<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Analisis Mantan Anggota NII Terkait Penyerangan di Poso</title><description>Berikut analisis mantan anggota NII mengenai penyerangan terhadap polisi di Poso oleh terduga teroris.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/16/337/2199975/ini-analisis-mantan-anggota-nii-terkait-penyerangan-di-poso</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/16/337/2199975/ini-analisis-mantan-anggota-nii-terkait-penyerangan-di-poso"/><item><title>Ini Analisis Mantan Anggota NII Terkait Penyerangan di Poso</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/16/337/2199975/ini-analisis-mantan-anggota-nii-terkait-penyerangan-di-poso</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/16/337/2199975/ini-analisis-mantan-anggota-nii-terkait-penyerangan-di-poso</guid><pubDate>Kamis 16 April 2020 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/16/337/2199975/ini-analisis-mantan-anggota-nii-terkait-penyerangan-di-poso-KEJlB8FFsc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi terorisme. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/16/337/2199975/ini-analisis-mantan-anggota-nii-terkait-penyerangan-di-poso-KEJlB8FFsc.jpg</image><title>Ilustrasi terorisme. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mantan anggota NII, Ken Setiawan, menilai dua terduga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang menyerang seorang polisi di area parkir sebuah bank di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, bisa jadi merupakan aksi pembukaan.
&quot;Menurut saya itu terkait MIT dan ini baru awal,&quot; kata pendiri NII Crisis Center ini kepada Okezone, Kamis (16/4/2020).
Baca juga:   Polisi di Poso Ditembak Orang Tak Dikenal&amp;nbsp;
 
Menurut dia, para anggota kelompok terorisme tersebut menganggap Ramadan merupakan bulan yang tepat dalam melaksanakan terornya.
&quot;Biasanya mereka beraksi pada bulan Ramadan karena dinilai lebih afdal. Aksi di bulan puasa juga didasari karena para teroris memanfaatkan momentum bulan suci untuk mencari keberkahan dengan beramal,&quot; ujarnya.
Ia mengatakan, adapun sasaran yang paling diincar oleh kelompok ini adalah aparat. Pasalnya, para aparat tersebut dinilai berada di garda terdepan dalam menghalangi tujuan mereka.
&quot;Bahkan aparat dianggap memadamkan cahaya Allah, jadi membunuh aparat adalah jihad,&quot; beber Ken.
Baca juga:   Penembak Polisi di Poso Diduga Kelompok MIT&amp;nbsp;
 
Dia menambahkan, memilih aksi ketika Ramadan menjadi ajang eksistensinya, sehingga tidak jarang kelompok tersebut melakukan penyerangan terhadap aparat hukum yang sedang bertugas melakukan pengamanan mudik.
&quot;Bulan Ramadan dinilai menjadi sangat berpotensi tinggi terjadi karena para musuh kelompok teroris yang utama yakni polisi atau yang kerap mereka kategorikan sebagai tagut, sedang lebih banyak berjaga di luar 'kandang'. Mulai dari pengamanan arus mudik dan balik hingga Idul Fitri,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mantan anggota NII, Ken Setiawan, menilai dua terduga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang menyerang seorang polisi di area parkir sebuah bank di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, bisa jadi merupakan aksi pembukaan.
&quot;Menurut saya itu terkait MIT dan ini baru awal,&quot; kata pendiri NII Crisis Center ini kepada Okezone, Kamis (16/4/2020).
Baca juga:   Polisi di Poso Ditembak Orang Tak Dikenal&amp;nbsp;
 
Menurut dia, para anggota kelompok terorisme tersebut menganggap Ramadan merupakan bulan yang tepat dalam melaksanakan terornya.
&quot;Biasanya mereka beraksi pada bulan Ramadan karena dinilai lebih afdal. Aksi di bulan puasa juga didasari karena para teroris memanfaatkan momentum bulan suci untuk mencari keberkahan dengan beramal,&quot; ujarnya.
Ia mengatakan, adapun sasaran yang paling diincar oleh kelompok ini adalah aparat. Pasalnya, para aparat tersebut dinilai berada di garda terdepan dalam menghalangi tujuan mereka.
&quot;Bahkan aparat dianggap memadamkan cahaya Allah, jadi membunuh aparat adalah jihad,&quot; beber Ken.
Baca juga:   Penembak Polisi di Poso Diduga Kelompok MIT&amp;nbsp;
 
Dia menambahkan, memilih aksi ketika Ramadan menjadi ajang eksistensinya, sehingga tidak jarang kelompok tersebut melakukan penyerangan terhadap aparat hukum yang sedang bertugas melakukan pengamanan mudik.
&quot;Bulan Ramadan dinilai menjadi sangat berpotensi tinggi terjadi karena para musuh kelompok teroris yang utama yakni polisi atau yang kerap mereka kategorikan sebagai tagut, sedang lebih banyak berjaga di luar 'kandang'. Mulai dari pengamanan arus mudik dan balik hingga Idul Fitri,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
