<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UNICEF Minta Larangan Remaja Keluar Rumah Diperkuat demi Cegah Covid-19</title><description>Rizky Ika Syafitri mengatakan, masih banyak remaja yang keluar rumah bukan untuk keperluan mendesak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/11/337/2197570/unicef-minta-larangan-remaja-keluar-rumah-diperkuat-demi-cegah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/11/337/2197570/unicef-minta-larangan-remaja-keluar-rumah-diperkuat-demi-cegah-covid-19"/><item><title>UNICEF Minta Larangan Remaja Keluar Rumah Diperkuat demi Cegah Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/11/337/2197570/unicef-minta-larangan-remaja-keluar-rumah-diperkuat-demi-cegah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/11/337/2197570/unicef-minta-larangan-remaja-keluar-rumah-diperkuat-demi-cegah-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 11 April 2020 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/11/337/2197570/unicef-minta-larangan-remaja-keluar-rumah-diperkuat-demi-cegah-covid-19-PSXox5xEaa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/11/337/2197570/unicef-minta-larangan-remaja-keluar-rumah-diperkuat-demi-cegah-covid-19-PSXox5xEaa.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 40 persen anak-anak berusia remaja masih belum menaati peraturan pemerintah untuk tidak keluar kerumah guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Hal itu terlihat dari hasil survei jajak pendapat United Nations Childrens Fund (UNICEF) untuk Indonesia atau organisasi dunia yang fokus pada anak-anak.

Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku dari UNICEF, Rizky Ika Syafitri mengatakan, masih banyak remaja yang keluar rumah bukan untuk keperluan mendesak. Oleh karenanya, Ika Syafitri meminta larangan anak-anak khususnya remaja untuk tidak keluar rumah diperkuat.

&quot;Kita juga bertanya apakah dalam 7 hari terakhir anak-anak ini keluar rumah untuk kepentingan selain membeli makanan atau berobat? Dan 40 persen masih menjawab iya. Artinya larangan untuk berkumpul, larangan ketika berpergian atau di rumah saja, pesan-pesan itu perlu diperkuat,&quot; kata Ika Syafitri saat konpers di Graha BNPB yang ditayangkan lewat akun Youtube BNPB, Sabtu (11/4/2020).

Ika Syafitri menjelaskan, jajak pendapat yang dilakukan UNICEF digelar pada 27 hingga 31 Maret 2020 melalui platform U-Report. Saat itu virus corona sudah mulai mewabah di Indonesia.

Dalam jajak pendapat tersebut juga terungkap sebanyak 60 persen anak muda yang mengikuti survei menyatakan orang-orang di sekitar mereka belum menjaga jarak sekira 1 meter sesuai anjuran pemerintah.

Baca Juga : Cegah Covid-19, Pemkot Bekasi Akan &quot;Kandangkan&quot; Warga yang Nekat Berkerumun

&quot;Di survei atau jajak pendapat ini kami tambahkan beberapa komponen termasuk pertanyaan tentang, menurut pengamatan mereka apakah orang-orang di sekitar mereka sudah menjaga jarak 1 meter itu. Sayangnya, menurut pengamatan mereka, 60% menjawab bahwa belum sepertinya menjaga jarak itu pesannya harus lebih diperkuat,&quot; tuturnya.

Tak hanya itu, dari hasil jajak pendapat UNICEF, sekira 34 persen anak muda merasa takut mendengar soal Covid-19. Namun, 20 persen anak muda optimis berkeyakinan bahwa wabah virus corona di Indonesia akan segera berakhir.

Baca Juga : Berstatus PDP Corona, Remaja 15 Tahun di Bogor Meninggal Dunia

&quot;Saya pikir ini informasi yang luar biasa, informasi yang penting buat kita untuk dengar suara anak-anak untuk bisa kemudian merespon konsen mereka memberikan intervensi yang baik yang benar buat mereka semua,&quot; tuturnya.


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 40 persen anak-anak berusia remaja masih belum menaati peraturan pemerintah untuk tidak keluar kerumah guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Hal itu terlihat dari hasil survei jajak pendapat United Nations Childrens Fund (UNICEF) untuk Indonesia atau organisasi dunia yang fokus pada anak-anak.

Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku dari UNICEF, Rizky Ika Syafitri mengatakan, masih banyak remaja yang keluar rumah bukan untuk keperluan mendesak. Oleh karenanya, Ika Syafitri meminta larangan anak-anak khususnya remaja untuk tidak keluar rumah diperkuat.

&quot;Kita juga bertanya apakah dalam 7 hari terakhir anak-anak ini keluar rumah untuk kepentingan selain membeli makanan atau berobat? Dan 40 persen masih menjawab iya. Artinya larangan untuk berkumpul, larangan ketika berpergian atau di rumah saja, pesan-pesan itu perlu diperkuat,&quot; kata Ika Syafitri saat konpers di Graha BNPB yang ditayangkan lewat akun Youtube BNPB, Sabtu (11/4/2020).

Ika Syafitri menjelaskan, jajak pendapat yang dilakukan UNICEF digelar pada 27 hingga 31 Maret 2020 melalui platform U-Report. Saat itu virus corona sudah mulai mewabah di Indonesia.

Dalam jajak pendapat tersebut juga terungkap sebanyak 60 persen anak muda yang mengikuti survei menyatakan orang-orang di sekitar mereka belum menjaga jarak sekira 1 meter sesuai anjuran pemerintah.

Baca Juga : Cegah Covid-19, Pemkot Bekasi Akan &quot;Kandangkan&quot; Warga yang Nekat Berkerumun

&quot;Di survei atau jajak pendapat ini kami tambahkan beberapa komponen termasuk pertanyaan tentang, menurut pengamatan mereka apakah orang-orang di sekitar mereka sudah menjaga jarak 1 meter itu. Sayangnya, menurut pengamatan mereka, 60% menjawab bahwa belum sepertinya menjaga jarak itu pesannya harus lebih diperkuat,&quot; tuturnya.

Tak hanya itu, dari hasil jajak pendapat UNICEF, sekira 34 persen anak muda merasa takut mendengar soal Covid-19. Namun, 20 persen anak muda optimis berkeyakinan bahwa wabah virus corona di Indonesia akan segera berakhir.

Baca Juga : Berstatus PDP Corona, Remaja 15 Tahun di Bogor Meninggal Dunia

&quot;Saya pikir ini informasi yang luar biasa, informasi yang penting buat kita untuk dengar suara anak-anak untuk bisa kemudian merespon konsen mereka memberikan intervensi yang baik yang benar buat mereka semua,&quot; tuturnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
