<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BIN Berikan Alat Uji Covid-19 untuk 360 Spesimen per Hari</title><description>Badan Intelijen Negara (BIN) memberikan tambahan alat bantuan kepada Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/10/337/2197381/bin-berikan-alat-uji-covid-19-untuk-360-spesimen-per-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/10/337/2197381/bin-berikan-alat-uji-covid-19-untuk-360-spesimen-per-hari"/><item><title>BIN Berikan Alat Uji Covid-19 untuk 360 Spesimen per Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/10/337/2197381/bin-berikan-alat-uji-covid-19-untuk-360-spesimen-per-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/10/337/2197381/bin-berikan-alat-uji-covid-19-untuk-360-spesimen-per-hari</guid><pubDate>Jum'at 10 April 2020 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/10/337/2197381/bin-berikan-alat-uji-coba-covid-19-untuk-360-spesimen-per-hari-QQeRTfv3gx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/10/337/2197381/bin-berikan-alat-uji-coba-covid-19-untuk-360-spesimen-per-hari-QQeRTfv3gx.jpg</image><title>foto: istimewa</title></images><description>JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) memberikan tambahan alat bantuan kepada Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19 atau virus corona bersama Pemerintah Indonesia.
Bantuan yang berdasarkan arahan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan itu berupa alat untuk menguji Covid-19 sebanyak 360 spesimen pasien dalam satu harinya. Sebelumnya, alat uji coba itu hanya dapat memeriksa spesimen 180 per-harinya.
Sekretaris Utama (Sesma) BIN, Komjen Bambang Sunarwibowo yang mewakili Budi Gunawan dalam pemberian alat ini menjelaskan, bantuan itu merupakan langkah BIN untuk turut berkolaborasi dan mendukung tenaga peneliti dalam mempercepat proses deteksi Covid-19 pada spesimen klinis OTG, ODP dan PDP.
Dengan begitu, BIN berharap bantuan alat laboratorium Biologi Molekuler ini dapat memaksimalkan kinerja serta memudahkan tenaga peneliti dalam mengidentifikasi suspect Covid-19 dan mempercepat upaya pembuatan vaksin Covid-19.
&amp;ldquo;Semoga dengan pemberian alat ini, bisa mempercepat para petugas peneliti  dalam memproses sampel terduga positif Covid-19,&quot; kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (10/4/2020).
&amp;nbsp;
Adapun, bantuan alat laboratorium dari BIN yakni, Automated Extraction and Purification System, Refrigerated Microcentrofuge, qRT PCR System, CO&amp;sup2; Incubator, dan -80C Freezer.
Menurut Bambang, kedepannya, BIN akan melanjutkan kerjasama dengan LBM Eijkman, terutama untuk penelitian dan pengembangan Vaksin Covid-19.
Dalam pengembangan vaksin Covid-19, LBM Eijkman ditugaskan oleh Pemerintah untuk memimpin konsorsium pembuatan vaksin tersebut. Hal ini menjadi penting, karena Indonesia harus mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam membuat vaksin, khususnya jika terjadi pandemi, termasuk vaksin Covid-19 ini.
Sementara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BIN.
Ia berharap dengan adanya sumbangan peralatan laboratorium ini akan memudahkan para tenaga peneliti dalam mempercepat penanganan para pasien positif dan suspect Covid-19.
&quot;Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh tenaga peneliti agar dapat lebih maksimal dalam penanganan virus corona,&amp;rdquo; ucap Amin dikesempatan yang sama.
Ia berharap, semakin canggih dan cepat alat yang dimiliki untuk deteksi, Maka semakin cepat pula penanganan para pasien untuk sembuh. Dan pandemi ini bisa kita berantas bersama.
Amin juga berpesan kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menanggulangi penyebaran wabah tersebut, baik melalui langkah preventif di lingkungan tempat tinggal, lingkungan tempat kerja maupun memberikan bantuan kepada para tenaga medis.
&amp;ldquo;Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengurangi dampak pandemi Covid-19. Semoga wabah ini segera berlalu dan kembali kondusif,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) memberikan tambahan alat bantuan kepada Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19 atau virus corona bersama Pemerintah Indonesia.
Bantuan yang berdasarkan arahan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan itu berupa alat untuk menguji Covid-19 sebanyak 360 spesimen pasien dalam satu harinya. Sebelumnya, alat uji coba itu hanya dapat memeriksa spesimen 180 per-harinya.
Sekretaris Utama (Sesma) BIN, Komjen Bambang Sunarwibowo yang mewakili Budi Gunawan dalam pemberian alat ini menjelaskan, bantuan itu merupakan langkah BIN untuk turut berkolaborasi dan mendukung tenaga peneliti dalam mempercepat proses deteksi Covid-19 pada spesimen klinis OTG, ODP dan PDP.
Dengan begitu, BIN berharap bantuan alat laboratorium Biologi Molekuler ini dapat memaksimalkan kinerja serta memudahkan tenaga peneliti dalam mengidentifikasi suspect Covid-19 dan mempercepat upaya pembuatan vaksin Covid-19.
&amp;ldquo;Semoga dengan pemberian alat ini, bisa mempercepat para petugas peneliti  dalam memproses sampel terduga positif Covid-19,&quot; kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (10/4/2020).
&amp;nbsp;
Adapun, bantuan alat laboratorium dari BIN yakni, Automated Extraction and Purification System, Refrigerated Microcentrofuge, qRT PCR System, CO&amp;sup2; Incubator, dan -80C Freezer.
Menurut Bambang, kedepannya, BIN akan melanjutkan kerjasama dengan LBM Eijkman, terutama untuk penelitian dan pengembangan Vaksin Covid-19.
Dalam pengembangan vaksin Covid-19, LBM Eijkman ditugaskan oleh Pemerintah untuk memimpin konsorsium pembuatan vaksin tersebut. Hal ini menjadi penting, karena Indonesia harus mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam membuat vaksin, khususnya jika terjadi pandemi, termasuk vaksin Covid-19 ini.
Sementara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BIN.
Ia berharap dengan adanya sumbangan peralatan laboratorium ini akan memudahkan para tenaga peneliti dalam mempercepat penanganan para pasien positif dan suspect Covid-19.
&quot;Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh tenaga peneliti agar dapat lebih maksimal dalam penanganan virus corona,&amp;rdquo; ucap Amin dikesempatan yang sama.
Ia berharap, semakin canggih dan cepat alat yang dimiliki untuk deteksi, Maka semakin cepat pula penanganan para pasien untuk sembuh. Dan pandemi ini bisa kita berantas bersama.
Amin juga berpesan kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menanggulangi penyebaran wabah tersebut, baik melalui langkah preventif di lingkungan tempat tinggal, lingkungan tempat kerja maupun memberikan bantuan kepada para tenaga medis.
&amp;ldquo;Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengurangi dampak pandemi Covid-19. Semoga wabah ini segera berlalu dan kembali kondusif,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
