<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Mengheningkan Cipta Selama 3 Menit Menghormati Korban Meninggal Virus Corona</title><description>Kasus pertama virus corona pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194148/china-mengheningkan-cipta-selama-3-menit-menghormati-korban-meninggal-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194148/china-mengheningkan-cipta-selama-3-menit-menghormati-korban-meninggal-virus-corona"/><item><title>China Mengheningkan Cipta Selama 3 Menit Menghormati Korban Meninggal Virus Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194148/china-mengheningkan-cipta-selama-3-menit-menghormati-korban-meninggal-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194148/china-mengheningkan-cipta-selama-3-menit-menghormati-korban-meninggal-virus-corona</guid><pubDate>Sabtu 04 April 2020 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/04/18/2194148/china-mengheningkan-cipta-selama-3-menit-menghormati-korban-meninggal-virus-corona-tUjtoZG4AN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejumlah pejabat dan tenaga kesehatan China mengheningkan cipta menghormati korban meninggal virus corona. (Foto/China Plus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/04/18/2194148/china-mengheningkan-cipta-selama-3-menit-menghormati-korban-meninggal-virus-corona-tUjtoZG4AN.jpg</image><title>Sejumlah pejabat dan tenaga kesehatan China mengheningkan cipta menghormati korban meninggal virus corona. (Foto/China Plus)</title></images><description>BEIJING - China mengheningkan cipta selama tiga menit untuk mengenang korban meninggal akibat virus cornan yang menyebabkan penyakit Covid-19.
Di China, lebih dari 3.300 orang yang meninggal karena Covid-19.
Mengheningkan cipta dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat. Masyarakat di sana mengheningkan cipta selama sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang meninggal.
Mobil, kereta api dan kapal kemudian membunyikan klakson, sementara bendera dikibarkan setengah tiang.
Baca juga:&amp;nbsp;Kota Jia di China Lockdown Usai Warga Positif Virus Corona
Baca juga:&amp;nbsp;Dampak Virus Corona, Kota Shenzhen China Larang Warga Makan Anjing dan Kucing
Kasus pertama virus corona pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember 2019.
Sejak itu, virus tersebut telah melanda dunia, menginfeksi lebih dari satu juta orang dan membunuh hampir 60.000 di 181 negara.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;China stopped for 3 minutes at 10 am on Saturday for the victims of &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/COVID19?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#COVID19&amp;lt;/a&amp;gt;. Remember the fallen heroes and deceased compatriots in the combat against the virus &amp;#128367;&amp;#65039; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/tN85ia3wsX&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/tN85ia3wsX&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Global Times (@globaltimesnews) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/globaltimesnews/status/1246348048608849921?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;April 4, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Di Wuhan, pusat penyebaran China, semua lampu lalu lintas di daerah perkotaan menjadi merah pada pukul 10.00, menghentikan lalu lintas selama tiga menit.
Pemerintah China mengatakan acara mengheningkan cipta juga memberikan kepada 14 pekerja medis yang meninggal karena berjuang melawan virus.
Pekerja medis itu termasuk Li Wenliang, seorang dokter di Wuhan yang meninggal karena Covid-19 setelah ditegur oleh pihak berwenang karena berusaha memperingatkan orang lain tentang virus corona.
&quot;Saya sangat sedih teringat kolega dan pasien kami yang meninggal,&quot; kata seorang perawat China yang merawat pasien coronavirus kepada kantor berita AFP. &quot;Kuharap mereka bisa beristirahat dengan baik di surga.&quot;
Menyitir BBC, Sabtu (4/4/2020) Presiden China Xi Jinping dan pejabat pemerintah memberikan penghormatan dengan mengenakan bunga putih yang disematkan di dada mereka Beijing.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;China is in national mourning today, to remember those lives lost to &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/COVID19?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#COVID19&amp;lt;/a&amp;gt;. People across the nation observed three minutes of silence. This morning&amp;rsquo;s event marked the first national mourning for a public health incident. Liu Sirui has more. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/GlobalWatchTopStory?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#GlobalWatchTopStory&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/xJYHQIaPE6&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/xJYHQIaPE6&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; CGTN Global Watch (@GlobalWatchCGTN) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/GlobalWatchCGTN/status/1246333907047313413?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;April 4, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Acara mengheningkan cipta itu bertepatan dengan festival Qingming, festival penghormatan bagi leluhur masyarakat China.
China pertama kali memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kasus pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui pada 31 Desember 2019.
Pada 18 Januari, jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat menjadi sekitar 60, tetapi para ahli memperkirakan jumlah sebenarnya mendekati 1.700.
Dua hari kemudian, jutaan orang bersiap untuk melakukan perjalanan untuk tahun baru Imlek, jumlah kasus virus corona meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari 200 dan virus terdeteksi di Beijing, Shanghai dan Shenzhen.
Sejak saat itu, virus mulai menyebar dengan cepat di Asia dan kemudian Eropa, akhirnya mencapai setiap sudut dunia.
Dalam beberapa minggu terakhir, China telah mulai melonggarkan pembatasan perjalanan dan jarak sosial.
Akhir pekan lalu, wilayah di Wuhan telah setelah lebih dari dua bulan dikarantina.
Pada hari Sabtu, China melaporkan 19 kasus baru virus corona. Komisi kesehatan China mengatakan 18 dari kasus itu melibatkan para pelancong yang datang dari luar negeri.
Ketika negara itu berjuang untuk mengendalikan kasus-kasus yang datang dari luar negeri, China untuk sementara waktu melarang semua warga asing, bahkan jika mereka memiliki visa atau izin tinggal.</description><content:encoded>BEIJING - China mengheningkan cipta selama tiga menit untuk mengenang korban meninggal akibat virus cornan yang menyebabkan penyakit Covid-19.
Di China, lebih dari 3.300 orang yang meninggal karena Covid-19.
Mengheningkan cipta dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat. Masyarakat di sana mengheningkan cipta selama sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang meninggal.
Mobil, kereta api dan kapal kemudian membunyikan klakson, sementara bendera dikibarkan setengah tiang.
Baca juga:&amp;nbsp;Kota Jia di China Lockdown Usai Warga Positif Virus Corona
Baca juga:&amp;nbsp;Dampak Virus Corona, Kota Shenzhen China Larang Warga Makan Anjing dan Kucing
Kasus pertama virus corona pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember 2019.
Sejak itu, virus tersebut telah melanda dunia, menginfeksi lebih dari satu juta orang dan membunuh hampir 60.000 di 181 negara.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;China stopped for 3 minutes at 10 am on Saturday for the victims of &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/COVID19?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#COVID19&amp;lt;/a&amp;gt;. Remember the fallen heroes and deceased compatriots in the combat against the virus &amp;#128367;&amp;#65039; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/tN85ia3wsX&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/tN85ia3wsX&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Global Times (@globaltimesnews) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/globaltimesnews/status/1246348048608849921?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;April 4, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Di Wuhan, pusat penyebaran China, semua lampu lalu lintas di daerah perkotaan menjadi merah pada pukul 10.00, menghentikan lalu lintas selama tiga menit.
Pemerintah China mengatakan acara mengheningkan cipta juga memberikan kepada 14 pekerja medis yang meninggal karena berjuang melawan virus.
Pekerja medis itu termasuk Li Wenliang, seorang dokter di Wuhan yang meninggal karena Covid-19 setelah ditegur oleh pihak berwenang karena berusaha memperingatkan orang lain tentang virus corona.
&quot;Saya sangat sedih teringat kolega dan pasien kami yang meninggal,&quot; kata seorang perawat China yang merawat pasien coronavirus kepada kantor berita AFP. &quot;Kuharap mereka bisa beristirahat dengan baik di surga.&quot;
Menyitir BBC, Sabtu (4/4/2020) Presiden China Xi Jinping dan pejabat pemerintah memberikan penghormatan dengan mengenakan bunga putih yang disematkan di dada mereka Beijing.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;China is in national mourning today, to remember those lives lost to &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/COVID19?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#COVID19&amp;lt;/a&amp;gt;. People across the nation observed three minutes of silence. This morning&amp;rsquo;s event marked the first national mourning for a public health incident. Liu Sirui has more. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/GlobalWatchTopStory?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#GlobalWatchTopStory&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/xJYHQIaPE6&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/xJYHQIaPE6&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; CGTN Global Watch (@GlobalWatchCGTN) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/GlobalWatchCGTN/status/1246333907047313413?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;April 4, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Acara mengheningkan cipta itu bertepatan dengan festival Qingming, festival penghormatan bagi leluhur masyarakat China.
China pertama kali memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kasus pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui pada 31 Desember 2019.
Pada 18 Januari, jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat menjadi sekitar 60, tetapi para ahli memperkirakan jumlah sebenarnya mendekati 1.700.
Dua hari kemudian, jutaan orang bersiap untuk melakukan perjalanan untuk tahun baru Imlek, jumlah kasus virus corona meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari 200 dan virus terdeteksi di Beijing, Shanghai dan Shenzhen.
Sejak saat itu, virus mulai menyebar dengan cepat di Asia dan kemudian Eropa, akhirnya mencapai setiap sudut dunia.
Dalam beberapa minggu terakhir, China telah mulai melonggarkan pembatasan perjalanan dan jarak sosial.
Akhir pekan lalu, wilayah di Wuhan telah setelah lebih dari dua bulan dikarantina.
Pada hari Sabtu, China melaporkan 19 kasus baru virus corona. Komisi kesehatan China mengatakan 18 dari kasus itu melibatkan para pelancong yang datang dari luar negeri.
Ketika negara itu berjuang untuk mengendalikan kasus-kasus yang datang dari luar negeri, China untuk sementara waktu melarang semua warga asing, bahkan jika mereka memiliki visa atau izin tinggal.</content:encoded></item></channel></rss>
