<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivis Sosial A.E Priyono Meninggal karena Alami Pneumonia Paru-Paru Kanan</title><description>Ia mengalami pneumonia paru-paru kanan. Semula berstatus PDP, namun PCRTest menunjukkan negatif SARSCov-2.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/12/337/2197954/aktivis-sosial-a-e-priyono-meninggal-karena-alami-pneumonia-paru-paru-kanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/12/337/2197954/aktivis-sosial-a-e-priyono-meninggal-karena-alami-pneumonia-paru-paru-kanan"/><item><title>Aktivis Sosial A.E Priyono Meninggal karena Alami Pneumonia Paru-Paru Kanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/12/337/2197954/aktivis-sosial-a-e-priyono-meninggal-karena-alami-pneumonia-paru-paru-kanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/12/337/2197954/aktivis-sosial-a-e-priyono-meninggal-karena-alami-pneumonia-paru-paru-kanan</guid><pubDate>Minggu 12 April 2020 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/12/337/2197954/aktivis-sosial-a-e-priyono-meninggal-karena-alami-pneumonia-paru-paru-kanan-fHWnuOY7On.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/12/337/2197954/aktivis-sosial-a-e-priyono-meninggal-karena-alami-pneumonia-paru-paru-kanan-fHWnuOY7On.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Aktivis sosial sekaligus penulis A.E Priyono meninggal dunia sekira pukul 11.20 WIB di RS Polri, Minggu (12/4/2020). Kabar duka tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid.

&quot;Innalillaaahi. Bung AE Priyono, intelektual Islam dan pendukung gerakan sosial yang juga sahabat kita pagi ini kritis dan meninggal dunia pukul 11.20-11.30 hari ini, 12 April, di RS Polri,&quot; ujar Usman dalam pesan singkatnya kepada Okezone.

Usman menjelaskan, A.E Priyono meninggal setelah mengalami pneumonia di paru-paru kanannya. &quot;Ia mengalami pneumonia paru-paru kanan. Semula berstatus PDP, namun PCRTest menunjukkan negatif SARSCov-2,&quot; kata Usman.

Bagi Usman Hamid, A.E Priyono merupakan sosok intelektual, pemikir yang rendah hati tapi memiliki ilmu pengetahuan yang luas dalam bidang agama maupun perubahan sosial dan politik.

&quot;Meski tergolong senior, ia tak sungkan berdiskusi hingga sepanjang malam dengan anak-anak muda. Pengalamannya telah panjang dalam dunia tulis menulis maupun dalam menjadi bagian dari gerakan sosial untuk demokrasi dan hak asasi manusia,&quot; tuturnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Kemenhub: Ojol Boleh Angkut Penumpang, Asal Sesuai Protokol Kesehatan

Usman pun bertemia kasih pada seluruh rekan yang ikhlas mendoakan almarhum semoga bisa mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

&quot;Terima kasih untuk semua doa dan perhatian sahabat. Mohon doakan agar seluruhnya berjalan lancar hingga pemakaman menuju peristirahatan terakhir,&quot; kata Usman.

Berdasar infromasi yang dihimpun, Sebagai peneliti, AE Priyono pernah bekerja di Lembaga Studi Pengembangan Etika Usaha pada periode 1996-1999, ISAI (1999-2002), Reform Institute (2004-2008) dan Lembaga Studi Demokrasi dan Hak Asasi (2002-2009).Semasa hidupnya, almarhum pernah menjabat sebagai redaktur Harian
Republika (1993-1996), Redpel penerbitan buku akademis LP3ES (1990-1993); dan Harian Wawasan (Semarang, 1989).

Pada pemerintahan Abdurrahman Wahid, tepatnya 2002, ia ditunjuk sebagai Asisten Deputi di Kementerian Negara Urusan HAM untuk bidang pemantauan dan evaluasi kasus-kasuspelanggaran HAM berat.

Selain itu ia pernah menerbitkan buku karya Kuntowijoyo, Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi (Bandung: Mizan, 1991, edisi baru 2008; dan Yogyakarta: Tiara Wacana, edisi 2017) dan lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Aktivis sosial sekaligus penulis A.E Priyono meninggal dunia sekira pukul 11.20 WIB di RS Polri, Minggu (12/4/2020). Kabar duka tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid.

&quot;Innalillaaahi. Bung AE Priyono, intelektual Islam dan pendukung gerakan sosial yang juga sahabat kita pagi ini kritis dan meninggal dunia pukul 11.20-11.30 hari ini, 12 April, di RS Polri,&quot; ujar Usman dalam pesan singkatnya kepada Okezone.

Usman menjelaskan, A.E Priyono meninggal setelah mengalami pneumonia di paru-paru kanannya. &quot;Ia mengalami pneumonia paru-paru kanan. Semula berstatus PDP, namun PCRTest menunjukkan negatif SARSCov-2,&quot; kata Usman.

Bagi Usman Hamid, A.E Priyono merupakan sosok intelektual, pemikir yang rendah hati tapi memiliki ilmu pengetahuan yang luas dalam bidang agama maupun perubahan sosial dan politik.

&quot;Meski tergolong senior, ia tak sungkan berdiskusi hingga sepanjang malam dengan anak-anak muda. Pengalamannya telah panjang dalam dunia tulis menulis maupun dalam menjadi bagian dari gerakan sosial untuk demokrasi dan hak asasi manusia,&quot; tuturnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Kemenhub: Ojol Boleh Angkut Penumpang, Asal Sesuai Protokol Kesehatan

Usman pun bertemia kasih pada seluruh rekan yang ikhlas mendoakan almarhum semoga bisa mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

&quot;Terima kasih untuk semua doa dan perhatian sahabat. Mohon doakan agar seluruhnya berjalan lancar hingga pemakaman menuju peristirahatan terakhir,&quot; kata Usman.

Berdasar infromasi yang dihimpun, Sebagai peneliti, AE Priyono pernah bekerja di Lembaga Studi Pengembangan Etika Usaha pada periode 1996-1999, ISAI (1999-2002), Reform Institute (2004-2008) dan Lembaga Studi Demokrasi dan Hak Asasi (2002-2009).Semasa hidupnya, almarhum pernah menjabat sebagai redaktur Harian
Republika (1993-1996), Redpel penerbitan buku akademis LP3ES (1990-1993); dan Harian Wawasan (Semarang, 1989).

Pada pemerintahan Abdurrahman Wahid, tepatnya 2002, ia ditunjuk sebagai Asisten Deputi di Kementerian Negara Urusan HAM untuk bidang pemantauan dan evaluasi kasus-kasuspelanggaran HAM berat.

Selain itu ia pernah menerbitkan buku karya Kuntowijoyo, Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi (Bandung: Mizan, 1991, edisi baru 2008; dan Yogyakarta: Tiara Wacana, edisi 2017) dan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
