<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepi Pembeli Akibat Virus Corona, Pedagang Terpaksa Tutup Lebih Cepat</title><description>Merebaknya virus corona (Covid-19) membuat sejumlah pedagang mengeluh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/03/338/2193572/sepi-pembeli-akibat-virus-corona-pedagang-terpaksa-tutup-lebih-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/03/338/2193572/sepi-pembeli-akibat-virus-corona-pedagang-terpaksa-tutup-lebih-cepat"/><item><title>Sepi Pembeli Akibat Virus Corona, Pedagang Terpaksa Tutup Lebih Cepat</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/03/338/2193572/sepi-pembeli-akibat-virus-corona-pedagang-terpaksa-tutup-lebih-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/03/338/2193572/sepi-pembeli-akibat-virus-corona-pedagang-terpaksa-tutup-lebih-cepat</guid><pubDate>Jum'at 03 April 2020 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/03/338/2193572/sepi-pembeli-akibat-virus-corona-pedagang-terpaksa-tutup-lebih-cepat-HJWwCIEG7A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang es kelapa muda. (Foto: Okezone.com/M Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/03/338/2193572/sepi-pembeli-akibat-virus-corona-pedagang-terpaksa-tutup-lebih-cepat-HJWwCIEG7A.jpg</image><title>Pedagang es kelapa muda. (Foto: Okezone.com/M Rizky)</title></images><description>JAKARTA - Merebaknya virus corona (Covid-19) membuat sejumlah pedagang mengeluh. Omzet dagangan mereka terus menurun sejak  muncul di Indonesia.&amp;nbsp;
Salah satunya Isni Fadillah, pedagang es kelapa muda di Jalan Raya Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia mengaku dagangannya sepi sejak corona menyerang Indonesia.
&quot;Biasanya saya bisa jual 20 (butir) kelapa, tapi kemarin saja cuma empat,&quot; tuturnya saat ditemui Okezone, Kamis (2/4/2020).&amp;nbsp;
Isni mengaku sudah lebih dari 5 tahun berjualan kelapa di kawasan Jagakarsa. Ia juga sudah memasukkan dagangannya di aplikasi antar-jemput makanan.
Dalam sehari biasanya dia mendapat 20 pemesan via aplikasi. Namun sekarang hanya beberapa saja.
&quot;Biasanya banyak, puluhan, ini jadi sepi,&quot; tuturnya.&amp;nbsp;

Warung es kelapa Isni buka sejak pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 11.00 WIB malam. Namun sejak ada corona, ia menutup dagangannya lebih awal.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;IDI: Identitas Pasien Covid-19 Harus Dibuka
Virus corona sangat memengaruhi penjualan pedagang. Tak jarang banyak pedagang menjerit karena minim pembeli, padahal dari hasil dagang itulah mereka hidup sehari-hari.&amp;nbsp;
&quot;Pedagang pecel aja itu sebelah saya tutup cepet karena orang sepi , jadi saya kalau dia tutup saya juga tutup, biasanya sampai jam 1 malam,&amp;rdquo; ujarnya.
Dahlan, pedagang batagor dan siomay juga merasakan hal yang sama dengan Isni. Ia biasa ngetem di dekat Madrasah Tsanawiyah Al-Makmur.&amp;nbsp;
Namun kali ini ia harus berkeliling lantaran sekolah-sekolah tutup, mengakibatkan dagangannya sepi pembeli.
&quot;Kalau sekolah buka kan enak, ini tutup semua kita bingung, ya sudah keliling,&quot; keluhnya.
Dahlan berharap virus corona segera berlalu. Terlebih, sebentar lagi akan menghadapi bulan suci Ramadan.&amp;nbsp;
&quot;Semoga saja ini cepat normal lagi, kan kita juga udah mau puasa mau lebaran butuh biaya,&quot; harapnya.&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA - Merebaknya virus corona (Covid-19) membuat sejumlah pedagang mengeluh. Omzet dagangan mereka terus menurun sejak  muncul di Indonesia.&amp;nbsp;
Salah satunya Isni Fadillah, pedagang es kelapa muda di Jalan Raya Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia mengaku dagangannya sepi sejak corona menyerang Indonesia.
&quot;Biasanya saya bisa jual 20 (butir) kelapa, tapi kemarin saja cuma empat,&quot; tuturnya saat ditemui Okezone, Kamis (2/4/2020).&amp;nbsp;
Isni mengaku sudah lebih dari 5 tahun berjualan kelapa di kawasan Jagakarsa. Ia juga sudah memasukkan dagangannya di aplikasi antar-jemput makanan.
Dalam sehari biasanya dia mendapat 20 pemesan via aplikasi. Namun sekarang hanya beberapa saja.
&quot;Biasanya banyak, puluhan, ini jadi sepi,&quot; tuturnya.&amp;nbsp;

Warung es kelapa Isni buka sejak pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 11.00 WIB malam. Namun sejak ada corona, ia menutup dagangannya lebih awal.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;IDI: Identitas Pasien Covid-19 Harus Dibuka
Virus corona sangat memengaruhi penjualan pedagang. Tak jarang banyak pedagang menjerit karena minim pembeli, padahal dari hasil dagang itulah mereka hidup sehari-hari.&amp;nbsp;
&quot;Pedagang pecel aja itu sebelah saya tutup cepet karena orang sepi , jadi saya kalau dia tutup saya juga tutup, biasanya sampai jam 1 malam,&amp;rdquo; ujarnya.
Dahlan, pedagang batagor dan siomay juga merasakan hal yang sama dengan Isni. Ia biasa ngetem di dekat Madrasah Tsanawiyah Al-Makmur.&amp;nbsp;
Namun kali ini ia harus berkeliling lantaran sekolah-sekolah tutup, mengakibatkan dagangannya sepi pembeli.
&quot;Kalau sekolah buka kan enak, ini tutup semua kita bingung, ya sudah keliling,&quot; keluhnya.
Dahlan berharap virus corona segera berlalu. Terlebih, sebentar lagi akan menghadapi bulan suci Ramadan.&amp;nbsp;
&quot;Semoga saja ini cepat normal lagi, kan kita juga udah mau puasa mau lebaran butuh biaya,&quot; harapnya.&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
