<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri PPPA Soroti Kelompok Perempuan yang Rentan Terdampak Virus Corona</title><description>Menteri PPPA menyebut perempuan sebagai kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan berbasis gender di tengah pandemi Covid-19.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/09/337/2196847/menteri-pppa-soroti-kelompok-perempuan-yang-rentan-terdampak-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/09/337/2196847/menteri-pppa-soroti-kelompok-perempuan-yang-rentan-terdampak-virus-corona"/><item><title>Menteri PPPA Soroti Kelompok Perempuan yang Rentan Terdampak Virus Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/09/337/2196847/menteri-pppa-soroti-kelompok-perempuan-yang-rentan-terdampak-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/09/337/2196847/menteri-pppa-soroti-kelompok-perempuan-yang-rentan-terdampak-virus-corona</guid><pubDate>Kamis 09 April 2020 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/09/337/2196847/menteri-pppa-soroti-kelompok-perempuan-yang-rentan-terdampak-virus-corona-MauToSNUWW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/09/337/2196847/menteri-pppa-soroti-kelompok-perempuan-yang-rentan-terdampak-virus-corona-MauToSNUWW.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang menyebut, perempuan sebagai kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan berbasis gender di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Menurutnya hal itu terjadi karena tingkat stres yang tinggi diakibatkan ekonomi ditambah beban perempuan di rumah.

&quot;Serta kebijakan untuk tetap berada di rumah dapat meningkatkan kekerasan berbasis gender,&quot; kata Menteri PPPA I Gusti Bintang saat rapat virtual dengan Komisi VIII DPR, Kamis (9/4/2020).

Tak hanya itu, perempuan yang bekerja di sektor pelayanan seperti pekerja swalayan, toko, hingga ojek online juga kesulitan dalam menjaga diri untuk mengantisipasi tertularnya virus corona.



&quot;Merek hanya dibekali alat pelindung diri seadanya. Perempuan yang bekerja tenaga medis juga terdapat keterbatasan alat pelindung diri dan membuat mereka berisiko terpapar,&quot; katanya.

Ayu juga menyebut, saat ini pekerja perempuan banyak yang telah dirumahkan atau di-PHK. Berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan per 1 April, sebanyak 1.983 perempuan kena PHK.

Baca Juga : Menteri PPPA : Belajar Tanpa Panduan Cukup dari Sekolah Jadi Beban Ibu

&quot;Banyak juga perempuan pelaku kewirausahaan ultramikro yang terancam keberlangsungan usahanya karena tidak ada distributor. Bahkan jumlah nasabah program mekar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah mengalami penurunan,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang menyebut, perempuan sebagai kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan berbasis gender di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Menurutnya hal itu terjadi karena tingkat stres yang tinggi diakibatkan ekonomi ditambah beban perempuan di rumah.

&quot;Serta kebijakan untuk tetap berada di rumah dapat meningkatkan kekerasan berbasis gender,&quot; kata Menteri PPPA I Gusti Bintang saat rapat virtual dengan Komisi VIII DPR, Kamis (9/4/2020).

Tak hanya itu, perempuan yang bekerja di sektor pelayanan seperti pekerja swalayan, toko, hingga ojek online juga kesulitan dalam menjaga diri untuk mengantisipasi tertularnya virus corona.



&quot;Merek hanya dibekali alat pelindung diri seadanya. Perempuan yang bekerja tenaga medis juga terdapat keterbatasan alat pelindung diri dan membuat mereka berisiko terpapar,&quot; katanya.

Ayu juga menyebut, saat ini pekerja perempuan banyak yang telah dirumahkan atau di-PHK. Berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan per 1 April, sebanyak 1.983 perempuan kena PHK.

Baca Juga : Menteri PPPA : Belajar Tanpa Panduan Cukup dari Sekolah Jadi Beban Ibu

&quot;Banyak juga perempuan pelaku kewirausahaan ultramikro yang terancam keberlangsungan usahanya karena tidak ada distributor. Bahkan jumlah nasabah program mekar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah mengalami penurunan,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
