<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemprov DIY Alokasikan Rp200-300 Miliar untuk Penanganan Corona</title><description>Dana tersebut diperoleh dari realokasi atau redesain program kegiatan APBD DIY Tahun Anggaran 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/08/510/2195903/pemprov-diy-alokasikan-rp200-300-miliar-untuk-penanganan-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/08/510/2195903/pemprov-diy-alokasikan-rp200-300-miliar-untuk-penanganan-corona"/><item><title>Pemprov DIY Alokasikan Rp200-300 Miliar untuk Penanganan Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/08/510/2195903/pemprov-diy-alokasikan-rp200-300-miliar-untuk-penanganan-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/08/510/2195903/pemprov-diy-alokasikan-rp200-300-miliar-untuk-penanganan-corona</guid><pubDate>Rabu 08 April 2020 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/08/510/2195903/pemprov-diy-alokasikan-rp200-300-miliar-untuk-penanganan-corona-Jk4DJfdF1m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok. okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/08/510/2195903/pemprov-diy-alokasikan-rp200-300-miliar-untuk-penanganan-corona-Jk4DJfdF1m.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok. okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalokasikan anggaran senilai Rp 200-300 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 dan dampak ikutannya. Dana tersebut diperoleh dari realokasi atau redesain program kegiatan APBD DIY Tahun Anggaran 2020.

&amp;ldquo;Anggaran yang kita geser antara lain semua kegiatan pembangunan fisik yang belum kontrak, lalu pengadaan, perjalanan dinas, kegiatan berkumpul seperti Bimtek dan lainnya. Alokasi Rp 200-300 miliar ini masih bergerak, dan nantinya masuk Belanja Tak Terduga,&amp;rdquo; kata Kepala Seksi Sosbud Bidang Anggaran Belanja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Prambudi Setiono BAc, saat Rapat Kerja dengan Komisi D DPRD DIY.

Dana ratusan miliar itu akan disalurkan ke semua bidang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DIY. &amp;ldquo;Finalisasi anggaran harus selesai dan dipergubkan pada Kamis 9 April, selanjutnya dilaporkan ke pemerintah pusat. Dana itu bisa digunakan mulai minggu depan,&amp;rdquo; tutur Prambudi.

Selain untuk penanganan Covid-19, anggaran juga dialokasikan untuk jaminan hidup (jadup) bagi warga rentan yang kehilangan pekerjaan akibat wabah Covid-19. Menurut Prambudi, jadup untuk dua bulan itu dianggarkan sekitar Rp 40 miliar.

Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda DIY Endang Patmintarsih SH MSi mengatakan, jadup diperuntukkan 76.261 orang. &amp;ldquo;Berdasarkan Dana Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), terdata selama wabah Covid-19 ini sebanyak 76.261 orang kehilangan pekerjaan. Mereka dikategorikan sebagai kepala keluarga penerima manfaat (KKPM),&amp;rdquo; ungkapnya.

Menurut Endang, Dinsos DIY sedang menyusun juknis agar penerima jadup ini tidak tumpang tindih dengan program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-tunai (BPNT) yang digalang Kementerian. &amp;ldquo;Jadi bagi warga yang masuk PKH dan BPNT tidak dapat jadup dari daerah, sehingga tidak ada duplikasi,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalokasikan anggaran senilai Rp 200-300 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 dan dampak ikutannya. Dana tersebut diperoleh dari realokasi atau redesain program kegiatan APBD DIY Tahun Anggaran 2020.

&amp;ldquo;Anggaran yang kita geser antara lain semua kegiatan pembangunan fisik yang belum kontrak, lalu pengadaan, perjalanan dinas, kegiatan berkumpul seperti Bimtek dan lainnya. Alokasi Rp 200-300 miliar ini masih bergerak, dan nantinya masuk Belanja Tak Terduga,&amp;rdquo; kata Kepala Seksi Sosbud Bidang Anggaran Belanja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Prambudi Setiono BAc, saat Rapat Kerja dengan Komisi D DPRD DIY.

Dana ratusan miliar itu akan disalurkan ke semua bidang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DIY. &amp;ldquo;Finalisasi anggaran harus selesai dan dipergubkan pada Kamis 9 April, selanjutnya dilaporkan ke pemerintah pusat. Dana itu bisa digunakan mulai minggu depan,&amp;rdquo; tutur Prambudi.

Selain untuk penanganan Covid-19, anggaran juga dialokasikan untuk jaminan hidup (jadup) bagi warga rentan yang kehilangan pekerjaan akibat wabah Covid-19. Menurut Prambudi, jadup untuk dua bulan itu dianggarkan sekitar Rp 40 miliar.

Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda DIY Endang Patmintarsih SH MSi mengatakan, jadup diperuntukkan 76.261 orang. &amp;ldquo;Berdasarkan Dana Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), terdata selama wabah Covid-19 ini sebanyak 76.261 orang kehilangan pekerjaan. Mereka dikategorikan sebagai kepala keluarga penerima manfaat (KKPM),&amp;rdquo; ungkapnya.

Menurut Endang, Dinsos DIY sedang menyusun juknis agar penerima jadup ini tidak tumpang tindih dengan program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-tunai (BPNT) yang digalang Kementerian. &amp;ldquo;Jadi bagi warga yang masuk PKH dan BPNT tidak dapat jadup dari daerah, sehingga tidak ada duplikasi,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
