<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ridwan Kamil Yakin Tren Corona Menurun Jika PSBB Dijalankan Disiplin</title><description>Ridwan Kamil yakin jika masyarakat taat saat PSBB, tren corona akan menurun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/13/525/2198659/ridwan-kamil-yakin-tren-corona-menurun-jika-psbb-dijalankan-disiplin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/13/525/2198659/ridwan-kamil-yakin-tren-corona-menurun-jika-psbb-dijalankan-disiplin"/><item><title>Ridwan Kamil Yakin Tren Corona Menurun Jika PSBB Dijalankan Disiplin</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/13/525/2198659/ridwan-kamil-yakin-tren-corona-menurun-jika-psbb-dijalankan-disiplin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/13/525/2198659/ridwan-kamil-yakin-tren-corona-menurun-jika-psbb-dijalankan-disiplin</guid><pubDate>Senin 13 April 2020 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/13/525/2198659/ridwan-kamil-yakin-tren-corona-menurun-jika-psbb-dijalankan-disiplin-b0apshPWLo.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto : Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/13/525/2198659/ridwan-kamil-yakin-tren-corona-menurun-jika-psbb-dijalankan-disiplin-b0apshPWLo.jfif</image><title>Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto : Ist) </title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berharap penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Bodetabek (Bogor Kota dan Kabupaten, Depok, serta Bekasi) dapat diikuti dengan kompak dan disiplin sehingga tren virus corona (Covid-19) dapat menurun.

&quot;PSBB ini diharapkan akan membuat tren turun kita di akhir Mei sehingga di bulan Juni harusnya kita bisa mendekati normal,&quot; kata pria yang akrab disapa Emil tersebut di Bandung, Senin (13/4/2020).

&quot;Saya berharap betul mudah-mudahan dengan PSBB yang ronde satu di Bodebek kemudian ronde keduanya di Bandung Raya akan membuat kalkulasi tren turun di akhir Mei dan Juni ini bisa seperti yang diprediksikan,&quot; ucapnya.

Pelaksanaan PSBB di lima daerah di Jabar, Emil berkeyakinan dapat menciptakan pemetaan sebaran Covid-19, dapat diketahui hasilnya.

&quot;Jadi kombinasi PSBB dengan kedisiplinan dan tes masif itulah kunci kita akan menemukan peta-peta persebaran. Saya selalu mengimbau warga selalu disiplin karena terbukti dari hasil data hampir tidak ada anak-anak sekolah di Jabar yang kena Covid-19. Kenapa? Karena mereka ternyata kelompok yang paling disiplin, diam di rumah, ikut arahan gurunya tidak ke mana-mana. Nah, ini menunjukkan kuncinya memang semakin kita disiplin maka semakin Covid-19 jauh dari kita,&quot; tuturnya.

Emil berharap pelaksanaan PSBB berjalan baik. Bahkan untuk mengawal penerapan PSBB, ia menurunkan seluruh tim penanggulangan Covid-19, untuk fokus mengawasi pelaksanaannya.



Lanjut Emil, tim yang diturunkan, untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat soal pelaksanaan PSBB.

&quot;Kita memberikan edukasi apa itu PSBB Bodebek, konsekuensinya apa, kemudian juga siapa yang terdampak dan siapa yang mendapatkan bantuan dan lain sebagainya,&quot; kata Emil.
Sementara itu, disinggung soal pembatasan kendaraan terutama kendaraan roda dua yang sempat ramai diberitakan belum lama ini, Emil mengaku akan melakukan rapat terlebih dahulu.

Baca Juga : Penerapan PSBB di Tangerang Mengacu Mekanisme DKI Jakarta

Alasannya, ada perbedaan antara arahan dari Kementerian Kesehatan dan juga Kementrian Perhubungan soal kembatasan kendaraan roda dua.

&quot;Ada peraturan Kementerian Kesehatan yang hanya fokus barang. Tapi ada arahan dari Kementerian Perhubungan yang memperbolehkan dengan protokol kesehatan,&quot; katanya.

</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berharap penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Bodetabek (Bogor Kota dan Kabupaten, Depok, serta Bekasi) dapat diikuti dengan kompak dan disiplin sehingga tren virus corona (Covid-19) dapat menurun.

&quot;PSBB ini diharapkan akan membuat tren turun kita di akhir Mei sehingga di bulan Juni harusnya kita bisa mendekati normal,&quot; kata pria yang akrab disapa Emil tersebut di Bandung, Senin (13/4/2020).

&quot;Saya berharap betul mudah-mudahan dengan PSBB yang ronde satu di Bodebek kemudian ronde keduanya di Bandung Raya akan membuat kalkulasi tren turun di akhir Mei dan Juni ini bisa seperti yang diprediksikan,&quot; ucapnya.

Pelaksanaan PSBB di lima daerah di Jabar, Emil berkeyakinan dapat menciptakan pemetaan sebaran Covid-19, dapat diketahui hasilnya.

&quot;Jadi kombinasi PSBB dengan kedisiplinan dan tes masif itulah kunci kita akan menemukan peta-peta persebaran. Saya selalu mengimbau warga selalu disiplin karena terbukti dari hasil data hampir tidak ada anak-anak sekolah di Jabar yang kena Covid-19. Kenapa? Karena mereka ternyata kelompok yang paling disiplin, diam di rumah, ikut arahan gurunya tidak ke mana-mana. Nah, ini menunjukkan kuncinya memang semakin kita disiplin maka semakin Covid-19 jauh dari kita,&quot; tuturnya.

Emil berharap pelaksanaan PSBB berjalan baik. Bahkan untuk mengawal penerapan PSBB, ia menurunkan seluruh tim penanggulangan Covid-19, untuk fokus mengawasi pelaksanaannya.



Lanjut Emil, tim yang diturunkan, untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat soal pelaksanaan PSBB.

&quot;Kita memberikan edukasi apa itu PSBB Bodebek, konsekuensinya apa, kemudian juga siapa yang terdampak dan siapa yang mendapatkan bantuan dan lain sebagainya,&quot; kata Emil.
Sementara itu, disinggung soal pembatasan kendaraan terutama kendaraan roda dua yang sempat ramai diberitakan belum lama ini, Emil mengaku akan melakukan rapat terlebih dahulu.

Baca Juga : Penerapan PSBB di Tangerang Mengacu Mekanisme DKI Jakarta

Alasannya, ada perbedaan antara arahan dari Kementerian Kesehatan dan juga Kementrian Perhubungan soal kembatasan kendaraan roda dua.

&quot;Ada peraturan Kementerian Kesehatan yang hanya fokus barang. Tapi ada arahan dari Kementerian Perhubungan yang memperbolehkan dengan protokol kesehatan,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
