<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sering Berinteraksi dengan Jamaah, 370 Ulama di Jabar Dites Corona</title><description>Sebanyak 370 pemuka agama dari Ciamis dan Tasikmalaya dites karena memiliki interaksi sosial tinggi dan rawan terinfeksi Covid-19.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/07/525/2195717/sering-berinteraksi-dengan-jamaah-370-ulama-di-jabar-dites-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/07/525/2195717/sering-berinteraksi-dengan-jamaah-370-ulama-di-jabar-dites-corona"/><item><title>Sering Berinteraksi dengan Jamaah, 370 Ulama di Jabar Dites Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/07/525/2195717/sering-berinteraksi-dengan-jamaah-370-ulama-di-jabar-dites-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/07/525/2195717/sering-berinteraksi-dengan-jamaah-370-ulama-di-jabar-dites-corona</guid><pubDate>Selasa 07 April 2020 23:31 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/07/525/2195717/sering-berinteraksi-dengan-jamaah-370-ulama-di-jabar-dites-corona-10YEZ1OMTo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok. okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/07/525/2195717/sering-berinteraksi-dengan-jamaah-370-ulama-di-jabar-dites-corona-10YEZ1OMTo.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok. okezone)</title></images><description>BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau pelaksanaan rapid diagnostic test atau RDT Covid-19 bagi ulama, kiai, ustaz, dan ustazah, di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, Selasa (7/4/20/202).

Sebanyak 370 pemuka agama dari kedua kabupaten tersebut dites karena memiliki interaksi sosial tinggi dan rawan terinfeksi Covid-19.

&quot;Kiai, ulama, ustaz, dan ustazah, ini termasuk orang yang kategori B (warga dengan profesi yang interaksi sosialnya rawan tertular Covid-19) yang sering berkomunikasi dengan jamaahnya,&quot; kata Uu.

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar rencananya akan menggelar tes masif Covid-19 untuk 5.000 pimpinan pesantren di Jabar.

Uu memastikan pelaksanaan RDT Covid-19 secara masif bertujuan untuk memetakan persebaran dan memutus mata rantai penyebaran. Hasil tes masif akan menjadi landasan Pemda Provinsi Jabar dalam mengambil keputusan.

&quot;Bukan hanya kiai, tetapi rohaniawan pun akan dilaksanakan tes. Besok salah satu jemaah, salah satu kelompok jemaah ibadah di Bandung akan dites,&quot; katanya.

&quot;Kalau kita sudah mendapatkan hasil dalam kegiatan ini, hasilnya akan ada sebuah kesimpulan yang ujungnya pemerintah tidak salah membuat sebuah keputusan,&quot; tambahnya.

Selain itu, Uu mengimbau masyarakat untuk displin. Sebab, kedisiplinan masyarakat dalam mengenakan masker, menerapkan physical maupun social distancing, dan tidak mudik amat krusial dalam mencegah penyebaran Covid-19.  Dia juga mengajak semua masyarakat Jabar bahu-membahu tanggulangi Covid-19.

&quot;Masyarakat harus disiplin ikut aturan dan imbauan surat edaran dari pemerintah yang sudah beberapa kali disampaikan baik pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,&quot; ucapnya

&quot;Seperti diam di rumah, dalam berkomunikasi jaga jarak, cuci tangan, jangan terlalu banyak beraktivitas, dan lainnya. Termasuk juga pada umat beragama dalam melaksanakan ibadah tolong untuk memperhatikan protokol kesehatan,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau pelaksanaan rapid diagnostic test atau RDT Covid-19 bagi ulama, kiai, ustaz, dan ustazah, di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, Selasa (7/4/20/202).

Sebanyak 370 pemuka agama dari kedua kabupaten tersebut dites karena memiliki interaksi sosial tinggi dan rawan terinfeksi Covid-19.

&quot;Kiai, ulama, ustaz, dan ustazah, ini termasuk orang yang kategori B (warga dengan profesi yang interaksi sosialnya rawan tertular Covid-19) yang sering berkomunikasi dengan jamaahnya,&quot; kata Uu.

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar rencananya akan menggelar tes masif Covid-19 untuk 5.000 pimpinan pesantren di Jabar.

Uu memastikan pelaksanaan RDT Covid-19 secara masif bertujuan untuk memetakan persebaran dan memutus mata rantai penyebaran. Hasil tes masif akan menjadi landasan Pemda Provinsi Jabar dalam mengambil keputusan.

&quot;Bukan hanya kiai, tetapi rohaniawan pun akan dilaksanakan tes. Besok salah satu jemaah, salah satu kelompok jemaah ibadah di Bandung akan dites,&quot; katanya.

&quot;Kalau kita sudah mendapatkan hasil dalam kegiatan ini, hasilnya akan ada sebuah kesimpulan yang ujungnya pemerintah tidak salah membuat sebuah keputusan,&quot; tambahnya.

Selain itu, Uu mengimbau masyarakat untuk displin. Sebab, kedisiplinan masyarakat dalam mengenakan masker, menerapkan physical maupun social distancing, dan tidak mudik amat krusial dalam mencegah penyebaran Covid-19.  Dia juga mengajak semua masyarakat Jabar bahu-membahu tanggulangi Covid-19.

&quot;Masyarakat harus disiplin ikut aturan dan imbauan surat edaran dari pemerintah yang sudah beberapa kali disampaikan baik pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,&quot; ucapnya

&quot;Seperti diam di rumah, dalam berkomunikasi jaga jarak, cuci tangan, jangan terlalu banyak beraktivitas, dan lainnya. Termasuk juga pada umat beragama dalam melaksanakan ibadah tolong untuk memperhatikan protokol kesehatan,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
