kabupaten Merangin masih dalam keadaan aman hanya ada 19 orang yang ODP, dan untuk itu Tim Gugus Tugas selalu bekerja untuk mengantisipasi wabah virus corona,&amp;rdquo; ujar dia.
</description><content:encoded>MERANGIN &amp;ndash; Apa yang dilakukan santri asal Kabupaten Merangin, Jambi ini patut dicontoh. Remaja berinisial AJ (16) itu rela  mengisolasikan diri sendiri di sebuah gubuk tak jauh dari rumahnya di Desa Margoyoso, Kecamatan Tabir untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Santri itu mengisolasikan dirinya setelah pulang dari tempat menuntut ilmu di sebuah pondok pesantrennya di Tasikmalaya, Jawa Barat,
Senin 31 Maret 2020. Jawa Barat salah satu daerah katagori merah corona karena hingga pagi ini tercatat ada 220 kasus Covid-19 dengan jumlah kematian 21 orang.

Sepulang dari luar daerah, AJ tak masuk ke rumah karena khawatir pada tubuh ada virus corona. Dia memilih mengisolasikan diri dulu sementara di gubuk dekat rumahnya, untuk menghindari penyebaran Covid-19 jika di tubuhnya ternyata ada virus.

Orangtua dari AJ mengatakan, anaknya itu mengisolasikan diri di gubuk atas kemauan sendiri. Keluarga pun menyiapkan segala kebutuhannya mulai dari kasur hingga makan-minum selama isolasi mandiri.
&amp;nbsp;
&quot;Dia tidak mau masuk kerumah. Jadi ingin dipondok itu tidurnya. Kami keluarga sudah menyiapkan kasur dan semua keperluan dirinya,&quot; kata orangtua AJ sambil tertunduk sedih, Kamis (2/4/2020).

Orangtua AJ memohon agar anaknya bebas dari corona. &quot;Saya minta doa semuanya. Semoga tidak ada penyakit menular tersebut pada anak saya. Ini juga salah satu yang kami lakukan untuk memutus penyebaran penyakit corona.&quot;

Bupati Merangin Al Haris saat mengunjungi AJ di gubuk isolasinya memuji sikap santri itu. Menurutnya, yang dilakukan AJ patut dicontoh oleh masyarakat lain di mana saat pulang dari luar daerah agar senantiasa mengkarantina diri untuk mencegah penyebaran corona.

&amp;ldquo;Karantina mandiri ini sangat baik dan ini perlu dicontoh masyarakat lain yang pulang dari daerah terpapar virus corona, sebab lebih baik kita mengantisipasi sebelum terjadi,&amp;rdquo; ucap Al Haris.
Bupati mengunjungi AJ di gubuknya bersama tim kesehatan dan sejumlah wartawan. Beberapa petugas menggenakan alat pelindung diri (APD) ikut memeriksa kesehatan dan suhu tubuh AJ dengan thermo gun.

&quot;Alhamdulillah suhu tubuh santri ini masih normal. Kita berharap tidak ada gejala selama isolasi sendiri,&quot; kata seorang petugas kesehatan.

Bupati Merangin mengatakan, di kabupatennya hingga kini belum ditemukan kasus positif corona, kecuali hanya ada 19 orang dalam pemantauan (ODP).

&amp;ldquo;Alhamdulillah hingga saat ini warga Kabupaten Merangin masih dalam keadaan aman hanya ada 19 orang yang ODP, dan untuk itu Tim Gugus Tugas selalu bekerja untuk mengantisipasi wabah virus corona,&amp;rdquo; ujar dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
