<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Ika Dewi, Satu-Satunya Relawan Perempuan Jadi Sopir Ambulans Covid-19</title><description>Ika Dewi Maharani, menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi relawan medis sebagai sopir ambulans</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/16/337/2200009/kisah-ika-dewi-satu-satunya-relawan-perempuan-jadi-sopir-ambulans-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/16/337/2200009/kisah-ika-dewi-satu-satunya-relawan-perempuan-jadi-sopir-ambulans-covid-19"/><item><title>Kisah Ika Dewi, Satu-Satunya Relawan Perempuan Jadi Sopir Ambulans Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/16/337/2200009/kisah-ika-dewi-satu-satunya-relawan-perempuan-jadi-sopir-ambulans-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/16/337/2200009/kisah-ika-dewi-satu-satunya-relawan-perempuan-jadi-sopir-ambulans-covid-19</guid><pubDate>Kamis 16 April 2020 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/16/337/2200009/kisah-ika-dewi-satu-satunya-relawan-perempuan-jadi-sopir-ambulans-covid-19-yuqLROgnZA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ika Dewi Maharani (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/16/337/2200009/kisah-ika-dewi-satu-satunya-relawan-perempuan-jadi-sopir-ambulans-covid-19-yuqLROgnZA.jpg</image><title>Ika Dewi Maharani (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Ribuan relawan resmi bergabung untuk memerangi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Namun, ada salah satu relawan medis perempuan yang memilih menjadi relawan dengan tugas sebagai sopir ambulans.&amp;nbsp;
Ika Dewi Maharani, menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi relawan medis sebagai sopir ambulans. Perempuan asal Maluku Utara itu mengaku menjadi relawan karena panggilan hati dan menunaikan kewajibannya sebagai perawat.
&quot;Saya dengan keahlian yang saya miliki bisa nyetir dan basic perawat, karena panggilan hati dan kewajiban jadi saya harus melayani karena di Jakarta angka Covid-19 makin meningkat. Dengan kemampuan yang saya punya saya harus melayani,&quot; ujarnya dalam diskusi live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (16/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;23.472 Orang Mendaftar Jadi Relawan Lawan Corona, 80% Nonmedis
Selain itu, Ika Dewi melihat banyak Ambulans Gawat Darurat (AGD) yang kekurangan orang sebagai sopir. Sehingga panggilan hati dalam dirinya semakin kuat untuk memutuskan menjadi relawan dengan tugas sebagai sopir ambulans.

Banyak pengalaman yang dialami Ika Dewi karena menurutnya menjadi sopir ambulans tak semudah yang dibayangkan. Misalnya, ketika dirinya tengah membawa pasien dengan ambulans dan sudah membunyikan sirine, namun orang-orang di sekitar tidak peka.
&quot;Kita sudah bunyikan sirine tapi orang-orang di sekitar tidak peka untuk memberi jalan kita kalau kita mengangkut pasien. Untung ada orang yang dengan kesadaran memberikan jalan jadi bisa dengan cepat membawa pasien tempat rujukan,&quot; katanya.
Bagi Ika Dewi, menjadi sopir ambulans adalah pengalaman pertama dalam hidupnya, karena ia mengira menjadi relawan hanya akan merawat pasien di rumah sakit. Diakui Ika Dewi, ada rasa takut terpapar Covid-19 karena kontak langsung dengan pasien, namun ia selalu tanamkan dalam hati kalau ini merupakan kewajibannya sebagai relawan medis.
Untuk mencegah dirinya dari penularan Covid-19, saat bertugas Ika Dewi selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kemudian, selalu menjaga kondisi kesehatan dengan minum vitamin, tidur dan makan yang cukup.&amp;nbsp;
&quot;Kita sebagai relawan medis, kita harus tangani pasien dari awal sampai akhir,&quot; tutur Ika Dewi yang bertugas 12 jam sehari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Operasional KRL Akan Berhenti Sementara Bersamaan PSBB Banten
Harapan Ika Dewi, bencana nonalam Covid-19 bisa segera berakhir. Para relawan sudah mengusahakan yang terbaik, diharapkan dengan adanya para relawan bisa membantu untuk semakin cepat penanggulangan pandemoi Covid-19.</description><content:encoded>JAKARTA - Ribuan relawan resmi bergabung untuk memerangi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Namun, ada salah satu relawan medis perempuan yang memilih menjadi relawan dengan tugas sebagai sopir ambulans.&amp;nbsp;
Ika Dewi Maharani, menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi relawan medis sebagai sopir ambulans. Perempuan asal Maluku Utara itu mengaku menjadi relawan karena panggilan hati dan menunaikan kewajibannya sebagai perawat.
&quot;Saya dengan keahlian yang saya miliki bisa nyetir dan basic perawat, karena panggilan hati dan kewajiban jadi saya harus melayani karena di Jakarta angka Covid-19 makin meningkat. Dengan kemampuan yang saya punya saya harus melayani,&quot; ujarnya dalam diskusi live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (16/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;23.472 Orang Mendaftar Jadi Relawan Lawan Corona, 80% Nonmedis
Selain itu, Ika Dewi melihat banyak Ambulans Gawat Darurat (AGD) yang kekurangan orang sebagai sopir. Sehingga panggilan hati dalam dirinya semakin kuat untuk memutuskan menjadi relawan dengan tugas sebagai sopir ambulans.

Banyak pengalaman yang dialami Ika Dewi karena menurutnya menjadi sopir ambulans tak semudah yang dibayangkan. Misalnya, ketika dirinya tengah membawa pasien dengan ambulans dan sudah membunyikan sirine, namun orang-orang di sekitar tidak peka.
&quot;Kita sudah bunyikan sirine tapi orang-orang di sekitar tidak peka untuk memberi jalan kita kalau kita mengangkut pasien. Untung ada orang yang dengan kesadaran memberikan jalan jadi bisa dengan cepat membawa pasien tempat rujukan,&quot; katanya.
Bagi Ika Dewi, menjadi sopir ambulans adalah pengalaman pertama dalam hidupnya, karena ia mengira menjadi relawan hanya akan merawat pasien di rumah sakit. Diakui Ika Dewi, ada rasa takut terpapar Covid-19 karena kontak langsung dengan pasien, namun ia selalu tanamkan dalam hati kalau ini merupakan kewajibannya sebagai relawan medis.
Untuk mencegah dirinya dari penularan Covid-19, saat bertugas Ika Dewi selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kemudian, selalu menjaga kondisi kesehatan dengan minum vitamin, tidur dan makan yang cukup.&amp;nbsp;
&quot;Kita sebagai relawan medis, kita harus tangani pasien dari awal sampai akhir,&quot; tutur Ika Dewi yang bertugas 12 jam sehari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Operasional KRL Akan Berhenti Sementara Bersamaan PSBB Banten
Harapan Ika Dewi, bencana nonalam Covid-19 bisa segera berakhir. Para relawan sudah mengusahakan yang terbaik, diharapkan dengan adanya para relawan bisa membantu untuk semakin cepat penanggulangan pandemoi Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
