<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rentan Terpapar Corona, Pengemudi Ojol Berusia Lanjut Diberi Sembako</title><description>Pengemudi ojek daring berusia lanjut mendapat bantuan sembako di tengah pandemi virus corona ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/07/512/2195367/rentan-terpapar-corona-pengemudi-ojol-berusia-lanjut-diberi-sembako</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/07/512/2195367/rentan-terpapar-corona-pengemudi-ojol-berusia-lanjut-diberi-sembako"/><item><title>Rentan Terpapar Corona, Pengemudi Ojol Berusia Lanjut Diberi Sembako</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/07/512/2195367/rentan-terpapar-corona-pengemudi-ojol-berusia-lanjut-diberi-sembako</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/07/512/2195367/rentan-terpapar-corona-pengemudi-ojol-berusia-lanjut-diberi-sembako</guid><pubDate>Selasa 07 April 2020 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/07/512/2195367/rentan-terpapar-corona-pengemudi-ojol-berusia-lanjut-diberi-sembako-dwMzei1UVl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengemudi ojek online. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/07/512/2195367/rentan-terpapar-corona-pengemudi-ojol-berusia-lanjut-diberi-sembako-dwMzei1UVl.jpg</image><title>Pengemudi ojek online. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Sebanyak 500 pengemudi ojek online (ojol) yang berusia lanjut di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, mendapat bantuan sembako. Mereka dinilai sebagai kalangan yang rentang tertular corona virus disease atau covid-19.
Bantuan itu diharapkan bisa meringankan beban mereka yang dalam masa sulit ini masih mencari penumpang di jalanan. Meski menyadari pada usia tersebut berisiko besar terpapar covid-19, mereka tidak memiliki pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Salah seorang pengemudi ojol, Muhammad Suyanto (52), menceritakan pengalaman pahit selama pekan terakhir. Pendapatannya menurun drastis semenjak imbuan pemerintah agar warga tetap berdiam diri di rumah untuk memutus mata rantai persebaran covid-19.
&quot;Sebelum (pandemi) corona, biasanya onbid sampai malam. Situasi saat ini yang sepi saya tetap optimistis  karena diniatkan ibadah. Kalaupun saya harus keluar onbid, saya selalu membawa hand sanitizer dan masker yang kebetulan juga diberikan gratis oleh Gojek,&quot; jelas Suryanto, Senin 6 April 2020.

Dia mengaku telah bergabung menjadi mitra pengemudi sejak tiga tahun terakhir. Dia berharap pandemi corona segera berakhir agar bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Guna mencegah penularan covid-19, Suryanto senantiasa mengenakan masker dan sarung tangan.
Ia mengaku bersyukur bisa mendapat bantuan sembako gratis. Dengan bantuan itu, setidaknya kebutuhan konsumsi keluarganya bisa tercukupi meski hanya dalam hitungan hari.
&quot;Program ini sangat bagus dan membantu driver yang terkendala situasi saat ini dan berdampak pada orderan berkurang,&quot; ungkapnya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada pengemudi ojol berusia 50 tahun ke atas. Di tengah pandemi corona, mereka tetap berada di garda terdepan untuk memberikan layanan jasa transportasi.
&quot;Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi kepada para mitra driver yang telah melayani masyarakat Semarang selama pandemi covid-19, khususnya para mitra driver usia senior. Semoga paket sembako ini bermanfaat dan para bapak-bapak mitra ini dapat mengurangi aktivitasnya mengingat usia mereka yang lebih rentan terpapar Covid-19,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Sebanyak 500 pengemudi ojek online (ojol) yang berusia lanjut di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, mendapat bantuan sembako. Mereka dinilai sebagai kalangan yang rentang tertular corona virus disease atau covid-19.
Bantuan itu diharapkan bisa meringankan beban mereka yang dalam masa sulit ini masih mencari penumpang di jalanan. Meski menyadari pada usia tersebut berisiko besar terpapar covid-19, mereka tidak memiliki pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Salah seorang pengemudi ojol, Muhammad Suyanto (52), menceritakan pengalaman pahit selama pekan terakhir. Pendapatannya menurun drastis semenjak imbuan pemerintah agar warga tetap berdiam diri di rumah untuk memutus mata rantai persebaran covid-19.
&quot;Sebelum (pandemi) corona, biasanya onbid sampai malam. Situasi saat ini yang sepi saya tetap optimistis  karena diniatkan ibadah. Kalaupun saya harus keluar onbid, saya selalu membawa hand sanitizer dan masker yang kebetulan juga diberikan gratis oleh Gojek,&quot; jelas Suryanto, Senin 6 April 2020.

Dia mengaku telah bergabung menjadi mitra pengemudi sejak tiga tahun terakhir. Dia berharap pandemi corona segera berakhir agar bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Guna mencegah penularan covid-19, Suryanto senantiasa mengenakan masker dan sarung tangan.
Ia mengaku bersyukur bisa mendapat bantuan sembako gratis. Dengan bantuan itu, setidaknya kebutuhan konsumsi keluarganya bisa tercukupi meski hanya dalam hitungan hari.
&quot;Program ini sangat bagus dan membantu driver yang terkendala situasi saat ini dan berdampak pada orderan berkurang,&quot; ungkapnya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada pengemudi ojol berusia 50 tahun ke atas. Di tengah pandemi corona, mereka tetap berada di garda terdepan untuk memberikan layanan jasa transportasi.
&quot;Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi kepada para mitra driver yang telah melayani masyarakat Semarang selama pandemi covid-19, khususnya para mitra driver usia senior. Semoga paket sembako ini bermanfaat dan para bapak-bapak mitra ini dapat mengurangi aktivitasnya mengingat usia mereka yang lebih rentan terpapar Covid-19,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
