<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Diimbau Wajib Pakai Masker, Pemerintah: Masih Ada OTG Tak Terdeteksi </title><description>Pemerintah kian gencar mengimbau masyarakat agar senantiasa mengenakan masker saat beraktivitas di tengah corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/06/337/2194986/warga-diimbau-wajib-pakai-masker-pemerintah-masih-ada-otg-tak-terdeteksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/06/337/2194986/warga-diimbau-wajib-pakai-masker-pemerintah-masih-ada-otg-tak-terdeteksi"/><item><title>Warga Diimbau Wajib Pakai Masker, Pemerintah: Masih Ada OTG Tak Terdeteksi </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/06/337/2194986/warga-diimbau-wajib-pakai-masker-pemerintah-masih-ada-otg-tak-terdeteksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/06/337/2194986/warga-diimbau-wajib-pakai-masker-pemerintah-masih-ada-otg-tak-terdeteksi</guid><pubDate>Senin 06 April 2020 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/06/337/2194986/warga-diimbau-wajib-pakai-masker-pemerintah-masih-ada-otg-tak-terdeteksi-AEIc7YCjhX.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (Foto: YouTube/@BNPB Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/06/337/2194986/warga-diimbau-wajib-pakai-masker-pemerintah-masih-ada-otg-tak-terdeteksi-AEIc7YCjhX.JPG</image><title>Jubir Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (Foto: YouTube/@BNPB Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah kian gencar mengimbau masyarakat agar senantiasa mengenakan masker saat beraktivitas di tengah wabah virus corona (Covid-19). Hal itu sejalan dengan seruan dari badan kesehatan dunia WHO terhadap seluruh negara yang menjadi epidemi virus tersebut.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, penggunaan masker dewasa ini menjadi wajib lantaran masih adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tidak terdeteksi telah terpapar virus asal Wuhan, China itu.
&quot;Kami sadari tambahnya kasus tiap hari, karena kami yakini masih ada sumber penular yang susah kami deteksi atau kami tandai. Karena sebagian mereka kelompok OTG,&quot; kata Yurianto dalam konferensi pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta yang ditayangkan melalui saluran YouTube BNPB, Senin (6/4/2020).
OTG itu, kata Yuri, tidak bisa merasakan bahwa dalam tubuhnya sakit dan memiliki virus corona tersebut. Sebab itu, ketika melakukan kegiatan di masyarakat tanpa disadari, mereka telah menyebarkan virus tersebut ke orang lainnya melalui droplet.
&quot;Yaitu orang yang dalam tubuhnya ada virus dan kembang biak dan menyebar ke sekitarnya melalui droplet pada saat bicara, bersin, dan batuk,&quot; ujar Yurianto.
Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dikatakan Yurianto, telah menerapkan apa yang menjadi seruan WHO soal keharusan mengenakan masker untuk masyarakat.
&quot;Presiden Jokowi ingatkan kita sejalan rekomendasi organisasi WHO agar seluruh masyarakat gunakan masker, sekali lagi agar masyarakat gunakan masker, terutama saat aktivitas di luar rumah,&quot; tutur Yurianto.
Menurut Yurianto, untuk masyarakat, saat ini bisa menggunakan masker yang terbuat dari bahan kain. Mengingat, masker bedah atau jenis N95 itu dikhususkan bagi tenaga medis yang langsung menangani pasien corona.

Masker kain, kata Yurianto, sangat mudah didapatkan di pasaran. Bahkan, masyarakat bisa membuat pelindung wajah itu dengan sendiri. Tetapi, tetap ada standar yang diatur dalam penggunaan masker kain itu.
Mengingat, masker kain tak begitu maksimal seperti masker bedah ataupun N95 dalam menangkal percikan droplet, masyarakat diimbau tetap menerapkan physical distancing.
&quot;Gunakan masker kain maksimal 4 jam dalam sehari, lalu dicuci dengan air sabun. Oleh karena itu mari sekali lagi kita semua gunakan masker, masker untuk semua,&quot; tutup Yurianto.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah kian gencar mengimbau masyarakat agar senantiasa mengenakan masker saat beraktivitas di tengah wabah virus corona (Covid-19). Hal itu sejalan dengan seruan dari badan kesehatan dunia WHO terhadap seluruh negara yang menjadi epidemi virus tersebut.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, penggunaan masker dewasa ini menjadi wajib lantaran masih adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tidak terdeteksi telah terpapar virus asal Wuhan, China itu.
&quot;Kami sadari tambahnya kasus tiap hari, karena kami yakini masih ada sumber penular yang susah kami deteksi atau kami tandai. Karena sebagian mereka kelompok OTG,&quot; kata Yurianto dalam konferensi pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta yang ditayangkan melalui saluran YouTube BNPB, Senin (6/4/2020).
OTG itu, kata Yuri, tidak bisa merasakan bahwa dalam tubuhnya sakit dan memiliki virus corona tersebut. Sebab itu, ketika melakukan kegiatan di masyarakat tanpa disadari, mereka telah menyebarkan virus tersebut ke orang lainnya melalui droplet.
&quot;Yaitu orang yang dalam tubuhnya ada virus dan kembang biak dan menyebar ke sekitarnya melalui droplet pada saat bicara, bersin, dan batuk,&quot; ujar Yurianto.
Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dikatakan Yurianto, telah menerapkan apa yang menjadi seruan WHO soal keharusan mengenakan masker untuk masyarakat.
&quot;Presiden Jokowi ingatkan kita sejalan rekomendasi organisasi WHO agar seluruh masyarakat gunakan masker, sekali lagi agar masyarakat gunakan masker, terutama saat aktivitas di luar rumah,&quot; tutur Yurianto.
Menurut Yurianto, untuk masyarakat, saat ini bisa menggunakan masker yang terbuat dari bahan kain. Mengingat, masker bedah atau jenis N95 itu dikhususkan bagi tenaga medis yang langsung menangani pasien corona.

Masker kain, kata Yurianto, sangat mudah didapatkan di pasaran. Bahkan, masyarakat bisa membuat pelindung wajah itu dengan sendiri. Tetapi, tetap ada standar yang diatur dalam penggunaan masker kain itu.
Mengingat, masker kain tak begitu maksimal seperti masker bedah ataupun N95 dalam menangkal percikan droplet, masyarakat diimbau tetap menerapkan physical distancing.
&quot;Gunakan masker kain maksimal 4 jam dalam sehari, lalu dicuci dengan air sabun. Oleh karena itu mari sekali lagi kita semua gunakan masker, masker untuk semua,&quot; tutup Yurianto.</content:encoded></item></channel></rss>
