<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Robocop' Tunisia Patroli Tegakkan Prosedur Lockdown Selama Wabah Virus Corona</title><description>Robot itu dioperasikan dari jarak jauh dan dilengkapi dengan kamera inframerah dan termal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194175/robocop-tunisia-patroli-tegakkan-prosedur-lockdown-selama-wabah-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194175/robocop-tunisia-patroli-tegakkan-prosedur-lockdown-selama-wabah-virus-corona"/><item><title>'Robocop' Tunisia Patroli Tegakkan Prosedur Lockdown Selama Wabah Virus Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194175/robocop-tunisia-patroli-tegakkan-prosedur-lockdown-selama-wabah-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/04/18/2194175/robocop-tunisia-patroli-tegakkan-prosedur-lockdown-selama-wabah-virus-corona</guid><pubDate>Sabtu 04 April 2020 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/04/18/2194175/robocop-tunisia-patroli-tegakkan-prosedur-lockdown-selama-wabah-virus-corona-WdqaaI7bfG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">'Robocop' Tunisia patroli jaga kota selama lockdown. (Foto/MBC News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/04/18/2194175/robocop-tunisia-patroli-tegakkan-prosedur-lockdown-selama-wabah-virus-corona-WdqaaI7bfG.jpg</image><title>'Robocop' Tunisia patroli jaga kota selama lockdown. (Foto/MBC News)</title></images><description>TUNIS - Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengerahkan robot polisi [Robocop] untuk berpatroli di jalan-jalan Tunis, ibu kota Tunisa untuk menegakkan karantina wilayah alias lockdown yang diberlakukan pada bulan memerangi penyebaran virus corona.
Dikenal dengan PGuard, robot itu dioperasikan dari jarak jauh dan dilengkapi dengan kamera inframerah dan termal. Selain itu, robot juga dilengkapi sistem alarm suara dan cahaya.
Dalam gambar dan suara yang diposting di laman Kemendagri Tunisia pada bulan lalu, PGuard memanggil pelanggar aturan lockdown, &quot;Apa yang kamu lakukan? Tunjukkan pada saya ID Anda. Anda tidak tahu ada lockdown?&quot;
Baca juga:&amp;nbsp;Petugas KesehatanTeletubbies, Merawat Sekaligus Menghibur Pasien Corona di Filipina
Baca juga:&amp;nbsp;Abaikan Perintah Tinggal di Rumah, Permukiman Ultra-Ortodoks Yahudi di Israel Terpapar Virus Corona
Pemerintah Tunisia juga telah menerapkan jam malam malam sejak 17 Maret dan sudah memberlakukan lockdown dari 22 Maret.
Sejak 2 Maret, 14 orang telah meninggal karena virus corona di Tunisia di mana 455 kasus yang dikonfirmasi telah terbukti positif untuk penyakit ini.
Pembuat robot Tunisia, Anis Sahbani mengatakan kepada AFP, mesin itu pertama kali diproduksi pada 2015 untuk melakukan patroli keamanan dan beroperasi melalui kecerdasan buatan.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Tunisia?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Tunisia&amp;lt;/a&amp;gt; deploys police robot on lockdown patrol&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;More to know at: &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/1PN9oBhz93&quot;&amp;gt;https://t.co/1PN9oBhz93&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/COVID2019?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#COVID2019&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Corona?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Corona&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/HrrTUSJNyE&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/HrrTUSJNyE&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Alghadeer English (@alghadeertv_eng) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/alghadeertv_eng/status/1246343392499585025?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;April 4, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Robot itu, yang dibangun oleh perusahaan Enova Robotics milik Sahbani, berharga antara 100.000-130.000 euro (sekira Rp1,7 miliar-Rp2,3 miliar) dan sebagian besar telah dijual ke ke perusahaan di luar negeri untuk keamanan.
Sejumlah robot juga telah disumbangkan ke Kementerian Dalam Negeri Tunisia.
Berbasis di kota timur Sousse, perusahaan tersebut sekarang berencana untuk menyebarkan robot lain di rumah sakit Tunis untuk membantu pasien yang terinfeksi virus corona bisa berkomunikasi dengan kerabat.</description><content:encoded>TUNIS - Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengerahkan robot polisi [Robocop] untuk berpatroli di jalan-jalan Tunis, ibu kota Tunisa untuk menegakkan karantina wilayah alias lockdown yang diberlakukan pada bulan memerangi penyebaran virus corona.
Dikenal dengan PGuard, robot itu dioperasikan dari jarak jauh dan dilengkapi dengan kamera inframerah dan termal. Selain itu, robot juga dilengkapi sistem alarm suara dan cahaya.
Dalam gambar dan suara yang diposting di laman Kemendagri Tunisia pada bulan lalu, PGuard memanggil pelanggar aturan lockdown, &quot;Apa yang kamu lakukan? Tunjukkan pada saya ID Anda. Anda tidak tahu ada lockdown?&quot;
Baca juga:&amp;nbsp;Petugas KesehatanTeletubbies, Merawat Sekaligus Menghibur Pasien Corona di Filipina
Baca juga:&amp;nbsp;Abaikan Perintah Tinggal di Rumah, Permukiman Ultra-Ortodoks Yahudi di Israel Terpapar Virus Corona
Pemerintah Tunisia juga telah menerapkan jam malam malam sejak 17 Maret dan sudah memberlakukan lockdown dari 22 Maret.
Sejak 2 Maret, 14 orang telah meninggal karena virus corona di Tunisia di mana 455 kasus yang dikonfirmasi telah terbukti positif untuk penyakit ini.
Pembuat robot Tunisia, Anis Sahbani mengatakan kepada AFP, mesin itu pertama kali diproduksi pada 2015 untuk melakukan patroli keamanan dan beroperasi melalui kecerdasan buatan.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Tunisia?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Tunisia&amp;lt;/a&amp;gt; deploys police robot on lockdown patrol&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;More to know at: &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/1PN9oBhz93&quot;&amp;gt;https://t.co/1PN9oBhz93&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/COVID2019?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#COVID2019&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Corona?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Corona&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/HrrTUSJNyE&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/HrrTUSJNyE&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Alghadeer English (@alghadeertv_eng) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/alghadeertv_eng/status/1246343392499585025?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;April 4, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Robot itu, yang dibangun oleh perusahaan Enova Robotics milik Sahbani, berharga antara 100.000-130.000 euro (sekira Rp1,7 miliar-Rp2,3 miliar) dan sebagian besar telah dijual ke ke perusahaan di luar negeri untuk keamanan.
Sejumlah robot juga telah disumbangkan ke Kementerian Dalam Negeri Tunisia.
Berbasis di kota timur Sousse, perusahaan tersebut sekarang berencana untuk menyebarkan robot lain di rumah sakit Tunis untuk membantu pasien yang terinfeksi virus corona bisa berkomunikasi dengan kerabat.</content:encoded></item></channel></rss>
