<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien Virus Corona di Spanyol Dapat Fasilitas Hotel Bintang Lima saat Karantina</title><description>Petugas memerlukan tiga hari untuk mengubah kamar hotel menjadi sebuah klinik darurat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194051/pasien-virus-corona-di-spanyol-dapat-fasilitas-hotel-bintang-lima-saat-karantina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194051/pasien-virus-corona-di-spanyol-dapat-fasilitas-hotel-bintang-lima-saat-karantina"/><item><title>Pasien Virus Corona di Spanyol Dapat Fasilitas Hotel Bintang Lima saat Karantina</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194051/pasien-virus-corona-di-spanyol-dapat-fasilitas-hotel-bintang-lima-saat-karantina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194051/pasien-virus-corona-di-spanyol-dapat-fasilitas-hotel-bintang-lima-saat-karantina</guid><pubDate>Sabtu 04 April 2020 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/04/18/2194051/pasien-virus-corona-di-spanyol-dapat-fasilitas-hotel-bintang-lima-saat-karantina-EdwztaB5wG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas kesehatan membawa pasien virus corona di Spanyol. (TRT World)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/04/18/2194051/pasien-virus-corona-di-spanyol-dapat-fasilitas-hotel-bintang-lima-saat-karantina-EdwztaB5wG.jpg</image><title>Petugas kesehatan membawa pasien virus corona di Spanyol. (TRT World)</title></images><description>BARCELONA - Seorang pengemudi ambulans mengenakan gaun pelindung putih memasuki sebuah hotel Barcelona dan mengumumkan kedatangan tiga &quot;tamu&quot; baru, yakni trio pasien virus corona yang baru pulang dari rumah sakit.
&quot;Selamat pagi! Bagaimana kabarmu? Namaku Enrique Aranda. Aku pekerja kesehatan yang akan Anda lihat dalam beberapa hari,&quot; kata direktur hotel bintang lima Melia Sarria mengutip AFP, Sabtu (4/1/2020).
Petugas memerlukan tiga hari untuk mengubah kamar hotel menjadi sebuah klinik darurat.
&quot;Beberapa pasien berpikir saat mereka keluar dari rumah sakit akan dibiarkan mati, banyak orang ketakutan. Saya mencoba membuat mereka melupakan semua itu,&quot; kata Aranda.
&quot;Aku tidak membiarkan mereka keluar dari ambulans sampai aku mendapatkan senyum dari mereka. Aku ingin melihat bahwa mereka tidak di rumah sakit lagi, melainkan sebuah hotel,&quot; lanjut dia.
Alih-alih datang dengan koper, tamu baru hotel itu membawa tas berisi beberapa barang pribadi dan laporan medis mereka.
Baca juga:&amp;nbsp;950 Kematian, Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Spanyol Tembus 10 Ribu
Baca juga:&amp;nbsp;Para Dokter di Spanyol Terpaksa Memilih Siapa yang Akan Mati karena Virus Corona
Mereka tidak disambut oleh staf penerima tamu, tetapi oleh tim perawat yang mengenakan jas berwarna hijau atau biru, sarung tangan dan masker wajah medis.

Setelah pasien masuk, perawat mengukur suhu tubuh mereka, merevisi laporan medis dan bertanya apakah mereka perlu menghubungi anggota keluarga.
Pemerintah memerintahkan semua hotel tutup untuk memerangi virus corona yang telah menewaskan 10.935 jiwa di Spanyol, korban tertinggi kedua di dunia setelah Italia., dan menginfeksi lebih 119 ribu orang.
Hotel di seluruh Spanyol menjadi pusat perawatan medis darurat karena rumah sakit sudah tidak bisa menampung banjirnya pasien COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona.
Di wilayah Madrid, daerah yang paling terpukul di Spanyol, menjadi wilayah pertama yang mengadopsi tindakan tersebut, sekarang ada lebih dari 700 pasien yang dikarantina di hotel.
Di kota Barcelona, pelaku bisnis perhotelan juga menyediakan 2.500 tempat tidur. Melia Sarria salah satunya yang dibuka untuk pasien pada 29 Maret. Hotel tersebut memiliki 307 kamar yang sudah terisi 107 &amp;ldquo;tamu&amp;rdquo;.
&quot;Mereka orang-orang yang sudah pulih [dari virus corona], yang telah menjalani perawatan di rumah sakit dan berada dalam tahap akhir pemulihan di hotel,&quot; kata Gemma Fanlo, seorang perawat.
Para pasien di hotel dipantau oleh petugas kesehatan secara langsung atau secara virtual.
&quot;Tenaga kesehatan profesional bekerja lebih lama, bahkan bekerja dari rumah untuk memastikan tidak ada orang yang tidak dirawat. Kami bekerja sepanjang waktu,&quot; kata Belen Enfedaque, direktur perawatan jaringan klinik perawatan kesehatan Barcelona.
Di dalam hotel, interaksi sosial sangat dijaga. Ada lift untuk pegawai dan satu untuk pasien. Lorong-lorong hotel sangat sepi.
Pasien mendapatkan makanan empat kali sehari, yang ditinggalkan di luar kamar mereka. Anggota staf mengetuk pintu, dan pasien harus menghitung sampai lima sebelum membuka pintu.
Kerabat pasien tidak boleh memasuki hotel. Mereka bisa menitipkan barang, seperti pakaian, majalah, laptop atau perangkat, melalui staf.
&quot;Saya membawa tas ini untuk bibi istri saya yang dirawat di rumah sakit karena pneumonia dan mereka telah membawanya ke sini,&quot; kata seorang pria paruh baya yang menolak disebutkan namanya.
&quot;Dia baik-baik saja. Putrinya berada di unit perawatan intensif tetapi ibunya belum tahu,&quot; ujarnya.
Setelah hotel menjadi fasilitas perawatan, para karyawan tergerak untuk membantu pasien.
&quot;Ini sangat mengharukan,&quot; kata Marga Carballo yang bertanggung jawab atas penerimaan tamu di hotel Melia Sarria.
&quot;Di rumah aku merasa tidak enak menonton semua ini tanpa bisa membantu,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>BARCELONA - Seorang pengemudi ambulans mengenakan gaun pelindung putih memasuki sebuah hotel Barcelona dan mengumumkan kedatangan tiga &quot;tamu&quot; baru, yakni trio pasien virus corona yang baru pulang dari rumah sakit.
&quot;Selamat pagi! Bagaimana kabarmu? Namaku Enrique Aranda. Aku pekerja kesehatan yang akan Anda lihat dalam beberapa hari,&quot; kata direktur hotel bintang lima Melia Sarria mengutip AFP, Sabtu (4/1/2020).
Petugas memerlukan tiga hari untuk mengubah kamar hotel menjadi sebuah klinik darurat.
&quot;Beberapa pasien berpikir saat mereka keluar dari rumah sakit akan dibiarkan mati, banyak orang ketakutan. Saya mencoba membuat mereka melupakan semua itu,&quot; kata Aranda.
&quot;Aku tidak membiarkan mereka keluar dari ambulans sampai aku mendapatkan senyum dari mereka. Aku ingin melihat bahwa mereka tidak di rumah sakit lagi, melainkan sebuah hotel,&quot; lanjut dia.
Alih-alih datang dengan koper, tamu baru hotel itu membawa tas berisi beberapa barang pribadi dan laporan medis mereka.
Baca juga:&amp;nbsp;950 Kematian, Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Spanyol Tembus 10 Ribu
Baca juga:&amp;nbsp;Para Dokter di Spanyol Terpaksa Memilih Siapa yang Akan Mati karena Virus Corona
Mereka tidak disambut oleh staf penerima tamu, tetapi oleh tim perawat yang mengenakan jas berwarna hijau atau biru, sarung tangan dan masker wajah medis.

Setelah pasien masuk, perawat mengukur suhu tubuh mereka, merevisi laporan medis dan bertanya apakah mereka perlu menghubungi anggota keluarga.
Pemerintah memerintahkan semua hotel tutup untuk memerangi virus corona yang telah menewaskan 10.935 jiwa di Spanyol, korban tertinggi kedua di dunia setelah Italia., dan menginfeksi lebih 119 ribu orang.
Hotel di seluruh Spanyol menjadi pusat perawatan medis darurat karena rumah sakit sudah tidak bisa menampung banjirnya pasien COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona.
Di wilayah Madrid, daerah yang paling terpukul di Spanyol, menjadi wilayah pertama yang mengadopsi tindakan tersebut, sekarang ada lebih dari 700 pasien yang dikarantina di hotel.
Di kota Barcelona, pelaku bisnis perhotelan juga menyediakan 2.500 tempat tidur. Melia Sarria salah satunya yang dibuka untuk pasien pada 29 Maret. Hotel tersebut memiliki 307 kamar yang sudah terisi 107 &amp;ldquo;tamu&amp;rdquo;.
&quot;Mereka orang-orang yang sudah pulih [dari virus corona], yang telah menjalani perawatan di rumah sakit dan berada dalam tahap akhir pemulihan di hotel,&quot; kata Gemma Fanlo, seorang perawat.
Para pasien di hotel dipantau oleh petugas kesehatan secara langsung atau secara virtual.
&quot;Tenaga kesehatan profesional bekerja lebih lama, bahkan bekerja dari rumah untuk memastikan tidak ada orang yang tidak dirawat. Kami bekerja sepanjang waktu,&quot; kata Belen Enfedaque, direktur perawatan jaringan klinik perawatan kesehatan Barcelona.
Di dalam hotel, interaksi sosial sangat dijaga. Ada lift untuk pegawai dan satu untuk pasien. Lorong-lorong hotel sangat sepi.
Pasien mendapatkan makanan empat kali sehari, yang ditinggalkan di luar kamar mereka. Anggota staf mengetuk pintu, dan pasien harus menghitung sampai lima sebelum membuka pintu.
Kerabat pasien tidak boleh memasuki hotel. Mereka bisa menitipkan barang, seperti pakaian, majalah, laptop atau perangkat, melalui staf.
&quot;Saya membawa tas ini untuk bibi istri saya yang dirawat di rumah sakit karena pneumonia dan mereka telah membawanya ke sini,&quot; kata seorang pria paruh baya yang menolak disebutkan namanya.
&quot;Dia baik-baik saja. Putrinya berada di unit perawatan intensif tetapi ibunya belum tahu,&quot; ujarnya.
Setelah hotel menjadi fasilitas perawatan, para karyawan tergerak untuk membantu pasien.
&quot;Ini sangat mengharukan,&quot; kata Marga Carballo yang bertanggung jawab atas penerimaan tamu di hotel Melia Sarria.
&quot;Di rumah aku merasa tidak enak menonton semua ini tanpa bisa membantu,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
