<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petugas Medis Benteng Pertahanan Terakhir Hadapi Virus Corona</title><description>Petugas medis di puskesmas atau rumah sakit dinilai sebagai benteng pertahanan terakhir dalam menghadapi virus corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/06/512/2194655/petugas-medis-benteng-pertahanan-terakhir-hadapi-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/06/512/2194655/petugas-medis-benteng-pertahanan-terakhir-hadapi-virus-corona"/><item><title>Petugas Medis Benteng Pertahanan Terakhir Hadapi Virus Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/06/512/2194655/petugas-medis-benteng-pertahanan-terakhir-hadapi-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/06/512/2194655/petugas-medis-benteng-pertahanan-terakhir-hadapi-virus-corona</guid><pubDate>Senin 06 April 2020 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/06/512/2194655/petugas-medis-benteng-pertahanan-terakhir-hadapi-virus-corona-JAChB9Mb9S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi virus corona. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/06/512/2194655/petugas-medis-benteng-pertahanan-terakhir-hadapi-virus-corona-JAChB9Mb9S.jpg</image><title>Ilustrasi virus corona. (Foto: Okezone)</title></images><description>BLORA &amp;ndash; Jumlah warga yang terpapar corona virus disease (covid-19) di Tanah Air masih terus bertambah. Petugas medis pun harus berjibaku merawat pasien yang menjalani observasi di ruang-ruang isolasi rumah sakit. Mereka rela tidak pulang demi menunaikan tugas kemanusiaan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto mengungkapkan selama ini masyarakat menilai tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas sebagai petugas garda terdepan dalam penanganan covid-19. Predikat itu, kata dia, dinilai kurang tepat.
&quot;Sesungguhnya hal yang penting dan wajib kita ketahui bersama bahwa tenaga kesehatan bukan merupakan garda terdepan dalam pertarungan ini,&quot; ungkap Lilik, Minggu 5 April 2020.
&quot;Tenaga kesehatan justru berdiri di barisan belakang, khususnya yang bertugas di puskesmas maupun rumah sakit sebagai garis pertahanan terakhir,&quot; tambahnya.
Menurut dia, masyarakat secara umum yang berada di garda terdepan untuk melawan virus corona. Maka itu, masyarakat mesti memahami cara penyebaran virus yang awal kemunculannya berasal dari Kota Wuhan di China tersebut.
&quot;Kita berharap jangan sampai pertarungan melawan covid-19 ini sampai pada pertahanan terakhir. Dalam artian jangan sampai ada yang masuk ke rumah sakit. Garda terdepan perlawanan covid-19 ini ya kita semua, masing-masing individu dengan cara mematuhi imbauan pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan,&quot; lugas dia.
Ia menambahkan, cara ampuh mencegah penularan virus corona adalah berdiam diri di rumah dan menghindari kerumunan. Langkah tersebut wajib dipatuhi karena akan sangat efektif memutus mata rantai penyebaran covid-19.
&quot;Jangan sampai energi tenaga kesehatan kita habis untuk mengurusi akibat ketidakpatuhan kita semua. Sementara yang lainnya masih banyak saudara kita yang sakit dan butuh tenaga kesehatan untuk merawatnya, seperti stunting, TBC, HIV/AIDS, DBD, dan lainnya. Oleh sebab itu kita harus benar-benar mematuhi semua imbauan pemerintah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BLORA &amp;ndash; Jumlah warga yang terpapar corona virus disease (covid-19) di Tanah Air masih terus bertambah. Petugas medis pun harus berjibaku merawat pasien yang menjalani observasi di ruang-ruang isolasi rumah sakit. Mereka rela tidak pulang demi menunaikan tugas kemanusiaan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto mengungkapkan selama ini masyarakat menilai tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas sebagai petugas garda terdepan dalam penanganan covid-19. Predikat itu, kata dia, dinilai kurang tepat.
&quot;Sesungguhnya hal yang penting dan wajib kita ketahui bersama bahwa tenaga kesehatan bukan merupakan garda terdepan dalam pertarungan ini,&quot; ungkap Lilik, Minggu 5 April 2020.
&quot;Tenaga kesehatan justru berdiri di barisan belakang, khususnya yang bertugas di puskesmas maupun rumah sakit sebagai garis pertahanan terakhir,&quot; tambahnya.
Menurut dia, masyarakat secara umum yang berada di garda terdepan untuk melawan virus corona. Maka itu, masyarakat mesti memahami cara penyebaran virus yang awal kemunculannya berasal dari Kota Wuhan di China tersebut.
&quot;Kita berharap jangan sampai pertarungan melawan covid-19 ini sampai pada pertahanan terakhir. Dalam artian jangan sampai ada yang masuk ke rumah sakit. Garda terdepan perlawanan covid-19 ini ya kita semua, masing-masing individu dengan cara mematuhi imbauan pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan,&quot; lugas dia.
Ia menambahkan, cara ampuh mencegah penularan virus corona adalah berdiam diri di rumah dan menghindari kerumunan. Langkah tersebut wajib dipatuhi karena akan sangat efektif memutus mata rantai penyebaran covid-19.
&quot;Jangan sampai energi tenaga kesehatan kita habis untuk mengurusi akibat ketidakpatuhan kita semua. Sementara yang lainnya masih banyak saudara kita yang sakit dan butuh tenaga kesehatan untuk merawatnya, seperti stunting, TBC, HIV/AIDS, DBD, dan lainnya. Oleh sebab itu kita harus benar-benar mematuhi semua imbauan pemerintah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
