<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Covid-19, 13 Santri yang Baru Tiba di Sumsel Alami Demam dan Batuk</title><description>Ada 13 santri yang kita rujuk ke RS Siti Fatimah untuk pemeriksaan lebih lanjut karena indikasi demam, batuk, pilek.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/13/610/2198460/pandemi-covid-19-13-santri-yang-baru-tiba-di-sumsel-alami-demam-dan-batuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/13/610/2198460/pandemi-covid-19-13-santri-yang-baru-tiba-di-sumsel-alami-demam-dan-batuk"/><item><title>Pandemi Covid-19, 13 Santri yang Baru Tiba di Sumsel Alami Demam dan Batuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/13/610/2198460/pandemi-covid-19-13-santri-yang-baru-tiba-di-sumsel-alami-demam-dan-batuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/13/610/2198460/pandemi-covid-19-13-santri-yang-baru-tiba-di-sumsel-alami-demam-dan-batuk</guid><pubDate>Senin 13 April 2020 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Era Neizma Wedya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/13/610/2198460/13-santri-yang-baru-tiba-di-sumsel-alami-demam-dan-batuk-0Ms7r7lue8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/13/610/2198460/13-santri-yang-baru-tiba-di-sumsel-alami-demam-dan-batuk-0Ms7r7lue8.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>PALEMBANG - Ada 13 santri yang baru pulang dari Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur, harus dirujuk ke Rumah Sakit Siti Fatimah. Mereka mengalami gejala demam dan batuk saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.
Hal tersebut dilakukan lantaran kepulangan para santri tersebut, dilakukan di tengah pandemi virus corona atau covid-19.
Kepala KKP Palembang, Nur Purwoko, mengatakan ke-13 santri tersebut tiba di Bandara SMB II Palembang, pada Minggu 12 April 2020, bersama dengan 16 santri lainnya yang tergabung dalam satu penerbangan.
&quot;Pada saat dilakukan pemeriksaan kesehatan, ada 13 santri yang kita rujuk ke RS Siti Fatimah untuk pemeriksaan lebih lanjut karena indikasi demam, batuk, pilek,&quot; katanya, Senin, (13/4/2020).
Sementara 16 santri lain yang masih dalam rombongan itu diketahui tidak memiliki gejala sakit, namun tetap disarankan untuk menjalani karantina secara mandiri di rumah selama 14 hari ke depan.
&quot;Mereka diketahui baru pulang dari Pondok Pesantren Gontor di Jawa Timur,&quot; katanya.
Baca Juga :&amp;nbsp;Update Covid-19 di Indonesia 13 April 2020: 4.557 Positif, 399 Meninggal dan 380 Sembuh
Pada hari yang sama, kata Nur, terdapat juga dua maskapai lain yang membawa 34 santri dan satu pendamping asal Pulau Jawa. Akan tetapi semuanya disarankan untuk menjalani karantina mandiri, setelah dari hasil pemeriksaan semuanya dalam kondisi sehat.
Direktur Utama RS Siti Fatimah, Syamsoedin, mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai hasil pemeriksaan 13 santri yang sempat dirujuk tersebut. Menurutnya, hasil itu nantinya akan disampaikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel.
&quot;Sedang proses pemeriksaan, hasilnya nanti di Dinkes ya,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>PALEMBANG - Ada 13 santri yang baru pulang dari Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur, harus dirujuk ke Rumah Sakit Siti Fatimah. Mereka mengalami gejala demam dan batuk saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.
Hal tersebut dilakukan lantaran kepulangan para santri tersebut, dilakukan di tengah pandemi virus corona atau covid-19.
Kepala KKP Palembang, Nur Purwoko, mengatakan ke-13 santri tersebut tiba di Bandara SMB II Palembang, pada Minggu 12 April 2020, bersama dengan 16 santri lainnya yang tergabung dalam satu penerbangan.
&quot;Pada saat dilakukan pemeriksaan kesehatan, ada 13 santri yang kita rujuk ke RS Siti Fatimah untuk pemeriksaan lebih lanjut karena indikasi demam, batuk, pilek,&quot; katanya, Senin, (13/4/2020).
Sementara 16 santri lain yang masih dalam rombongan itu diketahui tidak memiliki gejala sakit, namun tetap disarankan untuk menjalani karantina secara mandiri di rumah selama 14 hari ke depan.
&quot;Mereka diketahui baru pulang dari Pondok Pesantren Gontor di Jawa Timur,&quot; katanya.
Baca Juga :&amp;nbsp;Update Covid-19 di Indonesia 13 April 2020: 4.557 Positif, 399 Meninggal dan 380 Sembuh
Pada hari yang sama, kata Nur, terdapat juga dua maskapai lain yang membawa 34 santri dan satu pendamping asal Pulau Jawa. Akan tetapi semuanya disarankan untuk menjalani karantina mandiri, setelah dari hasil pemeriksaan semuanya dalam kondisi sehat.
Direktur Utama RS Siti Fatimah, Syamsoedin, mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai hasil pemeriksaan 13 santri yang sempat dirujuk tersebut. Menurutnya, hasil itu nantinya akan disampaikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel.
&quot;Sedang proses pemeriksaan, hasilnya nanti di Dinkes ya,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
