<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengacara Jerman Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Setelah Menentang Keras Lockdown COVID-19</title><description>Bahner menelpon polisi mengklaim ada pembunuh yang dikirim untuk menghabisi nyawanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/16/18/2199929/pengacara-jerman-dikirim-ke-rumah-sakit-jiwa-setelah-menentang-keras-lockdown-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/16/18/2199929/pengacara-jerman-dikirim-ke-rumah-sakit-jiwa-setelah-menentang-keras-lockdown-covid-19"/><item><title>Pengacara Jerman Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Setelah Menentang Keras Lockdown COVID-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/16/18/2199929/pengacara-jerman-dikirim-ke-rumah-sakit-jiwa-setelah-menentang-keras-lockdown-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/16/18/2199929/pengacara-jerman-dikirim-ke-rumah-sakit-jiwa-setelah-menentang-keras-lockdown-covid-19</guid><pubDate>Kamis 16 April 2020 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/16/18/2199929/pengacara-jerman-dikirim-ke-rumah-sakit-jiwa-setelah-menentang-keras-lockdown-covid-19-XIRHFHA99t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/16/18/2199929/pengacara-jerman-dikirim-ke-rumah-sakit-jiwa-setelah-menentang-keras-lockdown-covid-19-XIRHFHA99t.jpg</image><title>Foto: Okezone.</title></images><description>HEIDELBERG - Seorang spesialis hukum medis Jerman yang menentang keras aturan penguncian virus corona (COVID-19) yang dimandatkan pemerintah, telah dibawa ke fasilitas kesehatan mental setelah menyatakan kekhawatiran bahwa ia menjadi sasaran &quot;pembunuh&quot;.
Beate Bahner telah berulang kali mengklaim bahwa tindakan yang diambil oleh Berlin untuk membendung penyebaran Covid-19 mengancam tatanan konstitusional Jerman. Pengacara, dari Kota Heidelberg, terpaksa menghabiskan beberapa hari di bangsal psikiatris setempat, untuk mengatasi gangguan mentalnya, setelah pertemuannya dengan polisi berakhir dengan buruk.
Dia sudah berada di bawah penyelidikan polisi terkait &quot;seruan untuk melakukan tindakan ilegal&quot; setelah mendesak warga Jerman untuk melakukan demonstrasi nasional menentang lockdown pada Minggu (12/4/2020), yang merupakan tindakan terbuka menentang larangan pertemuan publik.
Pada Minggu Bahner sendiri menelepon polisi saat dia ketakutan karena sebuah mobil yang tampaknya memblokir kendaraannya sendiri di tempat parkir mungkin dikendarai oleh &quot;pembunuh&quot; yang dikirim untuk menghabisi nyawanya. Ketika petugas datang, dia memberi tahu mereka bahwa dia merasa dianiaya.
Apa yang terjadi selanjutnya digambarkan oleh sang pengacara sebagai semacam penderitaan yang mengerikan.
Dalam rekaman audio yang beredar di media sosial, Bahner mengatakan bahwa polisi memborgolnya dan mendorongnya ke tanah &quot;dengan kekuatan brutal&quot;. Dia kemudian dibawa ke bangsal psikiatris di mana dia harus menunggu dokter, yang menurutnya, pasti telah mendapatkan instruksi dari pemerintah atau dari Amerika Serikat (AS).
Bahner mengatakan bahwa dia kemudian harus menghabiskan malam di Bangsal Psikiatri Berkeamanan Tinggi seperti (penjara) Guantanamo, berbaring di lantai kamarnya dan tanpa akses ke toilet.

Namun, polisi memberikan keterangan yang sangat berbeda. Mereka  mengatakan bahwa perempuan itu &quot;memberi kesan yang sangat membingungkan&quot;  saat ditemui oleh patroli menanggapi panggilannya, sehingga mendorong  polisi untuk membawanya ke klinik psikiatri.
&quot;Dia melawan dan menendang seorang petugas beberapa kali,&quot; kata  seorang juru bicara kepolisian mengatakan kepada media Jerman  sebagaimana dilansir Russia Today. Juru Bicara itu menambahkan bahwa  Bahner akhirnya dirawat di Rumah Sakit Universitas Heidelberg.
Baik polisi dan kantor kejaksaan umum berulang kali menyatakan bahwa  insiden itu tidak ada hubungannya dengan investigasi yang sedang  berlangsung terhadap Bahner. Sang pengacara dipulangkan dari fasilitas  kesehatan mental setelah beberapa hari.
Bahner sekarang menghadapi penyelidikan atas seruannya untuk aksi  protes. Perlawanan kerasnya terhadap aturan lockdown mungkin tidak lagi  diperlukan karena Berlin berencana untuk melonggarkan beberapa  pembatasan pada awal Mei.
Hingga saat ini, Jerman telah mencatat lebih dari 130.000 kasus yang  dikonfirmasi dan lebih dari 3.500 kematian terkait Covid-19 sejak awal  wabah virus corona.</description><content:encoded>HEIDELBERG - Seorang spesialis hukum medis Jerman yang menentang keras aturan penguncian virus corona (COVID-19) yang dimandatkan pemerintah, telah dibawa ke fasilitas kesehatan mental setelah menyatakan kekhawatiran bahwa ia menjadi sasaran &quot;pembunuh&quot;.
Beate Bahner telah berulang kali mengklaim bahwa tindakan yang diambil oleh Berlin untuk membendung penyebaran Covid-19 mengancam tatanan konstitusional Jerman. Pengacara, dari Kota Heidelberg, terpaksa menghabiskan beberapa hari di bangsal psikiatris setempat, untuk mengatasi gangguan mentalnya, setelah pertemuannya dengan polisi berakhir dengan buruk.
Dia sudah berada di bawah penyelidikan polisi terkait &quot;seruan untuk melakukan tindakan ilegal&quot; setelah mendesak warga Jerman untuk melakukan demonstrasi nasional menentang lockdown pada Minggu (12/4/2020), yang merupakan tindakan terbuka menentang larangan pertemuan publik.
Pada Minggu Bahner sendiri menelepon polisi saat dia ketakutan karena sebuah mobil yang tampaknya memblokir kendaraannya sendiri di tempat parkir mungkin dikendarai oleh &quot;pembunuh&quot; yang dikirim untuk menghabisi nyawanya. Ketika petugas datang, dia memberi tahu mereka bahwa dia merasa dianiaya.
Apa yang terjadi selanjutnya digambarkan oleh sang pengacara sebagai semacam penderitaan yang mengerikan.
Dalam rekaman audio yang beredar di media sosial, Bahner mengatakan bahwa polisi memborgolnya dan mendorongnya ke tanah &quot;dengan kekuatan brutal&quot;. Dia kemudian dibawa ke bangsal psikiatris di mana dia harus menunggu dokter, yang menurutnya, pasti telah mendapatkan instruksi dari pemerintah atau dari Amerika Serikat (AS).
Bahner mengatakan bahwa dia kemudian harus menghabiskan malam di Bangsal Psikiatri Berkeamanan Tinggi seperti (penjara) Guantanamo, berbaring di lantai kamarnya dan tanpa akses ke toilet.

Namun, polisi memberikan keterangan yang sangat berbeda. Mereka  mengatakan bahwa perempuan itu &quot;memberi kesan yang sangat membingungkan&quot;  saat ditemui oleh patroli menanggapi panggilannya, sehingga mendorong  polisi untuk membawanya ke klinik psikiatri.
&quot;Dia melawan dan menendang seorang petugas beberapa kali,&quot; kata  seorang juru bicara kepolisian mengatakan kepada media Jerman  sebagaimana dilansir Russia Today. Juru Bicara itu menambahkan bahwa  Bahner akhirnya dirawat di Rumah Sakit Universitas Heidelberg.
Baik polisi dan kantor kejaksaan umum berulang kali menyatakan bahwa  insiden itu tidak ada hubungannya dengan investigasi yang sedang  berlangsung terhadap Bahner. Sang pengacara dipulangkan dari fasilitas  kesehatan mental setelah beberapa hari.
Bahner sekarang menghadapi penyelidikan atas seruannya untuk aksi  protes. Perlawanan kerasnya terhadap aturan lockdown mungkin tidak lagi  diperlukan karena Berlin berencana untuk melonggarkan beberapa  pembatasan pada awal Mei.
Hingga saat ini, Jerman telah mencatat lebih dari 130.000 kasus yang  dikonfirmasi dan lebih dari 3.500 kematian terkait Covid-19 sejak awal  wabah virus corona.</content:encoded></item></channel></rss>
