<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wabah Virus Corona Tak Halangi Korea Selatan Gelar Pemilu Legislatif </title><description>Para pemilih menaati serangkaian prosedur yang ketat saat memberikan suara mereka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/15/18/2199707/wabah-virus-corona-tak-halangi-korea-selatan-gelar-pemilu-legislatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/15/18/2199707/wabah-virus-corona-tak-halangi-korea-selatan-gelar-pemilu-legislatif"/><item><title>Wabah Virus Corona Tak Halangi Korea Selatan Gelar Pemilu Legislatif </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/15/18/2199707/wabah-virus-corona-tak-halangi-korea-selatan-gelar-pemilu-legislatif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/15/18/2199707/wabah-virus-corona-tak-halangi-korea-selatan-gelar-pemilu-legislatif</guid><pubDate>Rabu 15 April 2020 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/15/18/2199707/wabah-virus-corona-tak-halangi-korea-selatan-gelar-pemilu-legislatif-unVfoMOejb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang pemilih mengenakan sarung tangan plastik memasukkan surat suara ke dalam kotak suara pada pemilihan legislatif Korea Selatan, 15 April 2020. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/15/18/2199707/wabah-virus-corona-tak-halangi-korea-selatan-gelar-pemilu-legislatif-unVfoMOejb.jpg</image><title>Seorang pemilih mengenakan sarung tangan plastik memasukkan surat suara ke dalam kotak suara pada pemilihan legislatif Korea Selatan, 15 April 2020. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL &amp;ndash; Pandemi virus corona (COVID-19) tidak menghalangi warga Korea Selatan untuk hadir memberikan suara mereka dalam pemilihan umum (Pemilu) legislatif pada Rabu (15/4/2020).
Para pemilih antre sesuai peraturan menjaga jarak, membersihkan tangan dengan cairan sanitasi dan menggunakan masker. Mereka kemudian masuk ke bilik suara di tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan suara dalam pemilihan umum pertama di dunia di tengah pandemi virus corona.
Setelah berhasil memperlambat laju penyebaran virus itu, Korea Selatan menjalankan langkah-langkah serius untuk memastikan pemilihan anggota DPR kali ini tidak mengakibatkan wabah baru virus corona, demikian diwartakan VOA.
Para pemilih mulai antre pukul 6 pagi di TPS-TPS yang sebelumnya sudah disemprot dengan bahan antivirus. Para pertugas pemilu membagikan botol-botol kecil berisi cairan pembersih tangan dan sarung tangan plastik, dan mengukur suhu badan para pemilih itu. Orang-orang yang menunjukkan gejala sakit diarahkan ke bilik terpisah untuk memberikan suara.
Para pemilih yang sedang di karantina atau menjalani isolasi mandiri bisa melaksanakan haknya setelah jam pemungutan suara berakhir di hari yang sama.
Pengalaman Korea selatan dalam mengadakan pemilu itu bisa dicontoh oleh negara lain, tapi para pakar mengatakan, mengumpulkan banyak orang di TPS-TPS bisa mengakibatkan penyakit Covid-19 merebak dengan cepat.</description><content:encoded>SEOUL &amp;ndash; Pandemi virus corona (COVID-19) tidak menghalangi warga Korea Selatan untuk hadir memberikan suara mereka dalam pemilihan umum (Pemilu) legislatif pada Rabu (15/4/2020).
Para pemilih antre sesuai peraturan menjaga jarak, membersihkan tangan dengan cairan sanitasi dan menggunakan masker. Mereka kemudian masuk ke bilik suara di tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan suara dalam pemilihan umum pertama di dunia di tengah pandemi virus corona.
Setelah berhasil memperlambat laju penyebaran virus itu, Korea Selatan menjalankan langkah-langkah serius untuk memastikan pemilihan anggota DPR kali ini tidak mengakibatkan wabah baru virus corona, demikian diwartakan VOA.
Para pemilih mulai antre pukul 6 pagi di TPS-TPS yang sebelumnya sudah disemprot dengan bahan antivirus. Para pertugas pemilu membagikan botol-botol kecil berisi cairan pembersih tangan dan sarung tangan plastik, dan mengukur suhu badan para pemilih itu. Orang-orang yang menunjukkan gejala sakit diarahkan ke bilik terpisah untuk memberikan suara.
Para pemilih yang sedang di karantina atau menjalani isolasi mandiri bisa melaksanakan haknya setelah jam pemungutan suara berakhir di hari yang sama.
Pengalaman Korea selatan dalam mengadakan pemilu itu bisa dicontoh oleh negara lain, tapi para pakar mengatakan, mengumpulkan banyak orang di TPS-TPS bisa mengakibatkan penyakit Covid-19 merebak dengan cepat.</content:encoded></item></channel></rss>
